Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Kontraindikasi dan Peringatan Pentoxifylline general_alomedika 2026-08-29T17:08:02+07:00 2026-08-29T17:08:02+07:00
Pentoxifylline
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Kontraindikasi dan Peringatan Pentoxifylline

Oleh :
dr.Dina Fauziah
Share To Social Media:

Kontraindikasi pentoxifilin atau pentoxifylline adalah pada pasien dengan riwayat atau risiko tinggi mengalami perdarahan serebral atau retina. Peringatan penggunaan diperlukan terkait efek kardiovaskular dan hematologi obat yang bisa fatal meskipun angka kejadiannya jarang.[1,4,5]

Kontraindikasi

Pentoxifylline dikontraindikasikan pada pasien dengan hipersensitivitas terhadap pentoxifylline atau derivat xantin lainnya, seperti kafein, teofilin, dan teobromin, karena dapat memicu reaksi alergi yang serius.

Selain itu, obat ini tidak boleh digunakan pada pasien yang mengalami perdarahan retina atau perdarahan serebral yang masih baru (recent retinal or cerebral hemorrhage) karena efek pentoxifylline terhadap viskositas darah dan fungsi hemostasis berpotensi meningkatkan risiko perdarahan atau memperburuk perdarahan yang sudah ada.[1,4,5]

Peringatan

Pada pasien dengan faktor risiko perdarahan, penurunan fungsi ginjal dan hati, serta lansia, pemberian pentoxifylline harus dilakukan secara hati-hati. Hal ini dikarenakan paparan pentoxifylline dan metabolit aktifnya dapat berisiko memperburuk kondisi pasien. Bila pasien menunjukan gejala awal anafilaksis, segera hentikan pemberian obat.[1,4,5]

Risiko Kardiovaskular

Pentoxifylline harus digunakan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki penyakit kardiovaskular, terutama penyakit arteri koroner, penyakit serebrovaskular, infark miokard akut, atau penyakit jantung koroner berat.

Meski obat ini bertujuan memperbaiki aliran darah mikrosirkulasi, penggunaan pentoxifylline dapat menyebabkan hipotensi, takikardia, aritmia, dan angina, terutama pada pasien yang sudah memiliki gangguan perfusi jantung atau otak.

Pada pasien dengan infark miokard akut atau penyakit koroner berat, peningkatan kebutuhan oksigen miokard yang dipicu oleh perubahan hemodinamik berpotensi memperburuk kondisi klinis, sehingga pemantauan ketat diperlukan selama terapi.[1,4,5]

Risiko Perdarahan

Karena pentoxifylline dapat memengaruhi sifat aliran darah dan agregasi sel darah, obat ini harus digunakan secara hati-hati pada pasien yang memiliki faktor risiko perdarahan, seperti riwayat ulkus peptikum, operasi yang baru dilakukan, penyakit ginjal kronik, atau riwayat perdarahan serebral maupun retina.

Pasien dengan kondisi tersebut dianjurkan menjalani pemantauan berkala terhadap tanda-tanda perdarahan, termasuk pemeriksaan hemoglobin dan hematokrit, terutama bila pentoxifylline digunakan bersamaan dengan antikoagulan atau antiplatelet. Munculnya perdarahan yang tidak biasa, memar spontan, melena, atau penurunan hemoglobin yang tidak dapat dijelaskan harus mendorong evaluasi ulang terapi.[1,4,5]

Reaksi Hipersensitivitas

Kasus anafilaksis akibat pentoxifylline telah dilaporkan meskipun jarang terjadi. Oleh karena itu, obat ini tidak boleh diberikan kepada pasien dengan riwayat anafilaksis terhadap pentoxifylline, dan terapi harus segera dihentikan apabila muncul tanda-tanda reaksi alergi berat.[1,4,5]

Gangguan Fungsi Ginjal dan Hati

Pentoxifylline dan metabolit aktifnya dapat mengalami peningkatan paparan pada pasien dengan gangguan ginjal maupun gangguan hati, sehingga risiko efek samping dapat meningkat. Pada pasien dengan gangguan ginjal, terutama bila laju filtrasi glomerulus menurun secara bermakna, akumulasi metabolit dapat terjadi sehingga diperlukan penyesuaian dosis dan pemantauan klinis yang lebih ketat.

Demikian pula pada pasien dengan sirosis atau penyakit hati berat (Child-Pugh C), metabolisme dan klirens obat dapat menurun sehingga kadar obat dalam tubuh meningkat. Meskipun besarnya dampak klinis belum sepenuhnya diketahui, penggunaan pentoxifylline pada kelompok ini harus dilakukan secara hati-hati.[1,4,5]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

1. ASHP. Pentoxifylline. 2025. https://www.drugs.com/monograph/pentoxifylline.html
4. Pentoxifilin (Rx). Medscape. 2026. https://reference.medscape.com/drug/trental-pentoxil-Pentoxifilin-342179.
5. Annamaraju P, Patel P, Baradhi KM. Pentoxifylline. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK559096/

Penggunaan pada Kehamilan dan Ib...
Pengawasan Klinis Pentoxifylline

Artikel Terkait

  • Perbandingan Revaskularisasi Endovaskular dan Latihan Fisik untuk Penanganan Klaudikasio Intermiten
    Perbandingan Revaskularisasi Endovaskular dan Latihan Fisik untuk Penanganan Klaudikasio Intermiten
  • Efikasi dan Keselamatan Penggunaan Kolkisin Dosis Rendah Setelah Infark Miokardium: Colchicine Cardiovascular Outcomes Trial – Telaah Jurnal
    Efikasi dan Keselamatan Penggunaan Kolkisin Dosis Rendah Setelah Infark Miokardium: Colchicine Cardiovascular Outcomes Trial – Telaah Jurnal
  • Kadar HDL Tinggi Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
    Kadar HDL Tinggi Bisa Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
  • Regresi Plak Aterosklerosis: Mungkinkah?
    Regresi Plak Aterosklerosis: Mungkinkah?
  • Apakah Semua Pasien Hiperkolesterolemia Perlu Mendapat Statin?
    Apakah Semua Pasien Hiperkolesterolemia Perlu Mendapat Statin?

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr. Bakry R.S., Sp.JP FIHA
Dibuat 10 Agustus 2025, 14:38
Pemberian Acetyl Cysteine (antioksidan) dapat menurunkan progresivitas aterosklerosis
Oleh: dr. Bakry R.S., Sp.JP FIHA
0 Balasan
ALO Dokter. Berikut saya lampirkan hasil penelitian saya terkait pemberian antioksidan (acetyl cysteine) terhadap kelompok tikus...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 29 Desember 2022, 16:17
Manfaat suplemen omega untuk pasien dengan skor kalsium tidak nol - Jantung Ask the Expert
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO dr. Farhanah SpJP(K), apakah ada manfaat suplemen omega dalam mencegah perburukan atherosklorosis koroner?Terimakasih
Anonymous
Dibalas 09 Oktober 2022, 22:26
Pasien usia 48 tahun dengan tidak nyaman ketika berdiri maupun berjalan, kaki jadi dingin bila berdiri lama
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Alo dokter, konsul pasien usia 48 tahun dengan keluhan rasa tidak nyaman bila berdiri, membaik bila duduk dan istirahat, memberat bila berjalan. Kaki pasien...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.