Perawatan kebersihan mulut atau oral care pada pasien dengan penurunan kesadaran yang dirawat lama di ICU telah dikaitkan dengan penurunan kolonisasi bakteri patogen dan risiko komplikasi seperti pneumonia aspirasi atau ventilator-associated pneumonia. Oral care juga dapat mempertahankan kelembapan jaringan oral, mencegah terbentuknya lesi mukosa, serta menghilangkan plak sehingga dapat menurunkan risiko infeksi sistemik dan karies gigi.[1,2]
Penurunan Kesadaran dapat Meningkatkan Risiko Infeksi Nosokomial
Pada pasien dengan penurunan kesadaran, mekanisme pertahanan alami rongga mulut mengalami gangguan akibat berkurangnya refleks menelan dan batuk, penurunan produksi saliva, serta ketidakmampuan melakukan kebersihan mulut secara mandiri. Kondisi ini menyebabkan akumulasi plak dan debris yang menjadi tempat kolonisasi bakteri patogen, yang berpotensi menyebabkan infeksi.
Seiring waktu, mikroorganisme tersebut dapat mengubah komposisi flora normal rongga mulut menjadi lebih patogenik. Ketika sekret oral atau orofaring yang telah terkontaminasi teraspirasi ke saluran napas bawah, terutama pada pasien yang menggunakan intubasi endotrakeal atau ventilator mekanis, bakteri dapat mencapai paru-paru dan memicu pneumonia aspirasi maupun ventilator-associated pneumonia (VAP).
Selain itu, kerusakan mukosa akibat kebersihan mulut yang buruk dapat menjadi pintu masuk mikroorganisme ke sirkulasi darah (bakteremia), sehingga meningkatkan risiko infeksi sistemik, terutama pada pasien dengan kondisi kritis atau sistem imun yang lemah.[1-8]
Manfaat Oral Care pada Pasien dengan Penurunan Kesadaran
Perawatan kebersihan rongga mulut atau oral care merupakan bagian penting dari perawatan suportif pada pasien dengan penurunan kesadaran. Manfaat dari penerapan oral care antara lain:
Menurunkan Risiko Ventilator-Associated Pneumonia (VAP)
Rongga mulut merupakan salah satu reservoir utama bakteri patogen penyebab VAP. Biofilm yang terbentuk pada gigi, lidah, dan mukosa rongga mulut dapat teraspirasi ke dalam saluran napas bawah, terutama pada pasien yang menggunakan ventilator mekanis.
Terdapat meta analisis yang menunjukkan bahwa pembersihan mekanis menggunakan sikat gigi, termasuk kombinasi dengan cairan chlorhexidine sesuai indikasi, efektif menurunkan risiko VAP pada pasien dengan penurunan kesadaran.[2,6]
Mengurangi Kolonisasi Mikroorganisme Patogen
Menjaga kebersihan rongga mulut dapat mengurangi akumulasi plak dan biofilm sehingga jumlah bakteri patogen di dalam rongga mulut dapat ditekan. Penurunan jumlah dan kolonisasi bakteri berperan penting dalam mengurangi risiko infeksi nosokomial pada pasien dengan penurunan kesadaran.[6,7]
Menjaga Kesehatan Jaringan Rongga Mulut
Pembersihan rongga mulut secara rutin membantu mencegah berbagai komplikasi lokal seperti gingivitis, stomatitis, kandidiasis oral, serta mengurangi risiko xerostomia akibat penurunan produksi saliva, terapi oksigen, atau penggunaan medikasi tertentu.[7,8]
Meningkatkan Kenyamanan Pasien
Selain mencegah infeksi, menjaga kebersihan rongga mulut pada pasien dengan penurunan kesadaran dapat membantu menjaga kelembapan mukosa dan bibir, mengurangi bau mulut, serta meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani perawatan.[8]
Cara Melakukan Oral Care pada Pasien dengan Penurunan Kesadaran
Belum ada pedoman baku maupun konsensus khusus mengenai cara terbaik dalam melakukan perawatan kebersihan rongga mulut atau oral care bagi pasien dengan penurunan kesadaran. Meski demikian, terdapat prinsip-prinsip perawatan kebersihan rongga mulut yang sering digunakan dalam penelitian dan di praktik klinis:
- Lakukan penilaian rongga mulut sebelum tindakan untuk menilai kondisi mukosa bibir, lidah, gigi, gingiva, kolonisasi plak, perdarahan, lesi, atau tanda infeksi.
- Posisikan pasien dengan kepala dielevasikan 30–45°, apabila tidak terdapat kontraindikasi, untuk membantu mengurangi risiko aspirasi selama prosedur perawatan.
- Gunakan alat suction ukuran kecil bila tersedia untuk membersihkan sekret sebelum, selama, dan setelah prosedur perawatan pembersihan rongga mulut
- Bersihkan gigi menggunakan sikat gigi berbulu halus dan kepala yang kecil, dengan frekuensi 2 kali/hari. Pembersihan mekanis merupakan metode yang paling efektif untuk menghilangkan akumulasi plak.
- Bersihkan mukosa bukal, lidah, palatum, dan gingiva menggunakan kasa atau foam swab yang dibasahi air steril atau larutan salin. Foam swab sebaiknya digunakan sebagai pelengkap, bukan pengganti sikat gigi dalam membersihkan plak.
- Berikan gel pelembap bibir dan mukosa untuk mencegah ulserasi pada mukosa rongga mulut.
- Dokumentasikan hasil penilaian dan tindakan yang telah dilakukan, termasuk kondisi rongga mulut serta respons pasien terhadap prosedur perawatan.[2,6-8]
Frekuensi optimal melakukan oral care pada pasien dengan penurunan kesadaran belum diketahui pasti. Meski demikian, beberapa tinjauan menyarankan agar penilaian kondisi rongga mulut dilakukan setiap pergantian shift jaga; penyikatan gigi dengan sikat berbulu halus dilakukan sebanyak minimal dua kali sehari; serta pemberian pelembab bibir dilakukan sesuai kebutuhan dan indikasi pasien (bisa setiap 2 jam sekali jika perlu).[2,6,9]
Kesimpulan
Pasien dengan penurunan kesadaran yang dirawat lama di ICU mengalami peningkatan risiko infeksi nosokomial, termasuk pneumonia aspirasi dan ventilator-associated pneumonia. Berbagai studi menunjukkan bahwa perawatan kebersihan rongga mulut atau oral care pada populasi pasien tersebut dapat mengurangi risiko infeksi nosokomial dan diharapkan akan menurunkan morbiditas pasien.
Oral care dilakukan dengan penilaian rongga mulut, diikuti dengan pembersihan sekret menggunakan suction ukuran kecil bila tersedia. Selanjutnya, bersihkan gigi menggunakan sikat berbulu halus dan berkepala kecil, setidaknya 2 kali/hari. Hal lain yang juga perlu dilakukan adalah membersihkan mukosa bukal, lidah, palatum, dan gingiva menggunakan kasa yang dibasahi air steril atau larutan salin. Jangan lupa pula untuk memberikan gel pelembap bibir dan mukosa untuk mencegah ulserasi di rongga mulut.
