Optimalkan Masa Kehamilan dengan Multiple Micronutrient Supplements untuk Ibu Hamil

Oleh :
dr.Bedry Qintha

Suplemen mikronutrien multipel atau multiple micronutrient supplements (MMS) merupakan intervensi gizi berbasis bukti yang digunakan untuk mengoptimalkan kebutuhan nutrisi selama masa kehamilan. Nutrisi saat kehamilan sangat penting karena dapat menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan neonatus. [1]

Di negara berpendapatan rendah dan menengah, termasuk Indonesia, ibu hamil sering mengalami defisiensi gizi yang berkontribusi pada tingginya kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR), peningkatan mortalitas neonatus, malnutrisi pada anak dan stunting. Berbagai studi menunjukkan bahwa suplementasi mikronutrien multipel dapat menurunkan risiko tersebut.[1]

Optimalkan Masa Kehamilan dengan MMS

Peran Mikronutrien dalam Kehamilan

Defisiensi mikronutrien seperti zat besi, zinc, magnesium, selenium, dan vitamin D banyak ditemukan di Indonesia, dan sering berkaitan dengan asupan diet yang tidak mencukupi. Padahal, status mikronutrien yang optimal selama kehamilan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan janin, mencegah kelahiran prematur, dan mengurangi risiko komplikasi kehamilan seperti preeklampsia dan diabetes gestasional.

Defisiensi mikronutrien selama kehamilan telah dikaitkan dengan peningkatan risiko neonatus berat lahir rendah (BBLR), gangguan neurokognitif pada anak, serta peningkatan angka morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Hal ini wajar, mengingat fakta bahwa mikronutrien memiliki fungsi biologis yang berperan penting dalam mekanisme fisiologis kehamilan.

Sebagai contoh, zat besi penting untuk hematopoiesis janin, sementara zinc dan magnesium berkontribusi dalam perkembangan neurologis dan sistem imun. Selenium berperan dalam perlindungan terhadap stres oksidatif, sedangkan vitamin D mendukung pertumbuhan skeletal dan metabolisme kalsium. Defisiensi mikronutrien ini dapat mengganggu fungsi plasenta, meningkatkan stres oksidatif, serta memicu komplikasi obstetrik seperti preeklampsiakelahiran prematur, dan abortus spontan.[2,3]

Formulasi Suplemen Mikronutrien Multipel di Indonesia

Di Indonesia, suplemen mikronutrien multipel (multiple micronutrient supplement/MMS) tersedia dalam formulasi UNIMMAP (United Nations International Multiple Micronutrient Antenatal Preparation). Formulasi ini merupakan formulasi MMS spesifik yang dikembangkan oleh WHO dan termasuk dalam daftar obat-obatan esensial, yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial, yang di dalamnya sudah terkandung zat besi dan asam folat.[4]

Tabel 1. Kandungan Mikronutrien dalam Formulasi UNIMMAP

Mikronutrien Kandungan dalam Formulasi UNIMMAP
Asam Folat 400 µg
Zat Besi 30 mg
Vitamin A 800 µg
Vitamin B3 18 mg
Vitamin B1 1,4 mg
Vitamin B2 1,4 mg
Vitamin B6 1,9 mg
Vitamin B12 2,6 µg
Vitamin C 70 mg
Vitamin D 200 IU
Vitamin E 10 mg
Zinc 15 mg
Selenium 65 µg
Tembaga 2 mg
Iodium 150 µg

Sumber: dr. Bedry Qintha, 2025.[4,5]

Efikasi dari MMS telah didukung oleh banyak penelitian. Sebagai contoh, pada penelitian meta analisis menunjukkan bahwa konsumsi MMS selama kehamilan efektif menurunkan risiko BBLR, kelahiran prematur, dan small for gestational age (SGA) jika dibandingkan suplemen zat besi dan asam folat saja.[6]

Uji klinis terkait efikasi MMS juga sudah dilakukan di Indonesia. Dalam sebuah uji klinis acak terkontrol di Lombok, diikutkan sebanyak 31.290 wanita hamil, untuk membandingkan efikasi MMS terhadap tablet tambah darah yang berisi zat besi dan asam folat.[7]

Uji klinis ini menunjukkan bahwa neonatus dari ibu yang mengonsumsi MMS menurunkan angka mortalitas neonatus sebesar 18% jika dibandingkan dengan ibu yang mendapat Iron and Folic Acid (IFA) konsumsi. Selain itu pada penelitian ini ditemukan adanya penurunan sebesar 14% pada bayi berat badan lahir rendah dan penurunan angka ibu yang anemia sebesar 33%. [7]

Ketersediaan Suplemen Mikronutrien Multipel di Indonesia

Di Indonesia, MMS UNIMMAP telah diupayakan agar dapat tersedia dan bisa didapatkan secara gratis bagi ibu hamil yang berobat di layanan kesehatan milik pemerintah, seperti puskesmas. Izin edarnya telah diatur oleh Kementerian Kesehatan melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/1092/2024, yang mana standar formulasi yang digunakan adalah standar yang sama dengan WHO.[8]

Suplemen MMS UNIMMAP ini digunakan untuk menggantikan tablet tambah darah (kandungan utamanya zat besi dan asam folat) yang dahulu digunakan sebagai suplemen untuk ibu hamil di berbagai layanan kesehatan milik pemerintah. MMS UNIMMAP digunakan sebagai nama generik, dan tersedia dalam satu botol yang masing-masing berisi 180 tablet. [8-10]

Pada sepertiga akhir tahun 2024, suplemen ini sudah didistribusikan ke 15 provinsi di Indonesia. Selain MMS, suplemen kalsium sebesar 1,5-2,0 gram harus diresepkan. Kalsium secara signifikan menurunkan risiko preeklampsia dan morbiditas. [8-10]

Selain sudah memiliki izin edar di Indonesia, suplemen MMS UNIMMAP sudah bersertifikat halal yang telah diakui oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Kementrian Agama.[12]

Cara Penggunaan Suplemen Mikronutrien Multipel

Penggunaan MMS sebaiknya dimulai sedini mungkin pada kehamilan karena asam folat dalam MMS sangat penting untuk mencegah neural tube defect. Meskipun sulit memulai tepat saat konsepsi, penelitian menunjukkan bahwa baik memulai MMS sebelum maupun setelah 20 minggu kehamilan tetap memberikan manfaat.

Konsumsi suplemen mikronutrien multipel (MMS) setelah usia kehamilan 20 minggu lebih efektif mencegah risiko bayi kecil untuk usia kehamilan (SGA). Sebaliknya, memulai MMS sebelum 20 minggu lebih efektif menurunkan risiko kelahiran prematur. Pemilihan waktu pemberian MMS krusial untuk hasil kehamilan yang optimal.[11]

Dosis MMS yang Dianjurkan

Menurut WHO, MMS disarankan untuk dikonsumsi sepanjang kehamilan, setidaknya sebanyak 180 tablet (1 tablet/hari), sebagai bagian dari perawatan antenatal rutin. Peresepan MMS perlu disertai edukasi mengenai pola makan sehat serta cara meminimalkan efek samping agar kepatuhan ibu meningkat. Multivitamin dengan formulasi lain yang tidak mengikuti standar UNIMMAP, bukanlah pengganti MMS.[11]

Risiko Efek Samping MMS yang Ringan

Mayoritas efek samping MMS bersifat ringan. Penelitian terkait keamanan MMS tidak menunjukkan adanya peningkatan risiko kematian perinatal maupun neonatal. Efek samping yang paling umum dilaporkan adalah gangguan pencernaan ringan akibat konsumsi zat besi dalam sediaan MMS. Efek samping ini dapat diminimalkan dengan mengonsumsi MMS bersama makanan atau sebelum tidur. [11]

Kesimpulan

Konsumsi suplemen mikronutrien multipel atau multiple micronutrient supplement (MMS) pada ibu hamil telah terbukti efektif dalam menurunkan morbiditas dan mortalitas maternal maupun neonatal. Ini termasuk menurunkan risiko berat badan lahir rendah (BBLR) dan kematian bayi secara signifikan bila dibandingkan dengan suplemen zat besi dan asam folat konvensional.

Formulasi MMS yang beredar di Indonesia mengikuti formulasi standar WHO, yakni formulasi UNIMMAP (United Nations International Multiple Micronutrient Antenatal Preparation) yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial, termasuk asam folat, zat besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C, vitamin D, zinc, dan iodium. Formulasi MMS ini digunakan untuk menggantikan tablet tambah darah, yang hanya mengandung zat besi dan asam folat saja, yang sebelumnya digunakan.

Dalam program pemerintah Indonesia, MMS UNIMMAP ini bisa diberikan secara gratis kepada ibu hamil yang berobat di layanan kesehatan milik pemerintah. Satu botol sediaan MMS UNIMMAP berisikan 180 tablet, yang diharapkan akan cukup untuk dikonsumsi ibu hamil selama 6 bulan.

Referensi