Alo dokter izin diskusiPasien 49th nyeri kepala daerah frontal apa ya dok bagus nya diberi terapi .terima kasih
Terapi nyeri kepala frontal - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
ALO Dokter.
Pada anamnesis nya boleh diperjelas kembali dok karena ada beberapa penyebab nyeri kepala frotal yang memiliki terapi yang berbeda. Untuk itu saya bantu dengan ALOMEDIKA AI untuk diagnosa banding dari nyeri kepala frontal.
Berikut jawaban ALOMEDIKA AI:
Jawaban Singkat:
Diagnosis banding nyeri kepala frontal meliputi: sinusitis frontal, tension-type headache (sakit kepala tegang), migrain, cluster headache, infeksi saluran napas atas, gangguan refraksi mata, glaukoma akut, neuralgia trigeminal, dan kondisi serius seperti tumor otak, meningitis, atau perdarahan intrakranial.
Penjelasan Lengkap:
1. Anamnesis Penting:
Onset: mendadak atau bertahap.
Durasi dan frekuensi.
Kualitas nyeri: tumpul, tajam, berdenyut.
Pemicu: stres, aktivitas, posisi, cahaya, suara.
Gejala penyerta: demam, mual, muntah, fotofobia, hidung tersumbat, gangguan penglihatan, kelemahan anggota gerak, penurunan kesadaran.
Riwayat trauma kepala.
Riwayat penyakit mata atau sinus.
Riwayat keluarga migrain atau tumor otak.
2. Pemeriksaan Fisik:
Pemeriksaan vital sign (demam, tekanan darah).
Inspeksi dan palpasi sinus frontal (nyeri tekan → sinusitis).
Pemeriksaan neurologis (kesadaran, nervus kranialis, motorik, sensorik).
Pemeriksaan mata (tajam penglihatan, pupil, tekanan bola mata).
Pemeriksaan hidung dan telinga.
3. Diagnosis Banding Utama:
Sinusitis frontal: Nyeri tumpul di dahi, bertambah saat menunduk, disertai hidung tersumbat/pilek.
Tension-type headache: Nyeri seperti ditekan, bilateral, tidak berdenyut, sering terkait stres.
Migrain: Nyeri berdenyut, bisa unilateral atau bilateral, sering disertai mual, fotofobia, fonofobia.
Cluster headache: Nyeri sangat hebat, unilateral, sering di sekitar mata, disertai lakrimasi, hidung tersumbat.
Infeksi saluran napas atas: Nyeri kepala dengan gejala pilek, batuk, demam.
Gangguan refraksi mata: Nyeri kepala setelah aktivitas visual, terutama membaca/menatap layar.
Glaukoma akut: Nyeri kepala hebat, mata merah, penglihatan kabur, mual muntah.
Neuralgia trigeminal: Nyeri tajam seperti tersengat listrik, area wajah.
Tumor otak/lesi intrakranial: Nyeri kepala progresif, memburuk di pagi hari, disertai muntah proyektil, penurunan kesadaran, defisit neurologis fokal.
Meningitis: Nyeri kepala berat, demam tinggi, kaku kuduk, fotofobia.
4. Pemeriksaan Penunjang:
Sinus X-ray/CT scan: jika curiga sinusitis kronik atau komplikasi.
CT/MRI kepala: jika ada red flag (nyeri kepala baru, usia >50 tahun, perubahan pola, defisit neurologis, penurunan kesadaran, riwayat kanker).
Pemeriksaan darah: jika infeksi dicurigai.
Pemeriksaan mata: tonometri jika curiga glaukoma.
5. Red Flags (Kriteria Rujukan Segera):
Nyeri kepala tiba-tiba sangat hebat (“worst headache of my life”).
Disertai penurunan kesadaran, kejang, defisit neurologis.
Disertai demam tinggi, kaku kuduk.
Nyeri kepala progresif, memburuk dengan waktu.
Riwayat trauma kepala berat.
Referensi:
NICE Headaches in over 12s: diagnosis and management.
WHO Headache Disorders Fact Sheet.
StatPearls: Headache.