Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Etoposide general_alomedika 2023-06-28T15:15:54+07:00 2023-06-28T15:15:54+07:00
Etoposide
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Etoposide

Oleh :
dr. Ghifara Huda SE AAAK
Share To Social Media:

Pengawasan klinis pemberian etoposide adalah untuk menghindari efek samping obat, dan pemantauan terapi. Termasuk pengawasan timbulnya gangguan ginjal, gangguan hati, dan myelosuppression. Pemeriksaan yang diperlukan meliputi monitor hematologi, liver function test (LFT), dan renal function test (RFT).[3,5,12]

Pemeriksaan  Hematologi 

Pemeriksaan hematologi diperlukan pada pasien sebelum menjalani terapi, dan rutin pada saat menjalani terapi etoposide. Pemeriksaan meliputi hitung jumlah platelet, leukosit, eritrosit, dan hemoglobin. Jika ditemukan leukopenia, neutropenia, trombositopenia, dan anemia, maka hal ini merupakan indikasi untuk menghentikan terapi etoposide hingga kadar darah kembali normal.[5,12]

Pemeriksaan Fungsi Ginjal

Pemeriksaan fungsi ginjal berupa kadar clearance creatinin penting dilakukan saat sebelum pemberian obat, dan selama menjalani terapi. Gangguan ginjal dapat mengganggu eliminasi obat, sehingga akan meningkatkan risiko toksik atau efek samping obat.

Kadar clearance creatinin di bawah 50 mL/min membutuhkan penyesuaian dosis 75% dari dosis umum. Sedangkan di bawah 15 mL/min hingga saat ini belum ada studi klinis, akan tetapi pengurangan dosis tentunya harus dipertimbangkan.[5,12]

Pemeriksaan Fungsi Hati

Pemeriksaan fungsi hati perlu dilakukan sebelum memulai terapi dan selama menjalani terapi, karena etoposide dimetabolisme di hati. Pemeriksaan kadar serum bilirubin dapat dijadikan acuan pada pengobatan pasien. Pasien dengan kadar serum bilirubin lebih dari 5 mg/dL  harus dihentikan pemberian etoposide hingga kadar kembali di bawah 5 mg/ dL.[3,6]

 

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Nomor HK.01.07/MENKES/813/2019 tentang Formularium Nasional. 2019.
5. DrugBank. Etoposide. 2023. https://go.drugbank.com/drugs/DB00773
6. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 36462, Etoposide. 2023. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Etoposide.
12. Alpsoy A, Yasa S, et al. Etoposide resistance in MCF-7 breast cancer cell line is marked by multiple mechanisms. Biomed Pharmacother. 2014 Apr;68(3):351-5. doi: 10.1016/j.biopha.2013.09.007. Epub 2014 Jan 28. PMID: 24529846.

Kontraindikasi dan Peringatan Et...

Artikel Terkait

  • Interpretasi Hitung Jenis Leukosit - Shift to the Left pada Neutrofil
    Interpretasi Hitung Jenis Leukosit - Shift to the Left pada Neutrofil
  • Interpretasi Rontgen Toraks
    Interpretasi Rontgen Toraks
  • Pemeriksaan untuk Pasien Hemoptisis
    Pemeriksaan untuk Pasien Hemoptisis
  • Red Flags Batuk Kronis
    Red Flags Batuk Kronis
  • Penanganan Hemoptisis di Faskes Primer
    Penanganan Hemoptisis di Faskes Primer

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibuat 29 Agustus 2024, 08:36
Terapi bronkopneumonia pada pasien ALL/acute lymphoid leukimia
Oleh: Anonymous
0 Balasan
Alo dokter Izin bertanya dok, untuk kasus bronkopneumonia pada pasien ALL apakah tatalaksananya sama seperti bronkopneumonia biasa? Kemudian apabila anak...
dr.Rinata Ayu Mayangsari
Dibalas 05 Agustus 2024, 22:17
Simvastatin untuk pengobatan dislipidemia pada penderita ca paru sedang kemoterapi?
Oleh: dr.Rinata Ayu Mayangsari
2 Balasan
Alo dokter. Saya dapat pasien dengan kadar kolesterol total 355 sedang menjalani kemoterapi, apakah tepat jika saya berikan simvastatin atau perlu saya rujuk...
Anonymous
Dibalas 24 Oktober 2023, 19:02
Membedakan pasien CML fase krisis dengan AML
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Alo dok, izin bertny dok pasien CML fase krisis blas bagaimana membedakan dg AML dan apa terapinya?

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.