Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Formulasi Cotrimoxazole general_alomedika 2022-11-30T10:24:08+07:00 2022-11-30T10:24:08+07:00
Cotrimoxazole
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Pengunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Formulasi Cotrimoxazole

Oleh :
dr. Ghifara Huda SE AAAK
Share To Social Media:

Formulasi cotrimoxazole berupa 3 bentuk sediaan, yakni larutan intravena, tablet oral, dan suspensi. Cotrimoxazole adalah antibiotik yang merupakan kombinasi antara sulfamethoxazole dengan trimethoprim. Sediaan cotrimoxazole umumnya mengandung 400 mg atau 800 mg sulfamethoxazole dan 80 mg atau 160 mg trimetoprim.[3,5,7]

Bentuk Sediaan

Cotrimoxazole tersedia dalam bentuk:

  • Larutan intravena yang mengandung 400 mg sulfamethoxazole dan 80 mg trimetoprim, ataupun 800 mg sulfamethoxazole dan 160 mg trimetoprim dalam setiap 5 ml larutan
  • Tablet oral dengan dosis 400 mg sulfamethoxazole dan 80 mg trimetoprim, ataupun 800 mg sulfamethoxazole dan 160 mg trimetoprim
  • Bentuk suspensi dengan kandungan 200 mg sulfamethoxazole dan 40 mg trimetoprim dalam setiap 5 ml suspensi[3-5,7]

Cara Penggunaan

Untuk penggunaan intravena, cotrimoxazole sebaiknya diberikan dengan cara drip atau infus perlahan selama 60-90 menit. Obat diberikan setiap 6, 8, atau 12 jam. Agar terhindar dari pembentukan kristal, maka gunakanlah pelarut berupa cairan dextrose dan hindari penggunaan cairan salin normal. Penggunaan secara intravena sebaiknya melalui vena sentral dan tidak disarankan penggunaan secara intramuskular.

Cara mengonsumsi obat ini secara oral adalah ditelan utuh dengan segelas air. Obat dapat diberikan bersama atau tanpa makan terlebih dulu. Untuk sediaan suspensi oral, kocok terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.[4,5]

Cara Penyimpanan

Cotrimoxazole sebaiknya disimpan pada suhu 15-30 C. Pilih tempat penyimpanan yang terlindung dari cahaya matahari dan udara yang lembab. Selain itu, hindari menyimpan obat ini di dalam mesin pendingin.[4,5]

 

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Junita br Tarigan

Referensi

3. Medscape. Bactrim, Bactrim DS (trimethoprim/sulfamethoxazole) dosing, indications, interactions, adverse effects, and more. 2017.
4. MIMS. Sulfamethoxazole Trimethoprim. 2017.
5. FDA. Highlights of prescribing information BACTRIM (Sulfametoxazole and trimethropime) injection for intravenous use. 2017.
7. Badan Pengawas Obat dan Makanan. Kotrimoksazol (kombinasi trimethoprim dan sulfa metoksazol dengan perbandingan 1:5). Pusat Informasi Obat Nasional, 2021. http://pionas.pom.go.id/monografi/kotrimoksazol-kombinasi-trimetoprim-dan-sulfa-metoksazol-dengan-perbandingan-15

Farmakologi Cotrimoxazole
Indikasi dan Dosis Cotrimoxazole

Artikel Terkait

  • Antibiotik Profilaksis untuk Infeksi Saluran Kemih Berulang pada Anak
    Antibiotik Profilaksis untuk Infeksi Saluran Kemih Berulang pada Anak
  • Urinalisis vs Kultur Urine untuk Mendiagnosis Infeksi Saluran Kemih Anak
    Urinalisis vs Kultur Urine untuk Mendiagnosis Infeksi Saluran Kemih Anak
  • Pengambilan Sampel Urine untuk Diagnosis Infeksi Saluran Kemih pada Anak
    Pengambilan Sampel Urine untuk Diagnosis Infeksi Saluran Kemih pada Anak
  • Hindari Pemberian Antibiotik Berikut pada Pasien Hamil
    Hindari Pemberian Antibiotik Berikut pada Pasien Hamil
  • Pedoman Tata Laksana Infeksi Saluran Kemih 2024 – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Tata Laksana Infeksi Saluran Kemih 2024 – Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 28 Februari 2025, 10:00
Pemberian Cranberry untuk ISK
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Alo dok, mau menanyakan bagaimana efikasi penggunaan cranberry untuk isk, apakah bisa direkomendasikan ke pasien sebagai terapi? terima kasih dok 
dr.Silvia Indriani
Dibalas 13 November 2024, 15:37
Durasi pemakaian kateter urin pada retensi urin ec ISK
Oleh: dr.Silvia Indriani
2 Balasan
Halo dok, untuk pemakaian kateter urin pada pasien ISK yang mengalami retensi urin sebaiknya dilakukan berapa lama? Apakah ada minimal waktu yang diperlukan...
Anonymous
Dibalas 28 September 2024, 16:48
Nyeri pinggang dengan hasil urinalisa bilirubin positif 1 dan leukosituria
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dokter, izin bertanya saya mendapatkan pasien dengan keluhan nyeri pinggang dan kurang tenaga di puskesmas. Dari hasil UL didapatkan Bilirubin positif 1...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.