Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pedoman Klinis Dekompresi Jarum general_alomedika 2026-01-30T13:57:14+07:00 2026-01-30T13:57:14+07:00
Dekompresi Jarum
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Pedoman Klinis Dekompresi Jarum

Oleh :
dr. Novita
Share To Social Media:

Pedoman klinis tindakan dekompresi jarum adalah suatu upaya untuk mengeluarkan udara atau dekompresi udara pada ruang intrapleura, terutama pada kasus tension pneumothorax. Indikasi absolut dekompresi jarum yaitu apabila saturasi oksigen pasien di bawah 92% meskipun telah diberikan oksigen high-flow, tekanan darah sistolik di bawah 90 mmHg, laju napas yang sebelumnya cepat lebih dari 35 kali/menit menjadi lambat, dan penurunan kesadaran.

Tindakan ini bersifat menyelamatkan nyawa sehingga secara umum tidak ada kontraindikasi dari tindakan ini. Namun, perlu diingat bahwa penusukan jarum sebaiknya tidak dilakukan pada kulit yang infeksi atau mengalami abses. Penusukan juga perlu hati-hati pada pasien dengan gangguan koagulasi.[1,2,4]

Terdapat perubahan lokasi anatomis insersi pada dekompresi jarum menurut pedoman Advanced Trauma Life Support edisi ke-10. Penusukan direkomendasikan dilakukan pada sisi anterior dari linea midaksila di intercostal space (ICS) 5, karena secara anatomis lebih aman, risiko perdarahan lebih rendah, dan sama dengan lokasi pemasangan chest tube atau kateter interkostal.[6,11]

Dekompresi jarum dinyatakan berhasil apabila tension pneumothorax berubah menjadi simple pneumothorax. Selanjutnya, untuk tata laksana definitif perlu dilakukan pemasangan chest tube atau kateter interkostal yang nantinya akan terhubung dengan water seal drainage (WSD).

Hati-hati terhadap komplikasi-komplikasi yang mungkin terjadi selama proses tindakan dekompresi jarum seperti perdarahan akibat cedera pada pembuluh darah di sekitar lokasi insersi, hemothorax, cedera pada saraf atau neuralgia pada lokasi tusukkan, dan cardiac tamponade. Hindari pula melakukan tindakan yang tidak steril, karena bisa menyebabkan komplikasi berupa pneumonia dan empiema pada pasien.[1,4,5,12-15]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. Wernick B, Hon HH, Mubang RN, et al. Complications of needle thoracostomy: A comprehensive clinical review. Int J Crit Illn Inj Sci. 2015; 5(3): 160–169.
2. Kim J, Jeong J, Cho SJ, et al. Needle decompression for trauma patients: chest wall thickness and size of the needle. J Korean Soc Traumatol. 2010; 23(2): 63-67.
4. Dezube R. How To Do Needle Thoracostomy. 2025. https://www.msdmanuals.com/professional/pulmonary-disorders/how-to-do-pulmonary-procedures/how-to-do-needle-thoracostomy
5. Abdelrahman H, Atique S, Kloub AG, et al. Needle Decompression Causing Pericardial and Pulmonary Artery Injuries in Patients With Blunt Trauma: Two Case Reports and Literature Review. J Investig Med High Impact Case Rep. 2023 Jan-Dec;11:23247096231211063. doi: 10.1177/23247096231211063.
6. American College of Surgeons. Advanced Trauma Life Support: Tenth Edition. 2018. http://bulletin.facs.org/2018/06/atls-10th-edition-offers-new-insights-into-managing-trauma-patients/#Chapter_4_Thoracic_Trauma
11. Beckett A, Savage E, Pannell D, Acharya S, Kirkpatrick A, Tien HC. Needle decompression for tension pneumothorax in Tactical Combat Casualty Care: do catheters placed in the midaxillary line kink more often than those in the midclavicular line? J Trauma. 2011; 71(5): 408–12.
12. Zahoor BA, Scalea TM, Noorbakhsh MR, Bruns BR. Penetrating cardiac injury as the result of prehospital needle decompression. Heart Lung Circ. 2015; 24(1): e69-e72
13. Waydhas C, Sauerland S. Pre-hospital pleural decompression and chest tube placement after blunt trauma: A systematic review. Resuscitation. 2007; 72: 11–25.
14. Fitzgerald M, Mackenzie CF, Marasco S, Hoyle R, Kossmann T. Pleural decompression and drainage during trauma reception and resuscitation. Injury. 2008; 39: 9–20
15. Kwiatt M, Tarbox A, Seamon MJ, et al. Thoracostomy tubes: A comprehensive review of complications and related topics. Int J Crit Illn Inj Sci. 2014; 4:143–55

Edukasi Pasien Dekompresi Jarum

Artikel Terkait

  • Penggunaan Chest Tube Drainage VS Aspirasi Jarum Pada Kasus Primary Spontaneous Pneumothorax
    Penggunaan Chest Tube Drainage VS Aspirasi Jarum Pada Kasus Primary Spontaneous Pneumothorax
Diskusi Terbaru
dr.Meidina
Dibalas 3 jam yang lalu
Salah Edukasi, Kaki Pengkor Jadi Konsekuensinya!
Oleh: dr.Meidina
1 Balasan
ALO Dokter.Orang tua dari pasien balita usia 14 bulan datang untuk melakukan konsultasi terkait kaki anaknya yang baru belajar jalan. Telapak kakinya tampak...
dr.Eurena Maulidya
Dibalas kemarin, 15:30
Ikuti Channel "Hidung Lega & Nyeri Teratasi" dan Dapatkan ALOMEDIKA POINT
Oleh: dr.Eurena Maulidya
1 Balasan
ALO Dokter.Mau Alomedika Point gratis? Ikuti channel "Hidung Lega & Nyeri Teratasi" di aplikasi ALOMEDIKA.Ikuti langkah berikut:Klik link ini (dari...
dr.Romzan Alfiriza Robby
Dibalas 22 jam yang lalu
Karier Non-Klinis bagi Lulusan S1 Kedokteran (MD)
Oleh: dr.Romzan Alfiriza Robby
1 Balasan

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.