Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Etiologi Laringitis general_alomedika 2022-04-28T16:13:01+07:00 2022-04-28T16:13:01+07:00
Laringitis
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Etiologi Laringitis

Oleh :
dr.Shofa Nisrina Luthfiyani
Share To Social Media:

Etiologi laringitis akut terdiri dari beberapa kelompok, yaitu virus, bakteri, jamur, dan noninfeksius. Kebanyakan etiologi infeksius adalah virus, seperti adenovirus dan rhinovirus. Penyebab infeksius tersering selanjutnya adalah bakteru, seperti pertusis. Berikut adalah etiologi laringitis akut yang telah diketahui sampai saat ini. [1,2,6-9]

Tabel 1. Etiologi Laringitis Akut

Kelompok Etiologi
Virus

●       Rinovirus

●       Respiratory syncytial virus (RSV)

●       Adenovirus

●       Influenza A atau B

●       Parainfluenza tipe 1 dan 2

●       Spesies herpes

●       Herpes zoster

●       HIV

●       Virus coxsackie

●       Virus Epstein-Barr

Bakteri

●       Streptococcus beta hemoliticus

●       Staphylococcus aureus yang resisten terhadap metisilin

●       Pertussis

●       Sifilis

●       Tuberkulosis

●       Actinomikosis

●       Difteri

●       Lepra

Jamur

●       Kandidiasis (biasanya muncul akibat penggunaan inhaler asthma atau antibiotik jangka panjang)

●       Blastomikosis

●       Histoplasmosis

●       Coccidiodomikosis

●       Cryptococcus neoformans (sering ditemukan pada pasien imunosupresi)

●       Aspergilosis

Trauma

●       Fonotrauma akibat penggunaan suara yang berlebihan

●       Intubasi

●       Batuk kronik

●       Kebiasaan sering berdehem

●       Trauma tumpul atau penetrasi ke laring

●       Inhalasi partikel

Kelainan kongenital juga dapat menjadi etiologi laringitis akut berulang. Sekitar 30,3% dari 97 anak dengan hemangioma subglotis kongenital memiliki riwayat laringitis akut berulang. [10]

Etiologi laringitis kronik biasanya bersifat noninfeksius. Beberapa etiologi laringitis kronik adalah refluks laringoesofageal, rhinitis alergi, penyakit autoimun (systemic lupus erythematosus, rheumatoid arthritis, mucous membrane pemphigoid), penyakit granulomatosa, rokok, dan trauma yang tidak tertangani pada fase akut. [1,2,11]

Faktor Risiko

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya laringitis, antara lain:

  • Penggunaan suara berlebihan dalam aktivitas sehari-hari seperti pada penyanyi, aktor, atau guru
  • Merokok
  • Mengorok atau kebiasaan bernapas melalui mulut
  • Sleep apnea
  • Kondisi imunosupresi seperti pada pasien kemoterapi, transplantasi sumsum tulang belakang, leukemia, limfoma, infeksi HIV, sarkoidosis, sirosis hepar, penggunaan obat imunosupresan, dan antiinflamasi dalam jangka waktu lama
  • Penggunaan obat-obatan seperti inhalasi kortikosteroid, antibiotik dalam jangka waktu lama, penghambat angiotensin-converting enzyme, antihistamin, diuretik, antikolinergik, antipsikotik, dan bifosfonat. [1,2,6]

Referensi

1. Wood JM, Athanasiadis T, Allen J. Laryngitis. 2014;349:g5827. https://doi.org/10.1136/bmj.g5827
2. House SA, Fisher EL. Hoarseness in adults. Am Fam Physician. 2017;96(11):720-8 https://www.aafp.org/afp/2017/1201/p720.html
6. Dworkin JP. Laryngitis: types, causes, and treatments. Otolaryngol Clin North Am. 2008;41(2):419-36
7. Antunes MB, Ransom ER, Leahy KP. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus laryngitis: a report of two cases with different clinical presentations. ORL J Otorhinolaryngol Relat Spec. 2012;74(3):146-8
8. Tulunay OE. Laryngitis—diagnosis and management. Otolaryngol Clin North Am. 2008;4(12):437-51
9. Ohashi T, Mizuta K, Kuze B, Aoki M, Ito Y. Invasive epiglottic aspergillosis: a case report and literature review. Auris Nasus Larynx. 2015;42(6):501-4
10. Claros A, Fokouo JV, Rogueta C, Claros P. Management of subglottic hemangiomas with carbon dioxide laser: Our 25-year experience and comparison with the literature. Int J Pediatr Otorhinolaryngol. 2015;79(12):2003-7
11. Tuzuner A, Demirci S, Yavanoglu A, Kurkcuoglu M, Arslan N. Reinke edema: watch for vocal fold cysts. J Craniofac Surg. 2015;26(4):e338-9

Patofisiologi Laringitis
Epidemiologi Laringitis

Artikel Terkait

  • Nyeri Tenggorokan pada Anak - Penyebab dan Tata Laksananya
    Nyeri Tenggorokan pada Anak - Penyebab dan Tata Laksananya
  • Pemberian Kortikosteroid pada Nyeri Tenggorokan
    Pemberian Kortikosteroid pada Nyeri Tenggorokan
  • Red Flag Suara Serak
    Red Flag Suara Serak
Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 11 November 2024, 14:41
Anak usia 2 tahun stridor, demam, dan sakit tenggorokan
Oleh: Anonymous
2 Balasan
Anak usia 2 tahun datang dengan keluhan demam dan batuk, sakit tenggorokan sejak semalam, demam sampai 38.5°C namun saat pemeriksaan suhu 36.8°C, stridor...
Anonymous
Dibalas 03 Oktober 2022, 22:22
Bagaimana menentukan terapi laringitis yang tepat?
Oleh: Anonymous
4 Balasan
Alo dokter, pada kasus laringitis dimana suara pasien serak / habis, di artikel artikel alomedika terapi nya bisa dengan obat batuk maupun obat gerd apabila...
Anonymous
Dibalas 30 September 2022, 14:39
Pasien anak usia 10 tahun dengan suara serak tanpa tonsilitis dan faring sedikit hiperemis
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, anak usia 10 tahun dengan suara serak tidak ada tonsilitis, faring sedikit hiperemis. Diberikan antibiotik cefadroxil 5 hari, dexamethason, dan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.