Penanganan Hemoptisis di Faskes Primer

Oleh :
dr.Muhammad Ajib Nuzula, Sp.P

Penanganan hemoptisis atau batuk berdarah di faskes primer umumnya diawali dengan membedakan hemoptisis dan pseudohemoptisis. Setelah itu, untuk pasien yang benar mengalami hemoptisis, langkah tata laksana akan disesuaikan dengan seberapa besar volume darah yang hilang.[1]

Hemoptisis adalah ekspektorasi darah yang berasal dari saluran trakeobronkial atau parenkim paru. Hemoptisis bisa diklasifikasikan sebagai batuk darah masif atau tidak masif berdasarkan volume darah yang hilang. Hemoptisis masif digambarkan sebagai kehilangan darah berkisar 100–600 mL. Meskipun hemoptisis masif hanya terjadi pada 5% kasus hemoptisis, kasus ini berkaitan dengan angka kematian yang tinggi.[1]

Kondisi batuk berdarah menjadi salah satu hal yang menakutkan terutama bagi pasien, sehingga bisa menjadi tantangan tersendiri bagi dokter umum di faskes primer dalam menangani sebagai lini pertama yang menghadapi kasus batuk berdarah.[2]

Referensi