Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Pemfigoid Bulosa annisa-meidina 2025-10-23T11:18:35+07:00 2025-10-23T11:18:35+07:00
Pemfigoid Bulosa
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Pemfigoid Bulosa

Oleh :
dr.Dizi Bellari Putri
Share To Social Media:

Menurut data epidemiologi, pemfigoid bulosa memiliki insiden global sekitar 34,2 kasus per 1 juta orang-tahun. Angka insidensi dilaporkan lebih tinggi di Eropa dibandingkan di Asia seperti Indonesia. Pemfigoid bulosa lebih banyak ditemukan pada individu lanjut usia dibandingkan kelompok usia yang lebih muda.[1,4,5,9]

Global

Insiden global pemfigoid bulosa bervariasi namun umumnya rendah dan berbeda secara geografis. Tingkat insidensi secara global diperkirakan sekitar 34,2 kasus per 1 juta orang-tahun. Insiden dilaporkan lebih tinggi di Eropa dengan jumlah 10,3 kasus per 1 juta orang, dibandingkan Asia dengan 5,6 kasus per 1 juta orang.

Penyakit ini seringkali dialami oleh pasien usia lanjut dan jarang dijumpai pada pasien anak. Individu berusia >80 tahun berisiko 6 kali lipat untuk mengalami kondisi ini dibanding usia 60–69 tahun. Tidak ada perbedaan signifikan terkait prevalensi kondisi ini pada wanita dibanding pria.[1,4,5,9]

Indonesia

Belum ada data angka kejadian pemfigoid bulosa nasional di Indonesia. Berdasarkan sebuah studi kecil di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pemfigoid bulosa merupakan diagnosis penyakit autoimun bula kedua terbanyak selama kurun waktu 2011–2018. Rerata usia pasien adalah 60 tahun, dengan sebagian besar pasien datang dengan keluhan erupsi bula (67,4%), terutama di ekstremitas bawah (48,8%).[11]

Mortalitas

Pemfigoid bulosa memiliki tingkat morbiditas dan mortalitas signifikan, terutama pada pasien lansia dengan komorbiditas kronis. Lesi kulit dan pruritus meningkatkan risiko infeksi sekunder dan gangguan kualitas hidup. Mortalitas umumnya berkaitan dengan komplikasi infeksi, sepsis, efek samping terapi imunosupresif, dan eksaserbasi penyakit sistemik

Angka mortalitas 1 tahun diperkirakan berkisar 23,5 %, dipengaruhi oleh faktor usia pasien, komorbiditas, serta gangguan neurologis. Kadar antibodi anti-BP180 sirkulasi yang tinggi dan keterlibatan mukosa juga berkorelasi dengan luaran yang lebih buruk.[9,12]

Referensi

1. Baigrie D, Nookala V. Bullous Pemphigoid. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535374/
4. Pratasava V, Sahni VN, Suresh A, Huang S, Are A, Hsu S, Motaparthi K. Bullous Pemphigoid and Other Pemphigoid Dermatoses. Medicina (Kaunas). 2021 Oct 4;57(10):1061. doi: 10.3390/medicina57101061.
5. Persson MSM, Begum N, Grainge MJ, Harman KE, Grindlay D, Gran S. The global incidence of bullous pemphigoid: a systematic review and meta-analysis. Br J Dermatol. 2022 Mar;186(3):414-425. doi: 10.1111/bjd.20743.
9. Yang X, Wei P, Wang Z. Recent advances in the genetics and innate immune cells of bullous pemphigoid. Front Immunol. 2025; https://www.frontiersin.org/journals/immunology/articles/10.3389/fimmu.2025.1530407/full
11. Kurniawan F, Arisanty R,. Karakteristik Klinikohistopatologik dan Profil Imunofluoresensi Kasus Pemfigoid bullosa di Departemen Patologi Anatomik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Tahun 2011-2018. Majalah Patologi Indonesia. 2020. https://majalahpatologiindonesia.com/p/index.php/patologi/article/download/445/315/660
12. Chen X, Zhang Y, et al. Prognostic factors for mortality in bullous pemphigoid: A systematic review and meta-analysis. PLoS ONE. 2022; https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0264705

Etiologi Pemfigoid Bulosa
Diagnosis Pemfigoid Bulosa
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 13 jam yang lalu
Bell's Palsy
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter, mohon masukan utk terapi bell's palsy....bagaimana dosis dan tapp off kortikosteroidnya ya? Terimakasih
Anonymous
Dibalas 01 Januari 2026, 20:14
Serumen telinga
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Dok, untuk telinga yg penuh serumen, apa yg bs kita lakukan? krn penuhnya bikin pasien ga nyaman. Jika pake cotton bud atau korek kuping bs membuatnya...
Anonymous
Dibalas 30 Desember 2025, 08:06
Permohonan Pendapat Mengenai Fee Non Hands-On Vaksinasinasi
Oleh: Anonymous
1 Balasan
ALO DokterMohon izin bertanya kepada rekan-rekan sejawat.Saya mendapat tawaran menjadi PJ di salah satu faskes di wilayah Jawa Barat. Faskes tersebut...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.