Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Taeniasis general_alomedika 2022-07-20T13:53:19+07:00 2022-07-20T13:53:19+07:00
Taeniasis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Taeniasis

Oleh :
dr.Shofa Nisrina Luthfiyani
Share To Social Media:

Taeniasis adalah infeksi parasit Taenia sp. atau cacing pita pada saluran pencernaan. Ada dua jenis Taenia sp. yang banyak menyebabkan taeniasis pada manusia, yaitu Taenia solium dan Taenia saginata. Kedua spesies ini menginfeksi manusia melalui ingesti larva yang terdapat pada daging yang tidak dimasak sampai matang.

Masa inkubasi Taenia sp. adalah 2-3 bulan. Individu yang mengalami taeniasis dapat bersifat asimtomatik atau dapat mengalami gejala gastrointestinal seperti nyeri perut, kembung, diare, atau mual.

taeniasiscomp

Cacing dewasa akan menetap dan melekat pada mukosa saluran intestinal melalui kait atau penghisap yang berada di bagian kepala (skoleks). Di belakang skoleks, terdapat leher yang berfungsi untuk membentuk segmen tubuh cacing yang disebut dengan proglotid. Setiap proglotid baru yang terbentuk akan menggeser proglotid yang lebih lama ke bagian belakang. Proglotid yang matur bersifat hermaprodit dan dapat memproduksi telur. Telur dan proglotid inilah yang akan terlihat pada feses individu yang mengalami taeniasis.

Telur antar spesies Taenia sp. memiliki morfologi yang hampir serupa sehingga sulit dibedakan melalui pemeriksaan feses mikroskopik. Sedangkan proglotid antar spesies Taenia sp. lebih mudah dibedakan, sehingga menjadi dasar penentuan spesies. Selain telur dan proglotid, diagnosis taeniasis dapat ditegakkan melalui pemeriksaan ELISA untuk mendeteksi antigen dan antibodi.

Tata laksana taeniasis mencakup pemberian obat anticacing, seperti praziquantel atau niklosamid. Tata laksana suportif dan simptomatik dapat diberikan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien. [1,2]

Referensi

1. Centers for Disease Control and Prevention. Parasites – Taeniasis, Biology. 2013. Available from: https://www.cdc.gov/parasites/taeniasis/biology.html
2. Zammarchi, L., Bonati, M., Strohmeyer, M. et al. (2017). Screening, diagnosis and management of human cysticercosis and Taenia solium taeniasis: technical recommendations by the COHEMI project study group. Tropical Medicine & International Health, 22(7), 881–894. doi:10.1111/tmi.12887

Patofisiologi Taeniasis

Artikel Terkait

  • Kondisi Terkini Infeksi Cacing Di Indonesia
    Kondisi Terkini Infeksi Cacing Di Indonesia
Diskusi Terbaru
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 17 jam yang lalu
Bayi 3 hari mengeluh perut kembung dan belum mengeluarkan mekonium
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
Bayi 3 hari dibawa bidan ke rumah sakit dengan keluhan perut kembung, menangis kencang, dan katanya belum mengeluarkan mekonium dari anusnya. Berdasarkan...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas kemarin, 09:05
Tingkatkan Keterampilan Menangani Pasien Mata di IGD! Ikuti e-Course berSKP Kemenkes - Ocular Emergencies: Pengenalan Cepat, Tindakan Awal, dan Rujukan Tepat
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftar: https://alomedika.com/ecourse/ocular-emergencies-pengenalan-cepat-tindakan-awal-dan-rujukan-tepat Link LMS:...
dr.Mohamad Fakih, M.M., Sp. N., FINA
Dibalas 07 April 2026, 18:51
Tatalaksana Bell’s Palsy pada Ibu Hamil
Oleh: dr.Mohamad Fakih, M.M., Sp. N., FINA
4 Balasan
PendahuluanBell’s palsy adalah paralisis nervus fasialis perifer akut idiopatik yang ditandai dengan kelemahan otot wajah unilateral. Insidensinya meningkat...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.