Epidemiologi Tinea Cruris
Epidemiologi tinea cruris atau kudis di selangkang paha dilaporkan lebih tinggi pada iklim yang lembap, dan 3 kali lebih sering pada laki-laki dibandingkan perempuan. Di Indonesia, data tinea cruris secara nasional belum ada, tetapi salah satu studi di RS Dr. Cipto Mangunkusumo melaporkan penyebab tinea cruris paling sering adalah Tricophyton rubrum.[2,6]
Global
Di Amerika Serikat, tinea cruris dilaporkan mengenai 10-20% pasien yang datang ke dokter kulit. Trichophyton rubrum dan Trichophyton mentagrophyte adalah etiologi yang paling banyak dilaporkan di Asia.[2,5]
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)