Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pedoman Klinis Facial Fillers monika-natalia 2024-04-15T10:17:00+07:00 2024-04-15T10:17:00+07:00
Facial Fillers
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Pedoman Klinis Facial Fillers

Oleh :
dr. Devina Sagitania
Share To Social Media:

Pedoman klinis facial fillers yang perlu diingat adalah indikasinya untuk memperbaiki kontur wajah dan face rejuvenation atau meremajakan kulit. Facial fillers merupakan prosedur dermatologis invasif minimal yang dilakukan dengan injeksi filler, seperti asam hialuronat.

Teknik injeksi dalam melakukan tindakan facial fillers yang paling sering termasuk fanning, linear threading, cross–hatching, layering, dan injeksi depot. Volume injeksi sebaiknya tidak lebih dari 0,05–0,2 cm3 untuk mengurangi efek samping.[1,5,7]

Sebelum injeksi, analisis anatomi wajah perlu dilakukan, penilaian riwayat medis pasien dan kontraindikasi pasien sebelum prosedur, seperti ibu hamil dan menyusui, gangguan pembekuan darah, autoimun, alergi, serta inflamasi/alergi area suntikan, misal infeksi herpes simplex.

Referensi

1. Akinbiyi T, Othman S, Familusi O, Calvert C, Card EB, Percec I. Better Results in Facial Rejuvenation with Fillers. Plast Reconstr Surg Glob Open. 2020 Oct 15;8(10):e2763. doi: 10.1097/GOX.0000000000002763. PMID: 33173655; PMCID: PMC7647625.
5. Carpintero, et al. Dermal Fillers: Types, Indications, and Complications. Actas Dermosiiliogr. 2010;101(5):381–393
7. Goodman, et al. Facial aesthetic injections in clinical practice: Pretreatment and posttreatment consensus recommendations to minimize adverse outcomes. Australasian Journal of Dermatology (2020) 61, 217–225

(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)

Masuk atau Daftar

Masuk dengan Nomor Ponsel

atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Edukasi Pasien Facial Fillers

Artikel Terkait

  • Asam Hialuronat sebagai Dermal Filler untuk Mengatasi Kerutan
    Asam Hialuronat sebagai Dermal Filler untuk Mengatasi Kerutan
  • Meminimalkan Risiko Komplikasi Akibat Injeksi Dermal Filler
    Meminimalkan Risiko Komplikasi Akibat Injeksi Dermal Filler
  • Autologous Fat Grafting untuk Rejuvenasi Wajah
    Autologous Fat Grafting untuk Rejuvenasi Wajah
Diskusi Terbaru
dr.Herny
Dibalas kemarin, 15:19
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Transisi TTD Menjadi MMS: Praktik Baik di Pelayanan Kesehatan Primer - Rabu, 30 September 2026, Jam: 13.00-14.30 WIB
Oleh: dr.Herny
1 Balasan
ALO Dokter.MMS bukan sekadar pengganti TTD. Ini adalah langkah menuju suplementasi yang lebih optimal bagi ibu dan janin. Sudah siapkah dokter menerapkan MMS...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 10 September 2026, 11:23
Ikuti e-Course ber SKP Kemenkes - Skabies dalam Praktik Klinik: Diagnosis Akurat dan Tata Laksana Komprehensif
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
1 Balasan
ALO Dokter!Link Daftar:https://general.alomedika.com/ecourse/skabies-dalam-praktik-klinik-diagnosis-akurat-dan-tata-laksana-komprehensif Link...
Anonymous
Dibalas 10 September 2026, 13:19
Cara bleeding control sebagai langkah resusitasi pada pasien abortus/KET dengan syok hemoragik
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Izin bertanya utk pasien syok hemoragik akibat abortus/KET di IGD. Pasien tsb tentunya dipasang 2 IV line dan loading cairan kristaloid. Tapi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.