Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Patofisiologi Gangguan Tic general_alomedika 2023-06-06T08:49:57+07:00 2023-06-06T08:49:57+07:00
Gangguan Tic
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Patofisiologi Gangguan Tic

Oleh :
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
Share To Social Media:

Patofisiologi gangguan tic atau tic disorder diduga melibatkan berbagai jalur biokimia, neurofisiologi, dan faktor genetik sebagai kesatuan gangguan neurodevelopmental. Komplikasi saat partus dan gangguan di masa perinatal bisa memicu iskemia perinatal yang mengganggu signalling dopamine. Hal ini mungkin menjadi dasar berkembangnya gangguan tic.[1,4]

Neurotransmitter lain yang mungkin terlibat dalam patofisiologi gangguan tic adalah serotonin dan opioid endogen. Gangguan signalling neurotransmitter ini diperkirakan ikut terlibat dalam patofisiologi gangguan tic.[1,5]

Gangguan Tic dan Kecemasan

Gangguan tic sering dipicu oleh kecemasan. Pasien dengan tic ditemukan mempunyai kadar corticotropin-releasing factor (CRF) yang lebih tinggi dalam cairan serebrospinal. Hal ini mengisyaratkan keterlibatan hiperaktivitas aksis hypothalamus-pituitary-adrenal (HPA) dan peningkatan aktivitas noradrenergik. Hal ini disertai dengan disfungsi pada jaras corticostriatothalamicortical (CSTC) di lobus frontalis dan ganglia basalis.[3]

Gangguan Tic dan Perbedaan Struktur Otak

Penelitian neuroimaging menunjukkan bahwa pasien dengan gangguan tic mempunyai volume regio parieto-oksipital yang lebih besar dan oksipital inferior yang lebih kecil. Volume korteks prefrontal dorsal berhubungan dengan tingkat keparahan gangguan tic. Volume korteks prefrontal pada anak-anak dengan gangguan tic juga lebih besar, yang mungkin berhubungan dengan peningkatan aktivitas sinaptik untuk menekan tic pada situasi-situasi sosial.[1,3]

Keterlibatan area striatum ditunjukkan oleh adanya korelasi terbalik antara volume nukleus kaudatus dengan keparahan tic. Pada sindrom Tourette, ada peningkatan volume putamen bilateral. Penelitian juga menunjukkan adanya peningkatan aktivitas dopaminergik di striatum pada pasien dengan gangguan tic.[1,3]

 

 

Direvisi oleh: dr. Irene Cindy Sunur

Referensi

1. Martino D, Mink JW. Tic disorders. Continuum (Minneap Minn). 2013 Oct;19(5 Movement Disorders):1287-311. doi: 10.1212/01.CON.0000436157.31662.af
3. Park TW, Park J. Tic & Tourette Syndrome and Motor Disorders. Hanyang Med Rev. 2016;36:46. https://pc.e-hmr.org/Synapse/Data/PDFData/0130HMR/hmr-36-46.pdf
4. Cath DC, Hedderly T, Ludolph AG, et al; ESSTS Guidelines Group. European clinical guidelines for Tourette syndrome and other tic disorders. Part I: assessment. Eur Child Adolesc Psychiatry. 2011 Apr;20(4):155-71. doi: 10.1007/s00787-011-0164-6. Erratum in: Eur Child Adolesc Psychiatry. 2011 Jul;20(7):377.
5. Roessner V, Rothenberger A. Neurobiological Background of Tic Disorders. Adv Biol Psychiatry. 2008;24:95-117. https://doi.org/10.1159/000118519

Pendahuluan Gangguan Tic
Etiologi Gangguan Tic
Diskusi Terkait
dr.Anindita Farah Yuwana
Dibalas 29 Desember 2024, 08:12
Pasien anak sering mengedipkan mata setelah minum obat
Oleh: dr.Anindita Farah Yuwana
2 Balasan
Alo dokter. Izin berdiskusi Saya dokter internship di Puskesmas. Saya memiliki pasien anak perempuan 6 tahun dengan keluhan sering mengedipkan mata selama 2...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 13 Januari 2022, 07:51
Kedutan mata yang menjadi indikasi terapi botox - Saraf Ask The Expert
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
4 Balasan
Alo dr. Ade SpS.. Apakah indikasi utama terapi botox pada kedutan mata (tic)? Apakah boleh dilakukan pada lansia 70th? terimakasih
Anonymous
Dibalas 12 November 2020, 15:53
Penanganan bagaimana yang tepat untuk menangani kedutan yang terjadi secara terus menerus
Oleh: Anonymous
3 Balasan
Alo dok.Untuk pasien yang mengalami kedutan 3 hari berturut-turut, bagaimana penatalaksanaan yang sesuai?Terima kasih

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.