Peranan Kombinasi Asam Azelaic dan Asam Salisilat pada Tata Laksana Akne

Oleh :
dr. Fresa Nathania Rahardjo, M.Biomed, Sp.KK

Peranan kombinasi bahan aktif asam azelaic dan asam salicylic dalam tata laksana akne menjadi semakin penting karena kemampuannya menargetkan berbagai jalur patogenesis secara simultan. Asam azelaic bekerja melalui efek antibakteri dan antiinflamasi, sedangkan asam salisilat berperan sebagai keratolitik dan komedolitik yang efektif.[1,2,7,15,16]

Kombinasi kedua bahan ini memungkinkan intervensi pada hiperkeratinisasi, kolonisasi bakteri, produksi sebum, dan inflamasi secara bersamaan. Studi menunjukkan bahwa pendekatan multifaktoral dapat memberikan hasil klinis yang lebih optimal dibandingkan monoterapi. Oleh karena itu, kombinasi ini menjadi salah satu strategi rasional dalam terapi  jerawat.[1,7,8,9,10,15]

Peranan Kombinasi Asam Azelaic dan Asam Salisilat pada Tata Laksana Akne

Rekomendasi Tata Laksana Topikal pada Akne

Pendekatan terapi jerawat berbasis derajat keparahan dan tipe lesi. Agen topikal menjadi kunci dalam tata laksana akne. Jenis agen topikal yang sering digunakan antara lain retinoid, benzoil peroksida, antibiotik topikal, asam salisilat dan asam azaleat. Pemberian agen topikal direkomendasikan menggunakan pendekatan terapi kombinasi. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas terapi dan mengurangi resistensi antibiotik.[8,22]

Berdasarkan pedoman yang ada di Indonesia, lini pertama agen topikal pada akne ringan hingga sedang yaitu retinoid, benzoil peroksida atau antibiotik topikal seperti eritromisin dan klindamisin. Selain itu direkomendasikan menggunakan kombinasi dari ketiga agen tersebut. Akne berat direkomendasikan menggunakan antibiotik topikal atau benzoil peroksida.[22]

Lini kedua agen topikal pada akne ringan hingga berat direkomendasikan menggunakan asam salisilat dan asam azaleat. Pada lini ketiga agen topikal pada akne ringan hingga berat direkomendasikan menggunakan dapson dan klaskoteron. Antibiotik sistemik hanya diberikan pada akne sedang hingga berat.[22]

Asam Azelaic

Asam azelaic merupakan golongan asam dikarboksilat bekerja melalui efek antibakteri, antiinflamasi, dan komedolitik. Aktivitas antibakteri terjadi melalui gangguan metabolisme bakteri. Selain itu, asam azelaic memberikan efek antiinflamasi melalui penurunan reactive oxygen species (ROS) sehingga dapat mengurangi hiperpigmentasi pascainflamasi.[7,9,10]

Azeclair™ atau Potassium Azeloyl Diglycinate merupakan turunan dari asam azelaic yang memiliki sifat larut dalam air sehingga ada peningkatan bioavailabilitas dibandingkan dengan asam azelaic. Selain itu, toleransi kulit jauh lebih baik pada Azeclair™.[13]

Asam Salisilat

Asam salisilat merupakan golongan asam beta-hidroksi dengan sifat lipofilik. Mekanisme kerja utamanya adalah keratolitik dan komedolitik. Asam salisilat menyebabkan eksfoliasi stratum korneum karena dapat menurunkan kohesi keratinosit. Selain itu, asam salisilat memiliki efek antiinflamasi ringan. Studi prospektif menunjukkan penggunaan asam salisilat mampu menurunkan produksi sebum dan transepidermal water loss (TEWL) serta meningkatkan  hidrasi kulit.[22,15]

Kolaborasi Asam Azelaic dan Asam Salisilat dalam Tata Laksana Akne

Kolaborasi asam azelaic dan asam salisilat memberikan efek sinergis. Asam azelaic menargetkan inflamasi dan bakteri, sedangkan asam salisilat menargetkan keratinisasi dan meningkatkan eksfoliasi. Kombinasi ini meningkatkan penetrasi, efektivitas terapi serta memperbaiki barrier kulit.[7,9,15,16]

Hay et al melakukan studi dengan randomized controlled trial (RCT) yang melibatkan 34 pasien akne sedang hingga berat. Studi dilakukan dengan membandingkan penggunaan trichloroacetic acid (TCA) dan kombinasi asam salisilat dan asam azelaic dalam terapi acne. Hasil menunjukkan ada perbaikan pada jumlah lesi inflamasi dan non inflamasi pada kedua bahan. Kombinasi asam salisilat dan asam azelaic memberikan perbaikan klinis yang nyata karena memiliki efek yang sinergi. Serta, menurunkan risiko hiperpigmentasi akibat penggunaan TCA karena efek pencerah kulit dari asam azelaic.[23]

Kesimpulan

Tata laksana akne memerlukan pendekatan multimodal untuk meningkatkan efektivitas terapi sekaligus mengurangi risiko resistensi antibiotik. Terapi topikal menjadi pilar utama pengobatan akne, di mana kombinasi beberapa agen aktif direkomendasikan untuk memberikan hasil yang lebih optimal daripada monoterapi.

Terapi pilihan untuk tata laksana akne yang efektif adalah kombinasi terapi topikal azeclair dan asam salicylic. Kedua bahan ini bekerja secara sinergi dalam memperbaiki lesi inflamasi maupun non-inflamasi pada akne, sehingga memberikan perbaikan klinis yang lebih baik dan komprehensif. Terapi topikal azeclair dan asam salicylic ini menjadi opsi/pilihan lain dari asam azelaic yang biasa diresepkan dokter.

Referensi