Batuk darah pada pasien lansia dengan riwayat DM - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO Dokter, Ijin diskusi dok, saya pernah menangani pasien laki laki usia 79 tahun dengan keluhan batuk bercak darah. Keluhan dialami sejak 1 hari sebelum ke...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Batuk darah pada pasien lansia dengan riwayat DM

    Dibalas 1 jam yang lalu
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    ALO Dokter, Ijin diskusi dok, saya pernah menangani pasien laki laki usia 79 tahun dengan keluhan batuk bercak darah. Keluhan dialami sejak 1 hari sebelum ke faskes. Pasien juga mengeluhkan meriang dan pilek. Pasien ini memiliki riwayat dm dengan pengobatan insulin, kebetulan insulin pasien habis shg pasien saya rujuk ke spesialis penyakit dalam.

    Dua hari setelah mendapat insulin, pasien datang lagi ke puskesmas dengan keluhan lemas dan berkeringat. Pada waktu ini pasien masih mengeluhkan batuk berdahak dengan bercak darah dan sesak. Hasil pemeriksaan fisik : RR 28x/i, Suhu : 36,3, SpO 2 89%, tho : vesikular, wheezing -/+, GDS 50mg/dL, leukosit : 15.000.

    Pasien mendapat insulin, obat racikan batuk dan antibiotik dari rumah sakit.

    Di puskesmas pd pasien saya lakukan regulasi hipoglikemi dan nebulisasi (salbutamol 2,5 cc + NaCl 3,5 cc (memenuhi fil volume alat) dan oksigen. Setelah penanganan pasien membaik. Pasien sy lanjutkan ranap di puskesmas, pada jam 05.00 tiba tiba pasien batuk darah sangat banyak, seketika terjadi obstruksi saluran napas dan pasien meninggal dunia.

    Yang ingin saya tanyakan apakah tepat keputusan saya untuk memberikan nebulisasi pada pasien tersebut? Apakah nebulisasi memicu terjadinya batuk darah yang semakin masif?

    Mohon pencerahannya dokter, sebelumnya terimakasih banyak 🙏🏻

1 jam yang lalu

ALO Dokter.

Diagnosis banding apa yang dipertimbangkan pada pasien dengan hemoptisis masif ini:

  • Infeksi: Tuberkulosis (TB), pneumonia nekrotikans/abses paru, infeksi jamur invasif – apakah pasien menjalani rontgen dada pada saat awal datang dengan bercak hemoptisis?
  • Keganasan: Kanker paru (terutama tumor sentral), tumor metastatik – rontgen dada.
  • Bronkiektasis: Dilatasi kronis dan kerusakan saluran napas, sering kali disertai peradangan dan pembuluh darah yang rapuh – riwayat batuk produktif setiap hari dan pneumonia berulang.
  • Kardiovaskular: Emboli paru (PE) atau gagal jantung dengan hipertensi pulmonal, stenosis mitral.
  • Autoimun/Reumatologi: Lebih jarang terjadi dan kemungkinan muncul lebih awal. Sindrom Goodpasture, Granulomatosis dengan Poliangiitis (Wegener), lupus.
  • Hematologi: Gangguan perdarahan – penggunaan warfarin atau NOACs.
  • Trauma: Trauma dada akibat benda tumpul – terjatuh, atau prosedur (biopsi, kateterisasi).

Belum jelas mengapa salbutamol diindikasikan pada pasien ini. Evaluasi lebih lanjut – riwayat kesehatan yang lebih rinci dengan mempertimbangkan diagnosis banding (DD) di atas. Rontgen dada – pneumonia, abses, TB, kanker paru. Tinjau faktor risiko emboli paru (PE), trauma, obat-obatan – warfarin, obat gagal jantung, echo – PE, hipertensi pulmonal, penyakit katup jantung.

Semoga membantu, dok..