Selamat malam,docs.. beberapa waktu lalu saya ada dapat user yang menyampaikan bahwa ybs sulit mengungkapkan perasaan dan isi pikiran. Bahkan ke orang...
Diskusi Pasien Sulit Mengungkapkan Isi Pikiran - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Diskusi Pasien Sulit Mengungkapkan Isi Pikiran
Selamat malam,docs.. beberapa waktu lalu saya ada dapat user yang menyampaikan bahwa ybs sulit mengungkapkan perasaan dan isi pikiran. Bahkan ke orang terdekat pun ybs sulit curhat/sharing karena terkadang tidak tahu apa yang dirasakannya. Saya sendiri sulit menggali keluhan karena ybs jadi minim informasi.. Apakah memang ada disorder seperti ini dalam psikiatri ya docs? Karena dalam sehari-hari saya jarang temukan yg benar2 tdk bs menyampaikan pikiran spt ini.. ybs jd linglung/bingung saat chat, walaupun tidak terkesan introverted jg.. dan kr2 seandainya ada pasien spt ini, apa ada tips2 untuk wawancara psikiatrinya ya docs, supaya pasien bs jd lebih informatif? Mengingat anamnesis sbnrnya penting untuk penegakkan diagnosis..
thanks..
Alo dr. Sherly,
Kalau saya boleh tahu ini pasien di aplikasi atau pasien yang ditemui secara langsung ya dok? kalau menurut saya, sebetulnya agak sulit memang menggali anamnesis dari pasien yang tidak kita temui secara langsung, terutama untuk psikiatri ya (karena kita tidak bisa menilai perilaku dan mimik wajahnya langsung), jadi itu memang salah satu kendalanya.
Tapi kalau saya, biasanya untuk pasien seperti ini, biasanya kita yang harus lebih aktif bertanya. sebisa mungkin mulai dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka. jangan lupa juga untuk membina rapport yang baik dengan pasien/user, hindari terkesan terlalu menjudge. cmiiw
Mungkin ada sejawat SpKJ yang bisa menambahkan?
Alo dokter Sherly!
Kalo setau saya dok, ada kelainan yang disebut dengan depressive pseudodementia. Pada kelainan ini, pasien depresi menunjukkan gejala seperti dementia, yaitu gangguan kognitif, bingung, linglung, mudah lupa, kesulitan berkomunikasi, dst. Cara membedakannya dari dementia adalah dari usianya dok.. Kalo pada pasien dementia, biasanya kan usia sudah lanjut.. nah kalo pada pseudodementia ini keluhan bisa timbul di berbagai usia, bahkan ada yang timbul di usia produktif. Kemudian, biasanya keluhan timbul setelah adanya stressor (misalnya : ditinggal orang terdekat, gangguan ekonomi, dst).
Setuju dengan dr.Yana, pada kasus psikiatri, yang paling penting adalah membangun rapport yang baik, sehingga pasien mempercayai kita akan mendengarkan tanpa judgement dan rahasianya tidak akan kita bocorkan ke siapapun. Selain daripada itu, pasien dapat dianamnesis terpisah dari keluarganya, dengan harapan pasien dapat lebih terbuka menceritakan keluh-kesahnya. Namun, anamnesis caregiver dan keluarga pasien juga tetap harus dilakukan dok.. cmiiw
dr. Georgiana Kakerissa
Oct 22, 2018 at 06:27 AMAlo dr. Sherly,
Kalau saya boleh tahu ini pasien di aplikasi atau pasien yang ditemui secara langsung ya dok? kalau menurut saya, sebetulnya agak sulit memang menggali anamnesis dari pasien yang tidak kita temui secara langsung, terutama untuk psikiatri ya (karena kita tidak bisa menilai perilaku dan mimik wajahnya langsung), jadi itu memang salah satu kendalanya.
Tapi kalau saya, biasanya untuk pasien seperti ini, biasanya kita yang harus lebih aktif bertanya. sebisa mungkin mulai dengan pertanyaan-pertanyaan terbuka. jangan lupa juga untuk membina rapport yang baik dengan pasien/user, hindari terkesan terlalu menjudge. cmiiw
Mungkin ada sejawat SpKJ yang bisa menambahkan?
Iya benar, ini pasien dr aplikasi,dok.. Tapi mgkn kalau melalui anamnesis langsung akan lebih enak ngobrolnya dgn pasien tsb ya,dok.. kemarin ini beliau sbnrnya kelihatan antusias ingin bercerita, namun spt kebingungan begitu..saya jd agak bingung jg untuk teknik anamnesisnya..
terima kasih bnyk infonya dok.. 😀
dr.Bedry Qintha
Oct 22, 2018 at 08:21 AMAlo dokter Sherly!
Kalo setau saya dok, ada kelainan yang disebut dengan depressive pseudodementia. Pada kelainan ini, pasien depresi menunjukkan gejala seperti dementia, yaitu gangguan kognitif, bingung, linglung, mudah lupa, kesulitan berkomunikasi, dst. Cara membedakannya dari dementia adalah dari usianya dok.. Kalo pada pasien dementia, biasanya kan usia sudah lanjut.. nah kalo pada pseudodementia ini keluhan bisa timbul di berbagai usia, bahkan ada yang timbul di usia produktif. Kemudian, biasanya keluhan timbul setelah adanya stressor (misalnya : ditinggal orang terdekat, gangguan ekonomi, dst).
Setuju dengan dr.Yana, pada kasus psikiatri, yang paling penting adalah membangun rapport yang baik, sehingga pasien mempercayai kita akan mendengarkan tanpa judgement dan rahasianya tidak akan kita bocorkan ke siapapun. Selain daripada itu, pasien dapat dianamnesis terpisah dari keluarganya, dengan harapan pasien dapat lebih terbuka menceritakan keluh-kesahnya. Namun, anamnesis caregiver dan keluarga pasien juga tetap harus dilakukan dok.. cmiiw
terima kasih bnyk infonya doc, bermanfaat sekali 😁
izin menjawab dok, untuk kasus pasien yang susah mengungkapkan isi pikiran nya, bisa disebabkan oleh kondisi dimana pasien terganggu dalam area memori Broca dan Wernicke nya, bisa dibaca kembali tentang Afasia Broca, Afasia Wernicke atau Afasia Global.
dimana pasien mengerti isi pembicaraan tetapi susah untuk mengungkapkan, begitupun sebaliknya
dalam terapi bisa di lakukan oleh ahli Fisioterapi yang bekerjasama dengan dokter ahli neuropsikiatri.
demikian ulasan dari saya, semoga bermanfaat.
salam alodokter!