Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Hepatitis E general_alomedika 2026-03-26T14:40:50+07:00 2026-03-26T14:40:50+07:00
Hepatitis E
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Hepatitis E

Oleh :
dr. Putri Kumala Sari
Share To Social Media:

Prognosis hepatitis E umumnya baik karena bersifat self-limited dan dapat sembuh spontan dalam 2-6 minggu pada pasien yang imunokompeten. Prognosis buruk dapat terjadi pada resipien transplantasi hepar, adanya keterlibatan saraf, dan pasien yang berisiko terjadi komplikasi seperti gagal hati akut.[5,7]

Komplikasi

Mayoritas pasien hepatitis E dapat sembuh secara spontan, namun dapat juga muncul komplikasi seperti gagal hati akut, hepatitis kolestatik, atau berkembang menjadi hepatitis E kronik.[5,8]

Gagal Hati Akut

Komplikasi gagal hati akut hanya terjadi pada 0,5-4% pasien hepatitis E. Faktor risiko terjadinya komplikasi gagal hati akut antara lain wanita hamil, pasien malnutrisi, atau pasien yang telah memiliki penyakit hati sebelumnya (acute on chronic liver disease).

Pada gagal hati akut dapat ditemukan ensefalopati hepatikum, peningkatan enzim aminotransferase (disertai abnormalitas bilirubin dan alkaline phosphatase), dan fungsi sintetik terganggu (international normalized ratio/ INR melebihi 1,5). Mortalitas akan meningkat pada pasien yang tidak mendapatkan perawatan intensif dan pada resipien transplantasi hepar.[8]

Hepatitis Kolestatik

Hepatitis kolestatik ditandai dengan ikterus yang menetap sampai lebih dari 3 bulan, dengan atau tanpa pruritus. Hepatitis kolestatik dapat sembuh spontan dalam beberapa minggu-bulan, yang ditandai dengan viral clearance, peningkatan IgG anti-HEV, dan penurunan IgM anti-HEV.[8]

Hepatitis E Kronik

Hepatitis E dapat berkembang menjadi kronik pada pasien imunokompromais. Pada hepatitis E kronik, HEV RNA dapat terdeteksi di serum atau feses sampai lebih dari 6 bulan, enzim aminotrasferase meningkat secara persisten, dan temuan histologi mengarah ke hepatitis kronik.[8]

Prognosis

Setelah sembuh dari hepatitis E, tubuh akan membentuk imunitas terhadap HEV yang tidak bersifat sterilising, sehingga reinfeksi oleh HEV masih dapat terjadi meskipun kemungkinan munculnya gejala lebih rendah dibandingkan individu yang tidak memiliki imunitas terhadap HEV.[7]

Beberapa kasus melaporkan munculnya keterlibatan saraf pada hepatitis E kronik, antara lain inflammatory polyradiculopathy, sindrom Guillain-Barre, neuropati perifer, ensefalitis, dan ataksia. Pada kasus dengan keterlibatan saraf dilaporkan memiliki luaran yang buruk dengan sekuel neurologi jangka panjang hingga kematian.[5,7]

Hepatitis E pada pasien dengan penyakit hepar kronik, wanita hamil (terutama trimester kedua dan ketiga), gagal hati akut, dan resipien transplantasi hepar memiliki risiko mortalitas yang lebih tinggi.[1,4,7]

Referensi

1. World Health Organization. Hepatitis E. 2025. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-e
2. Centers for Disease Control and Prevention. Hepatitis E Questions and Answers for Health Professionals. 2020. https://www.cdc.gov/hepatitis/hev/hevfaq.htm#section2
4. Remy P. Hepatitis E. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/178140-overview
5. Girish V, Grant LM, Sharma B, et al. Hepatitis E. [Updated 2025 Apr 6]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026 Jan-.
7. European Association for the Study of the Liver. EASL Clinical Practice Guidelines on hepatitis E virus infection. Journal of hepatology, 2018. 68(6), 1256–1271. https://doi.org/10.1016/j.jhep.2018.03.005
8. Sherman KE. Hepatitis E Virus Infection. Uptodate, 2025. https://www.uptodate.com/contents/hepatitis-e-virus-infection#H2164808

Penatalaksanaan Hepatitis E
Edukasi dan Promosi Kesehatan He...
Diskusi Terbaru
dr. ALOMEDIKA
Dibalas 7 jam yang lalu
Hanya untuk 10 Sejawat Pertama: Isi Kuesioner, Ambil Voucher Rp100.000!
Oleh: dr. ALOMEDIKA
1 Balasan
ALO Dokter. Opini medis Dokter sangat kami hargai dalam mengedukasi masyarakat untuk kesehatan yang lebih baik. Namun, untuk kesempatan kali ini, kami...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 12 jam yang lalu
Jika rasa lapar adalah penyakitnya, mengapa kita hanya mengobati berat badannya?
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
😩ALO Dokter, Obesitas bukan sekadar akibat makan berlebihan. Di balik rasa lapar terdapat mekanisme biologis yang melibatkan aksis otak–usus, hormon seperti...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 08 Juli 2026, 08:29
Saatnya Update! MMS untuk Luaran Kehamilan yang Lebih Baik - Ikuti Channel MMS di Alomedika
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
1 Balasan
ALO Dokter!Apakah suplementasi pada ibu hamil masih cukup dengan zat besi dan asam folat saja? Berbagai bukti ilmiah dan rekomendasi global menunjukkan bahwa...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.