Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Hepatitis E general_alomedika 2026-03-26T14:40:40+07:00 2026-03-26T14:40:40+07:00
Hepatitis E
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Hepatitis E

Oleh :
dr. Putri Kumala Sari
Share To Social Media:

Patofisiologi hepatitis E melibatkan terjadinya infeksi virus hepatitis E, yang umumnya ditransmisikan secara fekal-oral. Masa inkubasi virus hepatitis E (HEV) adalah 2-10 minggu, dengan rata-rata 5-6 minggu.

Setelah ingesti HEV, virus diabsorpsi melalui mukosa gastrointestinal ke dalam sikulasi portal menuju hepar. Virus mengalami replikasi di dalam hepar dan menyebabkan perubahan morfologi hepar, sehingga memunculkan gejala dan tanda kolestatik dan hepatitis akut klasik. HEV diekskresikan ke feses yang kemudian dapat menginfeksi manusia lain secara waterborne.

Masa infeksius pasien belum dapat ditentukan secara pasti, namun virus dapat diekskresikan ke feses sejak 1 minggu sebelum onset sampai 4 minggu setelah onset. Pada pasien yang terinfeksi kronik, HEV dapat diekskresikan selama pasien tersebut terinfeksi.[1,2,5]

HEV terutama menyerang organ hepar, namun dapat juga menyebabkan infeksi di organ lain seperti sistem saraf, ginjal, dan jaringan plasenta.[7]

Hepatitis E bersifat self-limited pada pasien imunokompeten dan akan sembuh spontan dalam 2-6 minggu. Hepatitis E dapat berkembang menjadi kronik pada pasien imunokompromais, antara lain resipien transplantasi organ, pasien yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV), pasien dengan terapi imunosupresan dosis tinggi, dan pasien limfoma non Hodgkin dengan terapi rituximab.[4,5,7]

Referensi

1. World Health Organization. Hepatitis E. 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-e
2. Centers for Disease Control and Prevention. Hepatitis E Questions and Answers for Health Professionals. 2020. https://www.cdc.gov/hepatitis/hev/hevfaq.htm#section2
4. Remy P. Hepatitis E. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/178140-overview
5. Girish V, Grant LM, Sharma B, et al. Hepatitis E. [Updated 2025 Apr 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-.
7. European Association for the Study of the Liver. EASL Clinical Practice Guidelines on hepatitis E virus infection. Journal of hepatology, 2018. 68(6), 1256–1271. https://doi.org/10.1016/j.jhep.2018.03.005

Pendahuluan Hepatitis E
Etiologi Hepatitis E
Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA
Dibalas 8 jam yang lalu
Hanya untuk 10 Sejawat Pertama: Isi Kuesioner, Ambil Voucher Rp100.000!
Oleh: dr. ALOMEDIKA
1 Balasan
ALO Dokter. Opini medis Dokter sangat kami hargai dalam mengedukasi masyarakat untuk kesehatan yang lebih baik. Namun, untuk kesempatan kali ini, kami...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 13 jam yang lalu
Jika rasa lapar adalah penyakitnya, mengapa kita hanya mengobati berat badannya?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
😩ALO Dokter, Obesitas bukan sekadar akibat makan berlebihan. Di balik rasa lapar terdapat mekanisme biologis yang melibatkan aksis otak–usus, hormon seperti...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 08 Juli 2026, 08:29
Saatnya Update! MMS untuk Luaran Kehamilan yang Lebih Baik - Ikuti Channel MMS di Alomedika
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Apakah suplementasi pada ibu hamil masih cukup dengan zat besi dan asam folat saja? Berbagai bukti ilmiah dan rekomendasi global menunjukkan bahwa...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.