Alur penanganan putus NAPZA - Diskusi Dokter

general_alomedika

Alo dokter, saya kerja di klinik pratama bpjs....ada pasien yg mengaku kejang2 sampai mulut berbusa sudah berulang kali, dia mengaku pernah konsumsi napza...

Diskusi Dokter

  • Kembali ke komunitas
  • Alur penanganan putus NAPZA

    Dibalas 30 Mei 2026, 07:17
    Anonymous
    Anonymous
    Dokter Umum

    Alo dokter, saya kerja di klinik pratama bpjs....ada pasien yg mengaku kejang2 sampai mulut berbusa sudah berulang kali, dia mengaku pernah konsumsi napza (tidak tahu jenis apa) thn 2013 dan berhenti sendiri.

    Kalo kasus begini, harusnya bgmn alurnya ya dok? Secara KU udh kaya org sakaw/beler (maaf ini saya bnrn ga paham hrs nulis apa)...

    Sementara setahu saya, bhkn percobaan bundir atau melukai diri sndri ndak di tanggung bpjs...

    Dia ngakunya cm tkng parkir, sdh saya refer ke SpKJ namun trkendala krn ksus tsb adl gejala putus napza...

    Mhn pencerahannya dok...terimakasih 🙏

26 Mei 2026, 22:19
Izin menjawab dokter, semua tergantung pemeriksaan klinis dokter saat dilokasi. Jika benar upaya bunuh diri, atau karna penggunaan napza atau ketergantungan rokok (semua akibat yg disengaja) mohon maaf dokter penggunaan BPJS tidak dapat digunakan.Dan untuk ranah nya jika rancu apakah akibat keracunan atau sakaw bisa di rujuk ke IGD jika kondisi mengancam nyawa atau ke penyakit dalam secara umum terlebih dahulu dan rawat bersama dengan dokter jiwa.Semoga cukup membantu ya dokter 🙏
27 Mei 2026, 19:39
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Mksd saya, alurnya bgmn dok utk "menolong" org yg nampaknya tidak mampu secara finansial, ntah ini gejala putus atau ketergantungan napza disamping fakta bhwa bpjs tidak mau mengcover bhkn sekalipun dia pengin sembuh....kita arahkan ke dinsos masa? Setau saya ini ranah SpKJ, namun tdk bs dicover bpjs...😅
27 Mei 2026, 22:13
Izin menjawab dokter, untuk kasus gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat dalam hal ini NAPZA memang tidak ditanggung BPJS, tetapi untuk penanganan gejala kejang seperti yang dokter tuliskan di atas harusnya bisa tercover BPJS di IGD karena termasuk kegawatdaruratan. Setelah pasien stabil, untuk penanganan secara komprehensif (ketergantungan) nya dapat dilakukan di IPWL (Institusi Penerima Wajib Lapor) Kemenkes dan nantinya akan dilakukan asesmen terlebih dahulu untuk mengetahui derajat ketergantungan dan terapi putus zat yang akan diberikan sesuai dengan NAPZA yang disalahgunakan.
28 Mei 2026, 20:26
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Ijin dok, wktu dtg ke klinik, os ini cm ngaku abis kejang..bkn dlm posisi kejang, dan ga ada pendamping jg yg antar...
Saya tidak tahu lapor ke ipwl itu sprt apa...blm pernah...hanya saya rujuk ke SpKJ tp g bs diberi obat pake bpjs....lalu ke SpN, tdk tahu disana diapain 😅
30 Mei 2026, 07:17
dr.Rhapsody Karnovinanda, SpKJ
dr.Rhapsody Karnovinanda, SpKJ
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa
kl ada ide bundir, pakai diagnosis depresi berat aja dok refer ke spkj nya. bisa ditanggung bpjs. riw napzanya gausah masuk rujukan. nanti spkj nya bakal eksplor lbh dalam terkait hal tsb.
27 Mei 2026, 19:40
Betul dok , bisa dilaporkan ke dinsos atau BNN daerah  ..... Karna tetap membutuhkan rehabilitasi 🙏
29 Mei 2026, 09:19
Posisikan kasus ini sebagai "Pasien Kejang Gawat Darurat", bukan "Pasien Sakaw". Lakukan stabilisasi jalan napas, berikan obat anti-kejang, lalu buat rujukan darurat ke IGD Rumah Sakit terdekat demi keselamatan nyawa pasien. Masalah riwayat NAPZA adalah data sekunder yang akan digali lebih dalam oleh dokter spesialis di RS setelah pasien sadar dan stabil.
29 Mei 2026, 14:56
Anonymous
Anonymous
Dokter Umum
Maaf, dok...pasien tsb hanya mengaku pernah kejang....bukan dalam posisi kejang saat dtg ke klinik. Setau saya, jika itu bnr2 kejang pun, blm tntu bs pake bpjs d ugd, krn itu disebut cm riwayat, bkn dlm kondisi bnr mengancam nyawa pd saat itu. Koreksi bila salah berkaitan dg regulasi bpjs tsb. BTK.