Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Sindrom Serotonin general_alomedika 2024-02-16T11:08:50+07:00 2024-02-16T11:08:50+07:00
Sindrom Serotonin
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Sindrom Serotonin

Oleh :
dr. Nindy Adhilah
Share To Social Media:

Etiologi sindrom serotonin adalah peningkatan aktivitas serotonergik yang diakibatkan oleh reaksi toksik dari penggunaan obat. Sindrom serotonin dapat muncul pada penggunaan obat serotonergik dalam terapi berbagai kondisi medis, interaksi obat, ataupun kasus kesengajaan untuk self-poisoning.[1,4,5]

Etiologi

Obat-obatan yang dapat berperan meningkatkan kadar serotonin dalam tubuh antara lain:

  • Monoamine oxidase inhibitors (MAOI): furazolidone, safinamide, selegiline, rasagiline, phenelzine, tranylcypromine, isocarboxazid, moclobemide, linezolid, tedizolid, methylene blue, procarbazine

  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI): citalopram, escitalopram, fluoxetine, fluvoxamine, paroxetine, sertraline

  • Serotonin – norepinephrine reuptake inhibitors (SNRI): venlafaxine, duloxetine, milnacipran, desvenlafaxine

  • Tricyclic antidepressant (TCA): amitriptyline, amoxapine, clomipramine, desipramine, doxepin, imipramine, maprotiline, nortriptyline, protriptyline, trimipramine

  • Serotonin antagonist and reuptake inhibitors (SARI): trazodone

  • Opioid: tramadol, fentanil, meperidine
  • Amfetamin: phentermine, fenfluramine, dexfenfluramine
  • Psikostimulan: cocaine, ekstasi atau methylenedioxymethamphetamine (MDMA)
  • Antitusif: dextromethorphan

  • Triptan: almotriptan, eletriptan, frovatriptan, naratriptan, rizatriptan, sumatriptan, zolmitriptan
  • Turunan ergot: ergotamine, methylergonovine
  • Antiemetik: ondansetron, granisetron, dolasetron, palonosetron[1,4,5]

Faktor Risiko

SSRI merupakan golongan obat yang paling banyak dikaitkan dengan kejadian sindrom serotonin. Namun, penggunaan tunggal obat SSRI biasanya hanya mengakibatkan sindrom serotonin derajat ringan hingga sedang. Sindrom serotonin yang berat biasanya disebabkan oleh penggunaan kombinasi 2 atau lebih obat-obatan golongan di atas, terutama golongan MAOI.[1,4-6]

Tabel 1. Interaksi Obat yang Meningkatkan Risiko Sindrom Serotonin

Golongan Obat Kombinasi Obat
MAOI MAOI + SSRI atau SNRI atau TCA atau Opioid
SSRI SSRI + MAOI atau TCA atau SNRI atau Opioid atau Triptan
SNRI SNRI + TCA atau MAOI atau SSRI atau Opioid atau Triptan atau Lithium
Opioid Opioid + MAOI atau SSRI atau SNRI atau Triptan
Antitusif Dextromethorphan + SSRI atau TCA atau antipsikotik atipikal
Antipsikotik atipikal

Olanzapine + citalopram dan lithium

Risperidone + Fluoxetine atau Paroxetine

Antibiotik/antifungi

Fluconazole + Citalopram

Ciprofloxacin + Methadone + Venlafaxine

Sumber: dr.Nindy, 2021.[1,4-6]

 

Direvisi oleh: dr. Hudiyati Agustini

Referensi

1. Scotton WJ, Hill LJ, Williams AC, Barnes NM. Serotonin Syndrome: Pathophysiology, Clinical Features, Management, and Potential Future Directions. International Journal of Tryptophan Research. 2019; 12:1-14.
4. Francescangeli J, Karamchandani K, et al. The Serotonin Syndrome: From Molecular Mechanisms to Clinical Practice. International Journal of Molecular Sciences. 2019; 20, 2288.
5. FDA. FDA Drug Safety Communication: FDA warns about several safety issues with opioid pain medicines; requires label changes. 2016. https://www.fda.gov/drugs/drug-safety-and-availability/fda-drug-safety-communication-fda-warns-about-several-safety-issues-opioid-pain-medicines-requires
6. Foong AL, Grindod KA, et al. Demystifying serotonin syndrome (or serotonin toxicity). Canadian Family Physician. 2018; 64: 720-727.

Patofisiologi Sindrom Serotonin
Epidemiologi Sindrom Serotonin

Artikel Terkait

  • Efektivitas dan Keamanan St. John’s Wort untuk Terapi Depresi
    Efektivitas dan Keamanan St. John’s Wort untuk Terapi Depresi
  • Risiko Kombinasi Obat dengan St. John’s Wort
    Risiko Kombinasi Obat dengan St. John’s Wort
Diskusi Terbaru
dr. Siti Wahida Aminina
Dibalas kemarin, 13:41
Sertifikat dr alomedika di tolak di plafom skp
Oleh: dr. Siti Wahida Aminina
2 Balasan
Izin bertanya, adakah sertifikat dokter dokter di tolak dr flatfom skp, kenapa ya? Apa salah masukkan data apa gimana?
dr. Eunike
Dibalas kemarin, 18:00
Tinea di groin yang berulang - ALOPALOOZA Dermatologi
Oleh: dr. Eunike
2 Balasan
Alo Dok. Pasien perempuan 40 tahun dengan keluhan gatal dan rash di selangkangan berulang, apakah perlu salep antijamur kombinasi dengan steroids, ya, karena...
dr.Eurena Maulidya Putri P
Dibalas 23 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemkes - Cegah Preeklamsia dengan Suplementasi Kalsium - Selasa, 27 Mei 2025, Pukul 11.00 – 12.30 WIB
Oleh: dr.Eurena Maulidya Putri P
3 Balasan
ALO Dokter!Ikuti Webinar Alomedika ber-SKP Kemkes "Cegah Preeklamsia dengan Suplementasi Kalsium" untuk mempelajari seberapa efektif kalsium dalam mencegah...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.