Pengaruh Nutrisi dalam Menjaga Kesehatan Rambut

Oleh :
dr.Jonathan Kurnia Wijaya, Sp.DVE, MRes, MSc

Defisiensi terhadap nutrisi tertentu dan pola diet sering dikaitkan dengan berbagai gangguan patologis pada rambut seperti alopesia androgenik (AGA), alopesia areata (AA), kebotakan pada wanita / female pattern hairloss (FPHL), dan telogen effluvium (TE). Oleh sebab itu, suplementasi nutrisi diduga dapat menjaga kesehatan rambut, meskipun bukti ilmiah yang mendukung masih kontroversial.[1]

Matriks folikel rambut terdiri dari sel-sel keratinosit yang senantiasa bermultiplikasi dan memperbaharui dirinya, menjadikanya salah satu organ yang paling aktif secara metabolik di tubuh sekaligus menjadi penanda awal apabila terjadi gangguan sistemik seperti defisiensi nutrisi. Pada dasarnya, faktor yang mempengaruhi kesehatan rambut bersifat multifaktorial. Ini mencakup faktor genetik, perubahan epigenetik, gaya hidup, stress, radiasi ultraviolet, serta nutrisi.[1,2]

Pengaruh Nutrisi dalam Menjaga Kesehatan Rambut

Peran Makanan dan Pola Diet Terhadap Kesehatan Rambut

Dalam memastikan keberhasilan terapi pada berbagai gangguan rambut, selain tata laksana farmakologis dan prosedur invasif seperti transplantasi rambut yang merupakan standar baku emas pengobatan, intervensi nutrisi juga harus dipertimbangkan sebagai bagian dari skrining dan tata laksana alopesia, terutama untuk kasus-kasus dengan etiologi yang belum dapat dipastikan.

Salah satu tantangan utama dalam meneliti secara definitif peran nutrisi pada kesehatan rambut adalah banyaknya faktor yang mempengaruhi, mulai dari asupan nutrisi, variasi genetik, perbedaan sosial-budaya, serta keterbatasan faktor ekonomi yang mengganggu akses terhadap makanan. Hal ini menjadikan studi terkait peran nutrisi yang bersifat multidimensional terhadap kesehatan rambut masih sangat terbatas.[3]

Diet Yang Diduga Dapat Meningkatkan Kesehatan Rambut

Sebuah studi epidemiologi dengan metode Mendelian randomization di Britania Raya terkait peran pola diet terhadap alopesia non-sikatrikal melaporkan adanya efek protektif terhadap rambut pada subjek penelitian yang mengonsumsi bahan pangan yang kaya akan komponen antioksidatif seperti polifenol. Studi lain juga menemukan korelasi positif antara konsumsi sayuran seperti brokoli, kubis, dan kol, serta produk-produk berbasis kacang kedelai terhadap perbaikan kerontokan rambut.[4]

Diet Yang Diduga Berkaitan Dengan Kerontokan Rambut

Sebaliknya, beberapa variasi pola diet seperti tingginya konsumsi alkohol, diet tinggi glikemik, serta konsumsi makanan ultra processed food (UPF) dikaitkan sebagai faktor risiko yang dapat mencetuskan dan memperparah alopesia androgenik (AGA) dan alopesia areata (AA). Diet tinggi glikemik yang berlangsung kronik dilaporkan dapat memperparah AGA melalui peningkatan resistensi insulin yang mempercepat proses miniaturisasi folikel rambut serta meningkatkan sintesis hormon androgen.

Selain itu, konsumsi UPF yang yang bersifat inflamatif dikaitkan dengan peningkatkan risiko respon autoimun yang dapat memperparah kondisi seperti AA dan telogen effluvium (TE). Konsumsi alkohol juga dapat menyebabkan malabsorbsi mikronutrien yang diduga mempengaruhi kesehatan rambut seperti zink dan biotin, imbalans hormonal, serta disfungsi liver sehingga memperparah kebotakan.[3]

Kadar protein juga memainkan peran penting dalam kesehatan rambut. Salah satu gejala klinis dari kondisi malnutrisi protein kronis, seperti marasmus yang rentan terjadi pada anak-anak, adalah rambut yang tipis, rapuh, dan kusam, yang secara klinis bermanifestasi sebagai TE. Gambaran klinis ini diikuti perubahan mikorskopik rambut, di mana gambaran folikel tampak lebih atrofi.[5]

Penggunaan Suplementasi Nutrisi Untuk Kesehatan Rambut

Saat ini tersedia banyak sekali produk suplementasi yang tersedia di pasaran dan dipercaya oleh masyarakat karena klaim dapat memperbaiki kesehatan rambut. Produk-produk ini dipercaya dapat menjadi alternatif pengobatan permasalahan rambut untuk pasien-pasien yang khawatir akan efek samping dari pengobatan konvensional yang tersedia seperti minoksidil dan finasterid.

Meski demikian, regulasi serta efektivitas produk-produk suplementasi dan yang serupa di Indonesia masih belum jelas. Walau begitu, banyak dokter yang juga pada praktiknya sering meresepkan berbagai suplemen sebagai bagian dari tata laksana kebotakan dan kerontokan rambut sebagai terapi adjuvan. Suplementasi vitamin B merupakan golongan yang paling sering diresepkan.[6]

Keuntungan dari pemberian suplementasi adalah mudahnya akses terhadap produk-produk ini dibandingkan dengan terapi farmakologis konvensional. Keuntungan lain adalah profil keamanan yang relatif lebih baik dengan efek samping yang jarang dilaporkan. Meski demikian, perlu diketahui pemberian suplemen bukan tanpa risiko efek samping. Beberapa studi melaporkan kelebihan mikronutrien, seperti vitamin A, vitamin E, dan selenium justru dapat menyebabkan alopesia dan juga bersifat toksik.[1,6]

Zat Besi

Zat besi adalah komponen penting hemoglobin serta menjadi kofaktor enzim ribonukleotida reduktase yang berperan dalam meregulasi berbagai gen yang memengaruhi pertumbuhan rambut. Menurut WHO, anemia akibat defisiensi zat besi diperkirakan terjadi pada hampir 30% populasi global dan mayoritas kasusnya sering tidak terdiagnosis.[3,7,8]

Satu studi menunjukan perbedaan signifikan kadar serum ferritin antara subjek sehat dengan subjek yang mengalami alopesia difus. Penemuan ini juga diikuti dengan data bahwa pasien dengan alopesia difus yang mendapatkan iron replacement therapy atau terapi zat besi mengalami perbaikan klinis yang signifikan.[8]

Anemia defisiensi besi ditandai dengan kadar serum feritin <30ng/L dan skrining kadar serum feritin disarankan untuk dilakukan pada populasi rentan yang mengalami permasalahan kerontokan dan penipisan rambut, seperti anak-anak dan wanita premenopausal. Sebuah studi di Taiwan juga mendapatkan bahwa pasien dengan defisiensi besi memiliki kemungkinan lebih besar mengalami defisiensi nutrisi lain seperti zink.[9,10]

Vitamin B

Vitamin B merupakan mikronutrien yang umum dipercaya mempengaruhi kesehatan rambut dan suplementasinya banyak diresepkan oleh dokter untuk berbagai permasalahan rambut, mulai dari vitamin B12, vitamin B5, dan vitamin B6. Meski umum diresepkan, studi tentang efektivitas monoterapi vitamin B belum pernah dilaporkan, dan studi terkait manfaatnya masih dilaporkan dengan kombinasi terapi farmakologis konvensional atau kombinasi dengan suplementasi lain.[6]

Vitamin B5 diduga mempengaruhi kesehatan rambut melalui efek antioksidan, antinflamasi, serta kemampuan regenerasi sel dermal papila rambut melalui modulasi ekspresi vascular endothelial growth factor (VEGF) dan Insulin-like-Growth-Factor-1 (IGF1). Di sisi lain, vitamin B6 diduga berpengaruh positif terhadap rambut melalui metabolisme asam amino homosistein, sintesis neurotransmiter serta regulasi hormon serotonin dan norepinefrin yang memperpanjang fase anagen rambut.[11]

Vitamin B12 berperan dalam sintesis DNA dan diduga bermanfaat untuk proliferasi sel dermal papila rambut. Peran vitamin B12 terhadap kesehatan rambut masih belum jelas. Satu studi melaporkan bahwa 10% pasien AGA mengalami defisiensi vitamin B12. Namun, studi-studi lain tidak mendapatkan korelasi yang bermakna antara defisiensi vitamin B12 terhadap kesehatan rambut.[5,11,12]

Vitamin D

Beberapa studi telah melaporkan bahwa terdapat perbedaan signifikan kadar serum 25-hidroksivitamin D pasien kontrol dengan yang mengalami kebotakan difus. Intervensi dengan suplementasi vitamin D juga dilaporkan memberikan perbaikan signifikan pada AA, AGA, dan TE. Dalam sebuah tinjauan sistematik, 40 subjek wanita dengan TE dilaporkan mengalami perbaikan pada kepuasan secara subjektif (85%) dan perbaikan pada tes tarik rambut (82,5%).[6,8]

Secara teori, pemberian vitamin D bersama dengan vitamin B6 dan biotin, dapat membantu dalam regulasi hormon androgen, meningkatkan sintesis keratin yang menjadi bahan utama pembentuk folikel rambut, serta aktivasi berbagai faktor pertumbuhan yang menjaga kesehatan rambut.[13]

Zink

Belum ada korelasi definitif antara zink dan alopesia. Meski demikian, zink adalah mikronutrien yang berperan penting dalam perbaikan sel-sel di dalam tubuh, termasuk regenerasi folikel rambut melalui peningkatan sintesis protein dan asam nukleat. Pasien-pasien AA dan TE dikorelasikan dengan kadar zink <70ug/dl. Mekanisme lain peran zink terhadap kesehatan rambut diduga dipengaruhi oleh enzim zink superokisda dismutase dan tembaga yang dapat menurunkan stress oksidatif dan kerusakan pada folikel rambut.[6,8]

Suplementasi Antioksidan

Stres oksidatif dipostulasikan menjadi salah satu etiologi berbagai kelainan rambut seperti AA, TE dan AGA. Karenanya, banyak suplementasi antioksidan yang beredar di pasar dan diiklankan dapat bermanfaat untuk berbagai permasalahan rambut.

Kandungan seperti vitamin A, vitamin C, vitamin E, selenium, karotenoid, dan kurkumin umum diresepkan. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa dosis yang terlalu tinggi dapat bersifat toksik dan malah berefek negatif terhadap rambut.[6,13]

Suplemen Nutrisi Lain

Penyakit rambut yang disebabkan oleh reaksi autoimun seperti AA pada folikel rambut dilaporkan mengalami perbaikan setelah penggunaan suplemen natural yang mengandung total glycosidesofpaeony (TGPC) dan compound glycyrrhizin tablets (CGT) melalui modulasi aktivasi sel-T.[6]

Selain itu, beberapa suplemen berbasis nabati dan hewani juga telah diteliti dan dilaporkan dapat memperbaiki AGA melalui kontrol kadar dihidrotestosteron (DHT). Hal ini dicapai dengan menghambat enzim 5-alfa redukatase yang mengkonversi testosteron menjadi DHT. Beberapa contoh suplemen tersebut adalah Saw palmetto / Serenoa repens, South African wild ginger, dan minyak biji labu.[13]

Sebuah studi terkait minyak biji labu, yang mengandung β-sitosterol, asam lemak seperti asam linoleat dan asam alfa-linoleat, serta zink pada 76 pasien AGA, melaporkan perbaikan klinis melalui inhibisi enzim 5-alfa reduktase setelah konsumsi haran 400 mg selama 6 bulan dengan peningkatan hitung rambut sebesar 40%.[14]

Adakah Bukti Ilmiah Kuat Mengenai Efikasi Suplemen Nutrisi Untuk Kesehatan Rambut?

Sebuah tinjauan sistematik mengevaluasi efikasi dan keamanan berbagai intervensi nutrisi pada pasien dengan alopecia tanpa defisiensi nutrisi dasar. Peneliti melakukan pencarian literatur di basis data MEDLINE, Embase, dan CINAHL hingga Oktober 2021. Dari total 6347 artikel, hanya 30 studi yang memenuhi kriteria, terdiri dari 17 randomized controlled trials (RCT), 11 studi non-RCT, dan 2 case series.

Dalam tinjauan sistematik ini, tidak ada intervensi berbasis diet murni yang memenuhi kriteria, sehingga fokus utama adalah pada suplemen nutrisi. Kualitas studi dinilai menggunakan kriteria Oxford Centre for Evidence-Based Medicine, dengan luaran berupa perbaikan klinis kerontokan rambut baik secara objektif maupun subjektif.

Hasil tinjauan menunjukkan bahwa beberapa suplemen seperti zinc, tocotrienol, dan pumpkin seed oil memiliki potensi manfaat berdasarkan bukti dengan kualitas relatif lebih tinggi dibandingkan intervensi lain, meskipun tetap bervariasi antar studi. Efek samping yang dilaporkan umumnya ringan dan jarang. Namun, secara keseluruhan kualitas bukti masih terbatas karena heterogenitas desain studi, ukuran sampel yang kecil, dan tidak konsistennya hasil.[6]

Kesimpulan

Berbagai defisiensi nutrisi telah dikaitkan dengan kerontokan rambut. Atas dasar itu, suplementasi beberapa jenis nutrien diduga dapat meningkatkan kesehatan rambut.

Terdapat studi yang mengindikasikan manfaat dari suplementasi zinc, tocotrienol, pumpkin seed oil, dan lainnya dalam meningkatkan kesehatan rambut. Namun, secara umum, basis bukti yang ada masih kurang kuat. Terdapat banyak variasi dalam desain studi yang tersedia, ukuran sampel kecil, dan hasil yang didapat juga masih berbeda-beda. Walau demikian, perlu dicatat pula bahwa suplementasi nutrisi umumnya aman dan tidak menghasilkan efek samping bermakna.

Uji klinis lebih lanjut, yang dilakukan dengan pembutaan ganda, jumlah sampel yang besar, dan parameter luaran yang bermakna secara klinis masih diperlukan sebelum rekomendasi kuat mengenai suplementasi nutrisi untuk kesehatan rambut dapat dilakukan.

Referensi