Diagnosis Makrosomia
Diagnosis makrosomia bersifat prediktif, yang mana penilaian dilakukan melalui kombinasi anamnesis faktor risiko maternal, pemeriksaan tinggi fundus uteri, serta estimasi berat janin menggunakan ultrasonografi (USG). Tidak ada metode tunggal yang dapat mendiagnosis makrosomia secara pasti sebelum lahir, sehingga keputusan klinis perlu mempertimbangkan temuan obstetri dan kondisi maternal-fetal masing-masing pasien.[1,12,20]
Anamnesis
Tujuan anamnesis pada ibu hamil adalah menilai probabilitas janin besar (suspek makrosomia) dan mengidentifikasi faktor risiko yang mungkin terlibat. Pada tahap ini, pertanyaan utama yang perlu ditanyakan pada pasien meliputi riwayat diabetes pada ibu, termasuk ada tidaknya pre-existing diabetes mellitus, diabetes gestasional, riwayat pengobatan terutama yang berkaitan dengan metformin dan insulin, serta hasil HbA1c terbaru jika tersedia.
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)