Hipertensi di Praktik Sehari-hari: Kapan Cukup Observasi, Kapan Harus Dirujuk? - Diskusi Dokter

general_alomedika

ALO DokterHipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering ditemui di layanan primer. Walaupun tampak sederhana, keputusan klinis pada...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Hipertensi di Praktik Sehari-hari: Kapan Cukup Observasi, Kapan Harus Dirujuk?

    Dibuat kemarin, 07:11
    dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
    dr.Taufik Hidayat, SpJP, FIHA
    Dokter Spesialis Jantung

    ALO Dokter

    Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan yang paling sering ditemui di layanan primer. Walaupun tampak sederhana, keputusan klinis pada pasien hipertensi sering kali tidak hanya bergantung pada angka tekanan darah, tetapi juga pada kondisi klinis dan faktor risiko pasien secara keseluruhan.

    Langkah awal yang penting adalah memastikan diagnosis hipertensi sudah tepat. Pengukuran tekanan darah sebaiknya dilakukan dengan teknik yang benar dan dikonfirmasi pada kunjungan yang berbeda, kecuali bila tekanan darah sangat tinggi atau disertai gejala kegawatan.

    Pasien dengan hipertensi derajat 1 yang asimtomatik, tanpa kerusakan organ target dan tanpa faktor risiko kardiovaskular yang bermakna, umumnya masih dapat dikelola di layanan primer. Pendekatan awal meliputi edukasi dan modifikasi gaya hidup, seperti pengurangan asupan garam, penurunan berat badan, aktivitas fisik teratur, dan berhenti merokok, dengan pemantauan tekanan darah secara berkala.

    Rujukan perlu dipertimbangkan bila tekanan darah sangat tinggi, terutama ≥180/120 mmHg, atau bila disertai gejala seperti nyeri dada, sesak napas, nyeri kepala berat, gangguan penglihatan, atau defisit neurologis. Kecurigaan adanya kerusakan organ target, hipertensi yang sulit dikontrol meskipun sudah menggunakan beberapa obat, serta kemungkinan hipertensi sekunder juga menjadi alasan penting untuk rujukan.

    Peran dokter umum sangat penting dalam pengendalian hipertensi jangka panjang. Edukasi, follow-up rutin, dan penyesuaian terapi secara bertahap merupakan kunci untuk mencegah komplikasi kardiovaskular di kemudian hari.