Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Epidemiologi Ataksia general_alomedika 2023-03-10T10:02:54+07:00 2023-03-10T10:02:54+07:00
Ataksia
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Epidemiologi Ataksia

Oleh :
dr.Muhammad Ridwan
Share To Social Media:

Data epidemiologi menunjukan angka kejadian ataksia atau ataxia pada anak adalah 26 per 100.000 dan paling sering pada negara dengan konsanguitas yang tinggi. Perlu diingat bahwa ataksia adalah manifestasi klinis, bukan suatu diagnosis.[1,29]

Global

Studi epidemiologi global terkait ataksia memperkirakan angka kejadian ataksia sebesar 26/100.000 pada anak. Angka kejadian ataksia serebelar herediter dominan adalah sebesar 2,7/100.000, sedangkan frekuensi ataksia serebelar herediter resesif adalah 3,3/100.000.[9]

Ataksia Friedreich adalah jenis ataksia resesif autosom yang paling sering ditemui. Perkiraan insidensinya berkisar antara 1/22.000 hingga 2/100.000.[10]

Indonesia

Belum ada data epidemiologi nasional mengenai ataksia di Indonesia.

Mortalitas

Data mortalitas untuk ataksia terbatas. Akan tetapi, hasil studi oleh Micol et al. pada 240 anak usia 3–8 tahun, menemukan bahwa 20–year survival rate mencapai 53,4%. Mortalitas kebanyakan berhubungan dengan keganasan (hazard ratio, 2,7; 95% KI, 1,6–4,5) dan infeksi saluran napas (hazard ratio, 2,3; 95% KI, 1,4–3,8). Pasien dengan ataksia memerlukan rehabilitasi medik, karena dapat menyebabkan gangguan motorik seperti gangguan gait.[30]

 

 

Direvisi oleh: dr. Felicia Sutarli

Referensi

1. Ashizawa T, Xia G. Ataxia. Continuum (Minneap Minn). 2016 Aug;22(4 Movement Disorders):1208-26. doi: 10.1212/CON.0000000000000362. PMID: 27495205; PMCID: PMC5567218.
9. Salman MS. Epidemiology of Cerebellar Diseases and Therapeutic Approaches. Cerebellum. 2018 Feb;17(1):4-11. doi: 10.1007/s12311-017-0885-2. PMID: 28940047.
10. Chawla J. Friedreich Ataxia. Medscape, 2016. https://emedicine.medscape.com/article/1150420-overview#a4
29. Hafiz S, De Jesus O. Ataxia. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022 Jan-. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK562284/
30. Micol, R., Ben Slama, L., Suarez, F., Le Mignot, L., Beauté, J., et al. Morbidity and mortality from ataxia-telangiectasia are associated with ATM genotype. Journal of Allergy and Clinical Immunology, 128(2), 382–389.e1. (2011). doi:10.1016/j.jaci.2011.03.052

Etiologi Ataksia
Diagnosis Ataksia
Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA
Dibalas 13 jam yang lalu
Hanya untuk 10 Sejawat Pertama: Isi Kuesioner, Ambil Voucher Rp100.000!
Oleh: dr. ALOMEDIKA
1 Balasan
ALO Dokter. Opini medis Dokter sangat kami hargai dalam mengedukasi masyarakat untuk kesehatan yang lebih baik. Namun, untuk kesempatan kali ini, kami...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 18 jam yang lalu
Jika rasa lapar adalah penyakitnya, mengapa kita hanya mengobati berat badannya?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
😩ALO Dokter, Obesitas bukan sekadar akibat makan berlebihan. Di balik rasa lapar terdapat mekanisme biologis yang melibatkan aksis otak–usus, hormon seperti...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 08 Juli 2026, 08:29
Saatnya Update! MMS untuk Luaran Kehamilan yang Lebih Baik - Ikuti Channel MMS di Alomedika
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Apakah suplementasi pada ibu hamil masih cukup dengan zat besi dan asam folat saja? Berbagai bukti ilmiah dan rekomendasi global menunjukkan bahwa...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.