Intubasi Pasien Sesak dan Gelisah yang Tidak Didapatkan Akses Vena - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokterIzin bertanya dokter sekalian. Di IGD saya mendapatkan kasus pasien sesak dan gelisah.TTV didapatkan TD 200/115 mmHg, HR 112 x/menit, RR 36...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Intubasi Pasien Sesak dan Gelisah yang Tidak Didapatkan Akses Vena

    Dibalas 3 jam yang lalu
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter

    Izin bertanya dokter sekalian. Di IGD saya mendapatkan kasus pasien sesak dan gelisah.

    TTV didapatkan TD 200/115 mmHg, HR 112 x/menit, RR 36 x/menit, S 36,7, SpO2 70% dengan O2 NRM 15 lpm.

    Dari pemeriksaan fisik didapatkan Thorax rhonki basah halus +/+ disertai wheezing +/+. Akral dingin (+/+/+/+) sianosis (+/+/+/+)

    Pasien saya rencanakan intubasi, tapi karena akses vena sulit, intubasi jadi tertunda. Pada pasien-pasien tersebut langkah apa yg sebaiknya dilakukan untuk melakukan sedasi ya dok? Atau memang kita harus melakukan akses vena dulu dengan iv canul atau vena seksi?

    Terima kasih dokter

3 jam yang lalu

ALO Dokter.

Kemungkinan diagnosis pada kasus ini yaitu edema paru kardiogenik akut. Hal ini ditandai dengan: 

  • TD 200/115 mmHg ( hipertensi emergensi)
  • Ronki basah bilateral
  • SpO₂ 70% meski NRM 15 lpm
  • Akral dingin, sianosis → gagal jantung akut dengan hipoperfusi


Berikut beberapa diagnosisnya:

  1. Asma berat /PPOK Eksaserbasi ditandai dengan Mengi (+), Respirasi Rate yang tinggi. Namun ronki basah + hipoksia berat lebih mendukung edema paru
  2. Acute Respiratory Distress Syndromet (ARDS)

Jika ada sepsis/infeksi berat (belum ada data pendukung)

3. Emboli paru masif ditandai dengan hipoksia berat dan gelisah, tetapi ronki basah tidak khas.


Masalah utama pada kasus ini: 

  1. Airway tidak aman
  2. Hipoksia refrakter
  3. Afterload ekstrim tinggi
  4. Perfusi perifer yang buruk
  5. Sulitnya akses Intravena


Tata laksana selanjutnya tergantung pada sumber daya yang tersedia.

  1. Mulai ventilasi non-invasif dengan CPAP -  dapat meningkatkan oksigenasi dan menghindari intubasi, atau menjadi jembatan menuju intubasi. 
  2. Masukkan infus intravena (IV) menggunakan protokol "IV sulit" lokal yang mungkin meliputi: 

a. Infus IV yang dipandu USG, 

b. Infus IV vena femoralis - dari arteri femoralis, vena besar superfisial, gunakan kanula berdiameter besar 14, 16 atau 18G. Dapat digunakan sebagai infus IV normal untuk jangka pendek dan jangka waktu yang lebih lama meningkatkan masalah infeksi sehingga rencanakan untuk dilepas ketika akses IV perifer telah dibuat, 

c. Jarum intraosseus. 

3. Jika opsi di atas tidak tersedia, maka mungkin perlu dilakukan intubasi dengan sedasi intramuskular (IM) menggunakan obat-obatan yang dapat diberikan secara IM dengan andal seperti Ketamin. Siapkan obat resusitasi untuk diberikan secara IM dan tulis dosis adrenalin, dll.