ALO DokterIzin dok. Sy tidak berdiskusi mengenai tata laksana namun mengenai ttg cara mengambil keputusanSaya adlh dokter di RS kecil dg SDA yg terbatas. Ada...
Pengambilan keputusan penanganan fraktur compresi cranium di RS tanpa Sp. BS - Diskusi Dokter
general_alomedikaDiskusi Dokter
- Kembali ke komunitas
Pengambilan keputusan penanganan fraktur compresi cranium di RS tanpa Sp. BS
ALO Dokter
Izin dok. Sy tidak berdiskusi mengenai tata laksana namun mengenai ttg cara mengambil keputusan
Saya adlh dokter di RS kecil dg SDA yg terbatas. Ada pasien KLL dtg dg cedera kepala + bleeding aktif di luka belakang kepala. Px tampak mengantuk dan sy kesulitan menilai GCS karena pasien ternyata bisu dan tuli
Dari pemeriksaan fisik (sy curiga ada fraktur decompresi), mempertimbangkan kesadaran px dan mempertimbangkan di RS saya tidak ada Sp. BS, sy menawarkan ke keluarga ada 2 opsi:
(1) rujuk ke RS tipe B dg Sp.BS yg berjarak sekitar 15 menit dari RS kami dg proses yg cukup lama (karena tentu harus stabilisasi, konsul, dan mencari rujukan)
(2) keluarga membawa px sendiri ke RS tersebut
Keluarga menyetujui membawa sendiri px ke RS tsb dan sudah tanda tangan surat pernyataan akan membawa px sendiri ke RS tsb.
Saya jujur masih merasa bersalah, apakah keputusan saya sudah tepat? Saya merasa setidaknya sy harus stabilisasi awal sesuai algoritma
Tapi SDA di RS sy sendiri juga tidak mumpuni
Mohon saran apa yg harus saya lakukan agar pengambilan keputusan sy lebih baik ke depannya
Terima kasih
Terkait statement dokter "Mohon saran apa yg harus saya lakukan agar pengambilan keputusan sy lebih baik ke depannya"... Kalo menurut hemat saya, jika dihadapkan pada dilema klinis: Pertimbangkan mana pilihan yang menurut penilaian dokter punya manfaat lebih besar dari risiko (efek samping atau komplikasi) bagi pasien kita.
Itu usul sederhana saya, dok, karena setiap kasus pasien pasti berbeda-beda dan pasti ada pertimbangan klinis maupun non-klinisnya masing-masing.
Jadi, jika dihadapkan pada kasus apapun, selalu lakukan saja yang menurut dokter lebih banyak manfaat/kelebihannya dibandingkan risikonya (ratio risk-benefit) untuk pasien. Kalau ada keraguan, saya rasa lumrah bagi kita sebagai manusia...
Dokter juga bisa manfaatkan tools AI, dok, untuk membantu keputusan klinis dokter.
Good luck ya, dok! Semangat!