Diagnosis Amyloidosis
Diagnosis amyloidosis dimulai dengan kecurigaan klinis berdasarkan gejala spesifik organ dan temuan laboratorium, kemudian dilanjutkan dengan biopsi jaringan untuk mendeteksi deposit amyloid menggunakan pewarnaan Congo red. Setelah konfirmasi adanya amyloid, langkah krusial adalah menentukan tipe amyloidosis melalui uji imunohistokimia, imunofluoresensi, atau metode yang lebih akurat seperti mass spectrometry–based proteomic typing.[2,4,5,8]
Anamnesis
Pada amyloidosis, temuan anamnesis bergantung pada organ yang terdampak, sehingga gambaran keluhan sering bersifat multisistem dan progresif. Pasien dapat melaporkan gejala sistemik seperti kelelahan berat, penurunan berat badan yang tidak disengaja, serta edema perifer yang berkembang perlahan. Pada kasus amyloidosis light chain (AL), keluhan sering tidak spesifik pada fase awal, sehingga diagnosis kerap terlambat.
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)