ALO Dokter.Nyeri dada adalah keluhan yang sering ditemui di praktik dokter umum dan sering menimbulkan kekhawatiran, baik bagi pasien maupun dokter....
Nyeri Dada di Layanan Primer: Jantung atau Bukan? - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Nyeri Dada di Layanan Primer: Jantung atau Bukan?
ALO Dokter.
Nyeri dada adalah keluhan yang sering ditemui di praktik dokter umum dan sering menimbulkan kekhawatiran, baik bagi pasien maupun dokter. Tantangan utamanya adalah menentukan apakah nyeri tersebut berasal dari jantung atau penyebab lain yang relatif lebih aman, dalam waktu yang terbatas.
Langkah pertama yang penting adalah menilai kondisi umum pasien. Bila nyeri dada disertai sesak berat, keringat dingin, tekanan darah tidak stabil, atau pasien tampak sangat sakit, kondisi tersebut harus diperlakukan sebagai kegawatdaruratan dan segera dirujuk.
Secara klinis, nyeri dada akibat jantung umumnya terasa seperti ditekan, tertindih, atau berat, sering berlokasi di dada tengah atau kiri, dan dapat menjalar ke lengan kiri, leher, atau rahang. Keluhan sering muncul saat aktivitas atau stres dan membaik dengan istirahat. Sebaliknya, nyeri dada non-jantung biasanya terasa tajam, terlokalisir, berubah dengan posisi atau pernapasan, dan dapat dipicu oleh gerakan tertentu.
Faktor risiko kardiovaskular tetap perlu menjadi pertimbangan utama. Usia lanjut, merokok, hipertensi, diabetes, dislipidemia, obesitas, serta riwayat penyakit jantung meningkatkan kemungkinan nyeri dada berasal dari jantung, meskipun keluhannya tidak selalu khas.
Pemeriksaan fisik sederhana dan EKG 12 sadapan, bila tersedia, sangat membantu. Temuan seperti perubahan segmen ST, inversi gelombang T yang dinamis, atau aritmia signifikan merupakan tanda bahaya. Namun perlu diingat bahwa EKG normal tidak sepenuhnya menyingkirkan penyakit jantung, terutama pada fase awal.
Beberapa penyebab non-jantung yang sering meniru nyeri jantung antara lain gangguan saluran cerna seperti refluks asam lambung, nyeri muskuloskeletal, dan gangguan kecemasan. Diagnosis penyebab non-jantung sebaiknya ditegakkan setelah penyebab jantung disingkirkan.
Dalam praktik sehari-hari, prinsip yang aman adalah tidak ragu untuk merujuk pasien dengan nyeri dada yang mencurigakan ke arah jantung. Peran dokter umum bukan menegakkan diagnosis akhir, melainkan memastikan pasien berisiko tinggi mendapatkan evaluasi dan penanganan yang tepat waktu.
Semoga informasi ini bermanfaat buat kita semua. Amiiin.