Menentukan Fitness to Fly pada Bayi

Oleh :
dr. Immanuel Natanael Tarigan

Rekomendasi International Air Transport Association (IATA) mengenai fitness to fly (kelayakan penerbangan) pada bayi menyatakan bahwa neonatus sehat usia di atas 48 hari dapat terbang tanpa pemeriksaan, tetapi sebaiknya menunggu hingga 7 hari. Anak dapat terbang tanpa pemeriksaan, kecuali jika memiliki risiko hipoksia, misalnya terkena penyakit respiratori akut atau kronis, anemia, penyakit jantung, atau penyakit neuromuskular.

Pesawat terbang komersial biasanya melakukan penerbangan pada 9150 hingga 13000 meter di atas permukaan laut dan dilakukan penyesuaian tekanan dalam kabin pada ketinggian 1530 hingga 2440 meter di atas permukaan laut. Pada kondisi ini, terjadi penurunan tekanan parsial oksigen mencapai 85% dari fraksi oksigen pada permukaan laut.[1]

Penurunan fraksi oksigen ini pada anak menyebabkan penurunan penurunan saturasi oksigen dari 98% menjadi 94-95% selama penerbangan. Penurunan saturasi oksigen ini tidak menyebabkan gejala klinis pada anak normal, tetapi pada anak dengan kondisi gangguan respiratori, hal ini dapat menjadi sebuah masalah.[2,3]

Referensi