Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Perikardiosentesis annisa-meidina 2024-10-01T09:45:08+07:00 2024-10-01T09:45:08+07:00
Perikardiosentesis
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Pendahuluan Perikardiosentesis

Oleh :
dr. Qorry Amanda, M.Biomed
Share To Social Media:

Perikardiosentesis atau pericardiocentesis adalah prosedur evakuasi cairan dari ruang perikardium jantung secara perkutan. Perikardiosentesis dilakukan pada kasus efusi perikardium dan tamponade jantung, baik bertujuan untuk diagnosis ataupun terapi. Perikardiosentesis dilakukan dengan memasukkan jarum melalui kulit pada ruang interkostal kiri menuju ruang perikardium, di bawah panduan ultrasound atau fluoroskopi.[1,2]

Indikasi dilakukannya perikardiosentesis dapat dikategorikan menjadi indikasi diagnostik atau terapeutik. Untuk indikasi diagnostik, perikardiosentesis digunakan untuk mengetahui penyebab efusi melalui pemeriksaan cairan yang dievakuasi. Untuk indikasi terapeutik, perikardiosentesis dapat meredakan gejala terkait efusi perikardium dan tamponade jantung, seperti nyeri dada, sesak napas, dan gangguan hemodinamik.[1]

Heart,Attack,Acute,Chest,Pain,Injury,Difficulty,Breathing,Fat,Pads

Tidak ada kontraindikasi absolut untuk pemeriksaan perikardiosentesis. Pasien dengan tamponade perikardium akan membutuhkan intervensi segera, sehingga perikardiosentesis bisa bersifat life-saving. Namun, diseksi aorta, infark miokard, dan koagulopati dianggap sebagai kontraindikasi relatif, sehingga manfaat dan risiko harus dipertimbangkan secara seksama pada pasien dengan kondisi tersebut yang memerlukan perikardiosentesis.[2]

Komplikasi perikardiosentesis bisa mencakup terjadinya perdarahan, perforasi jantung, dan tension pneumothorax. Panduan teknik pencitraan, seperti ekokardiografi atau fluoroskopi, untuk memastikan penempatan jarum yang akurat dapat meminimalkan risiko komplikasi.[3-5]

Referensi

1. Gürz S, Deşer SB, Temel NG. Recommendations For Overcoming Difficulties In Video-Assisted Thoracoscopic Pericardial Fenestration. Ahi Evran Med J. 2022. doi:10.46332/aemj.1002463
2. Zhu Y, Zhang C, Xie Y, Sasmita BR, Xiang Z, Jiang Y, Gong M, Wang Y, Chen S, Luo S, Huang B. The safety of pericardiocentesis in patients under antithrombotic therapy: A single-center experience. Front Cardiovasc Med. 2022 Sep 21;9:1013979. doi: 10.3389/fcvm.2022.1013979.
3. Hartnett J, Armstrong R, Brandon L, et al. Percutaneous Approach to Pericardial Disease Management. In: Pericarditis - Diagnosis and Management Challenges. IntechOpen; 2023. doi:10.5772/intechopen.110635
4. Hinkelbein J, Andres J, Böttiger BW, et al. Cardiac arrest in the perioperative period: a consensus guideline for identification, treatment, and prevention from the European Society of Anaesthesiology and Intensive Care and the European Society for Trauma and Emergency Surgery. Eur J Anaesthesiol EJA. 2023;40(10):724. doi:10.1097/EJA.0000000000001813
5. Zotzmann V, Rottmann FA, Müller-Pelzer K, Bode C, Wengenmayer T, Staudacher DL. Obstructive Shock, from Diagnosis to Treatment. Rev Cardiovasc Med. 2022;23(7):248. doi:10.31083/j.rcm2307248

Indikasi Perikardiosentesis
Diskusi Terbaru
Anonymous
Dibalas 10 jam yang lalu
Penyakit Kulit di leher, mulanya seperti jerawat dan melebar sejak 1 minggu
Oleh: Anonymous
2 Balasan
ALO DokterIzin berdiskusi dokter.Pasien anak perempuan usia 3 tahun, datang ke klinik dengan keluhan sakit kulit di leher (seperti digambar). Keluhan...
Anonymous
Dibalas 09 April 2026, 20:35
Kecukupan SKP ranah C
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, untuk kecukupan SKP ranah C pengabdian masyarakat apakah boleh misalnya melakukan penyuluhan di sekolah? Adalah format sertifikat yang harus kita...
Anonymous
Dibalas 10 April 2026, 07:45
Jamaah haji riwayat suntik kb 1 bulan dan ingin menunda haid sekaligus mempercepat haid
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter. Mohon izin bertanya dok, calon jamaah haji usia 41 tahun mau tidak haid full selama di Madinah Makkah. *Riwayat suntik kb 1 bulan, terakhir...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.