Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Amphotericin B general_alomedika 2022-12-27T12:17:14+07:00 2022-12-27T12:17:14+07:00
Amphotericin B
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Amphotericin B

Oleh :
dr. Bunga Saridewi
Share To Social Media:

Pengawasan klinis terhadap amphotericin B dilakukan terkait reaksi infus akut (dalam 1-3 jam setelah mulai pemberian), pemantauan efek samping, dan penyesuaian dosis.

Sebelum memulai terapi, perlu dilakukan uji intravena dosis tunggal selama 20–30 menit. Setelah itu, lakukan pengawasan terhadap suhu, denyut nadi, laju pernapasan, dan tekanan darah yang dicatat setiap 30 menit selama 2–4 jam.

Penggunaan amphotericin B dapat menyebabkan gangguan pada beberapa organ sehingga perlu dilakukan pemeriksaan laboratorium, seperti:

  • Serum elektrolit: hipomagnesemia, hipokalemia dan hiperkalemia, hipokalsemia
  • Fungsi hati: peningkatan AST, ALT, GGT, bilirubin dan alkali fosfatase
  • Fungsi ginjal: peningkatan BUN dan serum kreatinin

Disamping itu, pemeriksaan seperti hitung darah lengkap dan fungsi kardiorespirasi juga diperlukan jika dicurigai kasus overdosis. Gejala kardiorespirasi yang dapat terjadi adalah nyeri dada, sesak nafas, dan aritmia.[10,22,24]

 

 

Direvisi oleh: dr. Dizi Bellari Putri

Referensi

10. Drugs.com. Amphotericin B. 2022. https://www.drugs.com/pro/amphotericin-b.html
22. Food and Drug Administration. ABELCET. 2022.https://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/getFile.cfm?setid=5587db37-f21a-4a39-a319-e1077032ced9&type=pdf&name=5587db37-f21a-4a39-a319-e1077032ced9
24. Stanford Health Care. Amphotericin B - Liposomal [AmBisome]. 2019.http://med.stanford.edu/bugsanddrugs/guidebook/_jcr_content/main/panel_builder_1210225284/panel_0/download_1789441345/file.res/SMUG-AmphoB.pdf.

Kontraindikasi dan Peringatan Am...

Artikel Terkait

  • Pilihan Jenis Jarum untuk Pungsi Lumbal
    Pilihan Jenis Jarum untuk Pungsi Lumbal
  • Bahaya Penggunaan Douche Vagina
    Bahaya Penggunaan Douche Vagina
  • Perbandingan Efikasi Antifungal Peroral dan Intravaginal pada Kandidiasis Vulvovaginal Nonkomplikata
    Perbandingan Efikasi Antifungal Peroral dan Intravaginal pada Kandidiasis Vulvovaginal Nonkomplikata
  • Pendekatan Diagnosis pada Kasus Pruritus Vulva
    Pendekatan Diagnosis pada Kasus Pruritus Vulva
  • Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Meningitis – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Diagnosis dan Tata Laksana Meningitis – Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 07 Maret 2025, 11:11
Efektivitas tatalaksana candidiasis oral pasien HIV
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo Dokter mau tanya. Pasien hiv dgn candidiasis oral lebih efektif mana pake obat nistatin tab atau nistatin suspensi yaa ts ? Mohon pencerahannya
Anonymous
Dibalas 25 Februari 2025, 14:04
Vaksin meningitis pada bbrp kondisi khusus
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alodok, izin bertanya sebagai dokter post isip1. Bagaimana pertimbangan pemberian vaksin meningitis pd ibu hamil/menyusui yg ingin berangkat umroh/haji?2....
Anonymous
Dibalas 30 Oktober 2024, 08:03
Kejang demam pada bayi usia 2 bulan
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Halo dokter, izin bertanya pada pasien usia 2 bulan yg datang dengan keluhan kejang tiba2 saat demam, suhu 38.7, tidak disertai keluhan lain. Apakah...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.