alo dokter sejawat semua,semakin maraknya pemberitaan mengenai covid19, apakah masih ada kemungkinan untuk mendiagnosis bandingkan seseorang dengan penyakit...
mers vs covid19 - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
mers vs covid19
alo dokter sejawat semua,
semakin maraknya pemberitaan mengenai covid19, apakah masih ada kemungkinan untuk mendiagnosis bandingkan seseorang dengan penyakit mers. seperti diketahui kedua penyakit ini disebabkan oleh satu keluarga virus corona. jika seseorang dengan riwayat berpergian ke luar negeri apakah seseorang dapat didiagnosis banding dengan covid19 dan mers? jika iya, dalam klinisnya kemungkinan mana yang lebih parah? terimakasih πππ
Alo dr. Amirrudin!
Menurut saya, untuk gejala kedua penyakit tersebut hampir sama yaitu flu like syndrome untuk mengetahui etiologinya, perlu bertanya mengenai riwayat perjalanan pasien.
MERS-CoV perlu dicurigai pada pasien dengan gejala flu like symptoms yang berpergian ke negara Timur tengah atau ada kontak dengan unta atau orang yang berpergian dari Timur tengah.
Sedangkan pada COVID-19, perlu dicurgai pada pasien dengan gejala flu like symptoms yang berpergian ke Cina maupun pasien yang pernah kontak dengan pasien COVID-19.
Untuk membedakannya diperlukan pemeriksaan RT-PCR.
Dari sumber ini (https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS2213-2600(20)30076-X/fulltext) mengatakan, temuan patologi pada pasien dengan COVID-19 serupa dengan MERS-CoV maupun SARS, dengan tambahan spesiem biopsi hati pasien COVID-19 memperlihatkan adanya mircovesicular steatosis moderat dan aktivitas lobular dan portal yang ringan. Hal ini diduga disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 atau drug induce liver injury.
Dokter bisa membaca lebih mengenai MERS-CoV dan COVID-19 di Alomedika. Berikut sumber yang dapat dokter baca:
https://www.alomedika.com/penyakit/penyakit-infeksi/mers/diagnosis
https://www.alomedika.com/pedoman-praktis-skrining-dan-penanganan-awal-infeksi-novel-coronavirus
https://www.alomedika.com/klorokuin-fosfat-dan-redemsivir-sebagai-terapi-covid-19
Semoga membantu dok.
Alo Dok,
Sebagai tambahan, bisa dicurigai mengalami infeksi corona jika muncul keluhan demam atau batuk pasca mengunjungi negara terdampak corona yakni: Singapura, Hongkong, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Taiwan, Jerman, Australia, Vietnam, USA, UAE, Prancis, Makau, UK, Makay, Kanada, Italia, Filipina, India, Rusia, Spanyol, Nepal, Kamboja, Belgia, Finlandia, Swedia, Srilanka.
Selengkapnya di: https://www.worldometers.info/coronavirus/
Alo Dok,
Sebagai tambahan, bisa dicurigai mengalami infeksi corona jika muncul keluhan demam atau batuk pasca mengunjungi negara terdampak corona yakni: Singapura, Hongkong, Thailand, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Taiwan, Jerman, Australia, Vietnam, USA, UAE, Prancis, Makau, UK, Makay, Kanada, Italia, Filipina, India, Rusia, Spanyol, Nepal, Kamboja, Belgia, Finlandia, Swedia, Srilanka.
Selengkapnya di: https://www.worldometers.info/coronavirus/
Alo dr. Amirrudin!
Menurut saya, untuk gejala kedua penyakit tersebut hampir sama yaitu flu like syndrome untuk mengetahui etiologinya, perlu bertanya mengenai riwayat perjalanan pasien.
MERS-CoV perlu dicurigai pada pasien dengan gejala flu like symptoms yang berpergian ke negara Timur tengah atau ada kontak dengan unta atau orang yang berpergian dari Timur tengah.
Sedangkan pada COVID-19, perlu dicurgai pada pasien dengan gejala flu like symptoms yang berpergian ke Cina maupun pasien yang pernah kontak dengan pasien COVID-19.
Untuk membedakannya diperlukan pemeriksaan RT-PCR.
Dari sumber ini (https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS2213-2600(20)30076-X/fulltext) mengatakan, temuan patologi pada pasien dengan COVID-19 serupa dengan MERS-CoV maupun SARS, dengan tambahan spesiem biopsi hati pasien COVID-19 memperlihatkan adanya mircovesicular steatosis moderat dan aktivitas lobular dan portal yang ringan. Hal ini diduga disebabkan oleh infeksi SARS-CoV-2 atau drug induce liver injury.
Dokter bisa membaca lebih mengenai MERS-CoV dan COVID-19 di Alomedika. Berikut sumber yang dapat dokter baca:
https://www.alomedika.com/penyakit/penyakit-infeksi/mers/diagnosis
https://www.alomedika.com/pedoman-praktis-skrining-dan-penanganan-awal-infeksi-novel-coronavirus
https://www.alomedika.com/klorokuin-fosfat-dan-redemsivir-sebagai-terapi-covid-19
Semoga membantu dok.