Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Indikasi Kateterisasi Uretra Pada Pria general_alomedika 2025-03-17T13:09:10+07:00 2025-03-17T13:09:10+07:00
Kateterisasi Uretra Pada Pria
  • Pendahuluan
  • Indikasi
  • Kontraindikasi
  • Teknik
  • Komplikasi
  • Edukasi Pasien
  • Pedoman Klinis

Indikasi Kateterisasi Uretra Pada Pria

Oleh :
dr.Wendy Damar Aprilano
Share To Social Media:

Indikasi kateterisasi uretra terbagi menjadi dua, yaitu indikasi diagnostik dan indikasi terapi. Untung mencegah terjadinya komplikasi, seperti catheter-associated urinary tract infection (CAUTI), pemasangan kateter uretra hanya boleh dilakukan jika terdapat indikasi medis, dan sebaiknya terpasang dalam durasi sesingkat mungkin.[1,3]

Indikasi Diagnostik

Indikasi diagnostik kateterisasi uretra adalah sebagai berikut:

  • Mengambil spesimen urin tanpa terkontaminasi
  • Monitoring dari produksi urin (urine output), sebagai indikator status cairan dan menilai perfusi renal, terutama pada pasien kritis
  • Pemeriksaan radiologi pada saluran kemih
  • Diagnosis dari perdarahan saluran kemih, atau obstruksi saluran kemih, misalnya striktur atau hipertrofi prostat, yang ditandai dengan kesulitan memasukkan kateter

Indikasi Terapi

Kateterisasi uretra juga dapat dilakukan atas indikasi terapi, misalnya pada kondisi berikut:

  • Retensi urin akut, misalnya pada benign prostatic hyperplasia, bekuan darah, gangguan neurogenik, atau obstruksi kronik yang menyebabkan hidronefrosis

  • Inkontinensia urin yang tidak tertangani dengan terapi lainnya, sehingga dapat menyebabkan iritasi pada kulit sekitar kemaluan, serta untuk dekompresi intermiten pada gangguan neurogenic bladder

  • Inisiasi irigasi kandung kemih berkelanjutan
  • Memelihara higienitas pada pasien yang memerlukan tirah baring/bedrest dalam waktu lama
  • Tindakan bedah urologi[1,5,6]

Indikasi Kateterisasi yang Tidak Tepat

Di rumah sakit, kateterisasi uretra seringkali dilakukan tanpa indikasi yang tepat, dan terpasang pada pasien dalam waktu yang lebih lama dari seharusnya. Untuk menurunkan kejadian komplikasi, seperti infeksi saluran kemih, pemeriksaan harian terhadap kateter indwelling penting untuk dilakukan. Pelepasan kateter juga harus dilakukan segera, setelah tidak diperlukan lagi.[10–12]

 

 

 

 

Direvisi oleh: dr. Livia Saputra

Referensi

1. Shlamovitz GZ. Urethral Catheterization in Men. Medscape. 2021. https://emedicine.medscape.com/article/80716-overview
3. Gilbert B, Naidoo TL, Redwig F. Ins and outs of urinary catheters. Australian Journal of General Practitioner. 2018. 47(30); 132-136.
5. Department of Emergency Medicine University of Ottawa. Urinary Catheter Insertion. Updated 2003. http://www.med.uottawa.ca/procedures/ucath/.
6. Cravens DD and Zweig S. Urinary Catheter Management. Am Fam Physician. 15 Januari 2000: 61(2); p. 369-376. http://www.aafp.org/afp/2000/0115/p369.html.
10. Schaeffer AJ. Placement and management of urinary bladder catheters in adults. Uptodate. 2021.
11. Fakih MG, Watson SR, Greene MT, Kennedy EH, Olmsted RN, Krein SL, Saint S. Reducing inappropriate urinary catheter use: a statewide effort. Arch Intern Med. 2012 Feb;172(3):255-60. Epub 2012 Jan 9.
12. Knoll BM, Wright D, Ellingson L, Kraemer L, Patire R, Kuskowski MA, Johnson JRReduction of inappropriate urinary catheter use at a Veterans Affairs hospital through a multifaceted quality improvement project. Clin Infect Dis. 2011 Jun;52(11):1283-90.

Pendahuluan Kateterisasi Uretra ...
Kontraindikasi Kateterisasi Uret...

Artikel Terkait

  • Penggunaan Kateter Uretra Pasca Operasi Histerektomi Radikal
    Penggunaan Kateter Uretra Pasca Operasi Histerektomi Radikal
  • Solusi Masalah Kateterisasi Uretra secara Blind
    Solusi Masalah Kateterisasi Uretra secara Blind
  • Red Flag Retensi Urine
    Red Flag Retensi Urine
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 17 Desember 2024, 09:32
Retensi urin ec susp intoksikasi asam jengkolat?
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dok, sy mau diskusi kasus unik yg sy temui di igd dok.Px laki2 usia 54 th dgn keluhan bak keluar sedikit2 sejak 12 jam terakhir. Sy dx dengan Retensi...
dr.Silvia Indriani
Dibalas 13 November 2024, 15:37
Durasi pemakaian kateter urin pada retensi urin ec ISK
Oleh: dr.Silvia Indriani
2 Balasan
Halo dok, untuk pemakaian kateter urin pada pasien ISK yang mengalami retensi urin sebaiknya dilakukan berapa lama? Apakah ada minimal waktu yang diperlukan...
Anonymous
Dibalas 22 Agustus 2024, 14:36
Timbul bintik-bintik kehitaman di ujung penis
Oleh: Anonymous
8 Balasan
Alo dokter. saya mempunyai pasien laki-laki usia 22th belum menikah. mengeluhkan timbul bintik-bintik kehitaman di ujung penisnya. dan jika pasien ereksi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.