Kontraindikasi dan Peringatan Diethylcarbamazine
Kontraindikasi diethylcarbamazine adalah pasien dengan riwayat alergi diethylcarbamazine dan ibu hamil. Peringatan penggunaan diethylcarbamazine adalah pada pasien dengan sakit berat.[1,20]
Kontraindikasi
Diethylcarbamazine dikontraindikasikan pada ibu hamil dan pasien dengan riwayat alergi terhadap obat ini atau komponen lain sediaan obat. Diethylcarbamazine juga tidak digunakan pada pasien yang mengalami koinfeksi dengan onchocerciasis.
Penggunaan diethylcarbamazine pada pasien yang mengalami koinfeksi dengan onchocerciasis dapat memicu reaksi inflamasi berat akibat kematian mikrofilaria yang beredar di jaringan mata. Reaksi tersebut berisiko menyebabkan kerusakan okular serius, termasuk perburukan gangguan penglihatan hingga kebutaan.[1,16,20]
Peringatan
Pada pasien tanpa infestasi filaria yang mendasari, diethylcarbamazine perlu diberikan secara waspada pada individu dengan riwayat kejang atau faktor predisposisi kejang karena dapat meningkatkan risiko terjadinya konvulsi.
Dalam program pemberian obat massal, penggunaan diethylcarbamazine umumnya tidak dianjurkan pada pasien yang sangat lemah (frailty), lanjut usia, atau mengalami kondisi debilitasi berat, terutama bila disertai penyakit jantung atau gangguan ginjal. Jika terdapat penyakit akut atau gangguan kesehatan lain yang menyertai, pengobatan dengan diethylcarbamazine sebaiknya ditunda hingga kondisi pasien membaik.
Lebih lanjut, karena sediaan tablet mengandung laktosa monohidrat, pasien dengan intoleransi galaktosa herediter, defisiensi laktase tipe Lapp, atau malabsorpsi glukosa-galaktosa dapat mengalami gejala intoleransi.
Pada pasien dengan infestasi filaria, kewaspadaan khusus diperlukan terutama pada infeksi Loa loa dan koinfeksi onchocerciasis. Pada infeksi Loa loa, tingginya kadar mikrofilaria dalam darah berkaitan dengan peningkatan risiko efek samping berat setelah pemberian diethylcarbamazine, termasuk komplikasi neurologis serius seperti ensefalopati dan koma.
Sementara itu, diethylcarbamazine tidak boleh diberikan pada pasien yang juga terinfeksi onchocerciasis karena dapat memicu reaksi Mazzotti berupa reaksi kulit, sistemik, dan gangguan mata akibat kematian mikrofilaria yang cepat. Jika muncul tanda hipersensitivitas pada mata, pengobatan harus segera dihentikan karena terdapat risiko kehilangan penglihatan permanen.
Selain itu, diethylcarbamazine dapat menyebabkan kantuk sementara sehingga pasien perlu diingatkan untuk berhati-hati saat mengemudi atau mengoperasikan mesin selama penggunaan obat.[1,20]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha