Etiologi Torsio Testis
Etiologi torsio testis adalah puntiran korda spermatika sehingga aliran darah ke testis terhambat dan menimbulkan iskemia yang dapat berakhir dengan nekrosis apabila tidak segera ditangani. Faktor risiko mencakup usia muda dan adanya deformitas bell clapper.[1,2]
Torsio testis disebabkan oleh terpuntirnya korda spermatika. Kondisi ini paling sering ditemukan pada neonatus, remaja, dan dewasa muda berusia kurang dari 25 tahun. Sebagian besar kasus berhubungan dengan kelainan kongenital pada prosesus vaginalis yang menyebabkan testis memiliki mobilitas abnormal di dalam skrotum.
Awitan torsio dapat terjadi secara spontan tanpa pencetus yang jelas, namun dapat pula dipicu oleh aktivitas fisik, olahraga, gerakan mendadak, atau lebih jarang akibat trauma pada skrotum.[1,2]
Deformitas Bell-Clapper
Penyebab anatomis tersering dari torsio testis adalah deformitas bell-clapper, yaitu keadaan ketika tunika vaginalis melekat terlalu tinggi pada testis sehingga tidak menahan testis pada posisi normalnya. Dalam kondisi normal, tunika vaginalis melekat erat pada aspek posterolateral testis sehingga korda spermatika relatif tidak bergerak.
Namun pada deformitas bell-clapper, testis dapat berputar bebas di dalam tunika vaginalis dan menyebabkan puntiran korda spermatika (intravaginal torsion). Kelainan ini merupakan faktor risiko utama torsio testis pada remaja dan dewasa muda, serta bersifat bilateral pada sekitar 40% kasus sehingga kedua testis berpotensi mengalami torsio.[1,2]
Extravaginal Torsion
Pada neonatus, mekanisme yang mendasari torsio berbeda, yaitu berupa extravaginal torsion. Kondisi ini terjadi karena tunika vaginalis belum melekat sempurna pada gubernakulum sehingga seluruh kompleks yang terdiri atas testis, tunika vaginalis, dan korda spermatika dapat berputar bersama-sama.
Torsio jenis ini bahkan dapat terjadi beberapa minggu atau bulan sebelum kelahiran. Meskipun demikian, neonatus juga dapat mengalami torsio intravaginal, meskipun frekuensinya lebih rendah dibandingkan pada kelompok usia yang lebih tua.[1,2]
Faktor Risiko
Faktor risiko torsio testis antara lain adalah:
- Usia: neonatus, dewasa muda
- Kelainan struktural: deformitas bell clapper, jaringan mesorkium panjang
- Mekanik: trauma, olahraga (sepeda)
- Riwayat torsio testis sebelumnya
- Genetik: riwayat keluarga, INSL3, RXFP2
- Kelainan kongenital: testis undesensus
- Lainnya: cuaca dingin.[2,10,12]
Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha
