Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Efek Samping dan Interaksi Obat Salbutamol general_alomedika 2022-09-30T15:07:52+07:00 2022-09-30T15:07:52+07:00
Salbutamol
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan Pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Efek Samping dan Interaksi Obat Salbutamol

Oleh :
dr.Trisni Untari Dewi Sp.FK
Share To Social Media:

Efek samping salbutamol yang umum dikeluhkan adalah tremor dan sakit kepala. Salbutamol memiliki interaksi obat dengan kortikosteroid, digoxin, maupun diuretik.

Efek Samping

Salbutamol diketahui merupakan obat yang bekerja pada reseptor β1 adrenergik di jantung dan β2 di saluran napas. Namun, salbutamol memiliki selektivitas yang lebih kuat terhadap reseptor β2 di saluran napas pada penggunaan dosis kecil.

Penggunaan dosis yang lebih tinggi menyebabkan selektivitasnya hilang, sehingga memiliki risiko efek samping terhadap jantung. Efek samping yang paling sering terjadi akibat penggunaan salbutamol adalah tremo dan kecemasan apabila diberikan pada anak usia 2-6 tahun. Insomnia juga sering muncul jika diberikan pada anak usia 6-12 tahun. Risiko meningkat seiring bertambahnya dosis.[4-7]

  • Signifikan: Reaksi hipersensitivitas seperti urtikaria, angioedema, ruam, dan edema orofaringeal. Pada dosis tinggi dapat timbul hipokalemia

  • Gangguan jantung: Takikardia, palpitasi, nyeri dada. Pada kondisi jarang, dapat timbul aritmia jantung dan iskemia miokard

  • Gangguan gastrointestinal: Mual, muntah, iritasi mulut dan tenggorokan
  • Gangguan metabolisme dan nutrisi: Hiperglikemia, asidosis laktat
  • Gangguan muskuloskeletal dan jaringan ikat: Kram otot
  • Gangguan sistem saraf: Tremor, sakit kepala, pusing, mengantuk, gelisah
  • Gangguan kejiwaan: Gugup, lekas marah, insomnia
  • Gangguan pernapasan: Faringitis, rinitis, edema paru

  • Gangguan vaskular: Vasodilatasi perifer[4-8]

Interaksi Obat

Salbutamol merupakan obat golongan simpatomimetik yang mempengaruhi reseptor β adrenergik. Interaksi dapat terjadi bersama obat yang menambah ataupun mengurangi efeknya.

Obat yang Menurunkan Konsentrasi Kalium

Penggunaan salbutamol bersama obat-obat yang menurunkan konsentrasi kalium, misalnya digoxin dan furosemide, dapat meningkatkan risiko terjadinya hipokalemia.

Anestesi Halogen

Penggunaan salbutamol dengan obat anestesi halogen, seperti halothane dan isofluran, dapat meningkatkan risiko inersia uteri.

Insulin

Salbutamol dapat bertindak sebagai antagonis efek antidiabetik dari insulin.

Monoamine Oxidase Inhibitor (MAOI)

Penggunaan salbutamol dengan monoamine oxidase inhibitor (MAOI), seperti selegiline dan phenelzine, dapat memperparah efek pada kardiovaskular.

Antidepresan Trisiklik

Penggunaan salbutamol dengan antidepresan trisiklik, seperti amitriptyline dan doxepin, dapat memperparah efek kardiovaskular.

Penyekat Beta

Penggunaan bersama penyekat beta, seperti propranolol, dapat menyebabkan bronkospasme derajat berat.[5,6,12]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. DrRiawati MMedPH

Referensi

4. Kopsaftis ZA, et al. Short-acting bronchodilators for the management of acute exacerbations of chronic obstructive pulmonary disease in the hospital setting: systematic review. Systematic Reviews, 2018. 7:213. https://doi.org/10.1186/s13643-018-0860-0
5. Drugs.com. Albuterol. 2022. https://www.drugs.com/pro/albuterol.html#s-34089-3
6. MIMS. Salbutamol. 2022. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/salbutamol?mtype=generic
7. BPOM. Agonis Adrenoseptor Beta-2 Selektif. 2022. https://pionas.pom.go.id/ioni/bab-3-sistem-saluran-napas-0/31-antiasma-dan-bronkodilator/312-agonis-adrenoseptor/3121-agonis
8. Medscape. albuterol/ipratropium (Rx). 2022. https://reference.medscape.com/drug/combivent-respimat-albuterol-ipratropium-343443#10
12. Rehder K. Adjunct Therapies for Refractory Status Asthmaticus in Children. Respiratory care, 2017;62:6

Indikasi dan Dosis Salbutamol
Penggunaan Pada Kehamilan dan Ib...

Artikel Terkait

  • Panduan Klinis Evaluasi Batuk Kronik
    Panduan Klinis Evaluasi Batuk Kronik
  • Berhenti Meresepkan Salbutamol Oral
    Berhenti Meresepkan Salbutamol Oral
  • Terapi Inhalasi Nebulizer Vs MDI Spacer Sebagai Terapi Asma Akut pada Anak di Rumah
    Terapi Inhalasi Nebulizer Vs MDI Spacer Sebagai Terapi Asma Akut pada Anak di Rumah
  • Perbandingan Potensi Kortikosteroid Sistemik
    Perbandingan Potensi Kortikosteroid Sistemik
  • Penggunaan Kortikosteroid Inhalasi Dosis Tinggi pada Asma Eksaserbasi
    Penggunaan Kortikosteroid Inhalasi Dosis Tinggi pada Asma Eksaserbasi

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Rizky Setiawan Bakry, Sp.JP
Dibalas 17 Juli 2025, 23:22
Variasi beta bloker
Oleh: dr.Rizky Setiawan Bakry, Sp.JP
2 Balasan
Di dalam tubuh terdapat dua jenis reseptor beta, beta 1 dan beta 2 berikut adalah varian obat beta bloker yang selektif (hanya menghambat beta1) dan non...
dr.Dwi Putri Nurulliza
Dibalas 04 Juli 2025, 20:58
Tatalaksana PPOK Mengancam Nyawa - ALOPALOOZA Paru-paru
Oleh: dr.Dwi Putri Nurulliza
2 Balasan
Pasien laki-laki 49 tahun dibawa keluarga ke IGD dengan sesak nafas meningkat sejak 1 hari SMRS. Sesak menciut, sesak meningkat dengan aktivitas, sesak tidak...
dr. Ismayuni Sumira
Dibalas 21 Maret 2025, 11:55
PALPITASI SETELAH KONSUMSI SALBUTAMOL 4 MG
Oleh: dr. Ismayuni Sumira
9 Balasan
Alo Dokter. Selamat malam dok, pasien perempuan usia 16 tahun dengan keluhan batuk 2 hari, disertai nafas bunyi ngik, demam (-). Pasien beli obat sendiri ke...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.