Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Formulasi Paroxetine annisa-meidina 2023-12-19T14:07:12+07:00 2023-12-19T14:07:12+07:00
Paroxetine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Formulasi Paroxetine

Oleh :
dr.Reni Widyastuti, Sp.FK
Share To Social Media:

Formulasi paroxetine adalah dalam bentuk tablet dan kapsul. Obat ini dapat diminum sebelum atau setelah makan. Paroxetine sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk, kering, tidak lembab pada suhu ruang antara 15–30°C. Data BPOM menunjukkan saat ini paroxetine belum tersedia di Indonesia.[1,2,8,11]

Paroxetine adalah obat selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) yang digunakan sebagai terapi beberapa gangguan jiwa, mencegah relaps gejala depresi, obsessive compulsive disorder (OCD), fobia sosial, generalised anxiety disorder, dan posttraumatic stress disorder.[2,9]

Bentuk Sediaan

Bentuk sediaan paroxetine mencakup:

  • Tablet oral: paroxetine 10, 20, 30, dan 40 mg
  • Kapsul oral: paroxetine 7,5 mg
  • Suspensi oral: paroxetine 10 mg/5 mL[1,2]

Cara Konsumsi

Paroxetine diberikan secara oral. Obat ini dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan. Untuk penggunaan paroxetine suspensi, kocok botol setiap sebelum dikonsumsi.

Obat dapat langsung ditelan atau dicampur dengan segelas kecil air putih sesaat sebelum dikonsumsi.[1,2,8,11]

Cara Penyimpanan

Paroxetine disimpan di tempat yang sejuk, kering, tidak lembab, dan dijauhkan dari jangkauan anak-anak. Obat ini sebaiknya disimpan pada suhu ruang antara 15–30°C.[8,10]

Referensi

1. Food and Drug Administration (FDA). 2021. Highlights of Prescribing Information; Paroxetine. https://www.accessdata.fda.gov/drugsatfda_docs/label/2021/020031s077lbl.pdf
2. Therapeutic of Good Administration (TGA). 2020. Australian Product Information – Apx-Paroxetine (Paroxetine (As Hydrochloride)) Tablet. https://www.ebs.tga.gov.au/ebs/picmi/picmirepository.nsf/pdf?OpenAgent&id=CP-2010-PI-01591-3
8. MIMS. 2023. Paroxetine. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paroxetine?mtype=generic
10. Drugs.com. Drug Interactions between paroxetine and St. John's wort. accessed 11 November 2023. https://www.drugs.com/drug-interactions/paroxetine-with-st-john-s-wort-1800-0-2106-0.html?professional=1
11. MIMS. 2023. Paroxetine; Patient Medicine Information. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/paroxetine/patientmedicine/paroxetine%2B-%2Boral

Farmakologi Paroxetine
Indikasi dan Dosis Paroxetine

Artikel Terkait

  • Hubungan Depresi dan Jumlah Langkah
    Hubungan Depresi dan Jumlah Langkah
  • Penilaian Risiko Pasien Bunuh Diri
    Penilaian Risiko Pasien Bunuh Diri
  • Pendekatan Penanganan Pasien Bunuh Diri
    Pendekatan Penanganan Pasien Bunuh Diri
  • Waktu dan Cara yang Tepat untuk Menghentikan Antidepresan
    Waktu dan Cara yang Tepat untuk Menghentikan Antidepresan
  • Efektivitas Kuesioner PHQ-9 Sebagai Skrining Deteksi Dini Depresi
    Efektivitas Kuesioner PHQ-9 Sebagai Skrining Deteksi Dini Depresi

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 08 Mei 2025, 18:58
Bagaimana penatalaksanaan pasien dengan penyalahgunaan narkoba
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Alo dokter, saya memiliki pasien usia 38 thn laki laki dengan penyalahgunaan narkoba ganja dan sabu beliau memiliki bpjs, pasien dengan keluhan sering sedih,...
Anonymous
Dibalas 11 Maret 2025, 00:36
Terapi depresi di Faskes Primer
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Alo Dokter, izin bertanya dokter. Bagaimana memulai terapi depresi di Puskesmas dokter dengan kriteria sudah memenuhi kriteria depresi. Ditambah lagi sudh...
dr. Uditia Alham Sakti, Sp.KJ
Dibalas 17 September 2024, 08:35
Mengenal distimia (persistent depressive disorder)
Oleh: dr. Uditia Alham Sakti, Sp.KJ
3 Balasan
Distimia, juga dikenal sebagai gangguan depresi persisten (Persistent Depressive Disorder, PDD). Distimia merupakan gangguan mood kronis yang ditandai dengan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.