Selamat siang dok, izin diskusi dok Hari ini saya kedatangan pasien d PKM, Ibu hamil G2P1A0 H ± 27 -28 week JTH, dgn kepuhan Batuk (+) Pilek (+) Demam (+),...
Obat Asma untuk Bumil - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Obat Asma untuk Bumil
Selamat siang dok, izin diskusi dok
Hari ini saya kedatangan pasien d PKM, Ibu hamil G2P1A0 H ± 27 -28 week JTH, dgn kepuhan Batuk (+) Pilek (+) Demam (+), Sesak (+) sdh 2 hr lalu, Riw Asma (+). Sblm ke PKM pasien punya alat nebu sndiri d rumah dgn ventolin.
Pemfis : TD : 100 /70, HR : 110, spo2 : 98 %, Ves (+/+).
Yang ingin saya diskusikan apakah boleh di berikan Salbutamol tab 2 mg/4 mg jika HR pasien >100x? Atau bisa d ganti dengan obat lainnya dok?
Apakah jika ttp d berikan Salbutamol tablet bisa memicu peningkatan DJJ bayi?
Terapi semantara Cetirizine 1x10mg, PCT 3x500mg 🙏🏻🙏🏻
-
Salbutamol adalah agonis beta-2 yang memiliki efek samping kronotropik positif (meningkatkan denyut jantung). Sediaan oral memiliki efek sistemik yang jauh lebih tinggi dibandingkan inhalasi. Mengingat pasien sudah takikardia (HR 110), pemberian tablet 2 mg atau 4 mg sangat berisiko memperburuk takikardia maternal. Takikardia saat ini kemungkinan merupakan kompensasi dari demam, usaha bernapas (sesak), atau efek sisa penggunaan Ventolin nebulizer di rumah.
-
Salbutamol sistemik (seperti tablet) dapat melewati sawar plasenta dan merangsang reseptor beta pada janin, yang berpotensi kuat memicu takikardia fetal (peningkatan DJJ).
-
Rekomendasi Terapi Pengganti: Menurut pedoman, Short-Acting Beta Agonist (SABA) jalur inhalasi tetap menjadi lini pertama reliever asma pada kehamilan. Karena pasien sudah memiliki alat nebulizer sendiri, atau jika PKM memiliki fasilitas nebulisasi, lanjutkan terapi inhalasi (seperti nebulisasi Salbutamol). Jalur inhalasi bekerja lokal di saluran napas dengan absorpsi sistemik yang minimal, sehingga jauh lebih aman untuk HR ibu maupun DJJ janin.
-
Evaluasi Gejala Penyerta: Pasien mengalami batuk, pilek, dan demam selama 2 hari. Kondisi ini sangat mungkin memicu eksaserbasi asmanya. Terapi simptomatik yang diberikan, yakni Cetirizine 1x10mg dan Paracetamol 3x500mg, sudah tepat karena keduanya masuk dalam Kategori B (aman untuk kehamilan). Namun, perlu dipastikan tidak ada tanda-tanda infeksi bakteri sekunder atau pneumonia.
Secara prinsip, oksigenasi ibu yang baik (saat ini SpO2 98% tergolong aman) adalah prioritas utama, karena hipoksia maternal jauh lebih berbahaya bagi janin dibandingkan efek samping obat asma inhalasi. untuk baca lebih lanjut bisa ke link ini ya dok
https://www.alomedika.com/penatalaksanaan-asma-pada-akhir-kehamilan
https://www.alomedika.com/penatalaksanaan-asma-pada-awal-kehamilan