Luka bakar akibat bahan kimia diperkirakan 3% dari kasus luka bakar, yang umumnya terjadi di lingkungan rumah tangga dan industri. Pedoman klinis penanganan luka bakar kimia awal adalah menghilangkan agen kimia. Untuk itu, perlu diketahui penyebab bahan kimia yang dapat diklasifikasikan menjadi bahan asam atau basa.[1]
Epidemiologi Luka Bakar Kimia
Proporsi kejadian luka bakar kimia dari seluruh kasus luka bakar yang dirawat di rumah sakit sebenarnya tidak terlalu besar, yaitu 1‒6%. Namun, perlu diingat bahwa banyak pula kasus luka bakar kimia minor yang tidak dirawat di rumah sakit. Selain itu, luka bakar kimia juga berpotensi menimbulkan morbiditas yang berat, termasuk kerusakan mata (50,16% pada korban laki-laki).[1-4]
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)