Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Prognosis Sinus Preaurikular general_alomedika 2026-02-12T11:04:39+07:00 2026-02-12T11:04:39+07:00
Sinus Preaurikular
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Prognosis Sinus Preaurikular

Oleh :
dr. Devina Sagitania
Share To Social Media:

Prognosis sinus preaurikular umumnya baik. Kebanyakan kasus dapat membaik secara spontan maupun setelah diberikan antibiotik. Potensi komplikasi mencakup selulitis, infeksi berulang, dan terbentuknya jaringan parut. Anak dengan sinus preaurikular juga telah dilaporkan lebih berisiko mengalami gangguan pendengaran.[4,12]

Komplikasi

Komplikasi dan morbiditas yang terkait dengan sinus preaurikular meliputi infeksi berulang, ulserasi, terbentuknya jaringan parut, pioderma, dan selulitis wajah. Secara khusus, abses pada anterior telinga, drainase kronis dari sinus preaurikular, ulserasi malar, otitis eksterna, dan selulitis wajah unilateral dapat terjadi.[4]

Prognosis

Sinus preaurikular umumnya memiliki prognosis yang baik. Namun, anak dengan sinus preaurikular memiliki risiko gangguan pendengaran permanen terkait kondisi penyerta yang diturunkan, dengan risiko sebanyak lima kali lipat lebih besar dibandingkan pada populasi umum. Peradangan pada sinus dapat terjadi pada lebih dari separuh pasien, namun dapat ditangani dengan antibiotik.[4,12]

Prognosis Pasca Operasi

Insiden kekambuhan secara keseluruhan bervariasi antara studi yang berbeda dan berkisar antara 5-42%. Sebagian besar kekambuhan setelah operasi terjadi karena pengangkatan saluran sinus yang tidak sempurna.

Sebagian besar kekambuhan terjadi selama periode awal pasca operasi, dalam waktu 1 bulan setelah prosedur. Kekambuhan harus dicurigai ketika keluar discharge dari sinus.[4]

 

 

Direvisi oleh: dr. Bedry Qintha

Referensi

4. Weinberg J. Preauricular Sinuses. Medscape. 2025. https://emedicine.medscape.com/article/1118768-overview
12. Roth DA, Hildesheimer M, Bardenstein S, et al. Preauricular skin tags and ear pits are associated with permanent hearing impairment in newborns. Pediatrics 2008; 122:e884.

Penatalaksanaan Sinus Preaurikular
Edukasi dan Promosi Kesehatan Si...
Diskusi Terbaru
dr.Nurh Syada
Dibalas 11 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Navigasi Kasus Saraf di Era AI: Memecahkan Dilema Akut hingga Kronis - Kamis, 19 November 2026 Jam: 10.00-11.30 WIB
Oleh: dr.Nurh Syada
1 Balasan
ALO Dokter!Link daftarnya:https://www.alomedika.com/webinar/navigasi-kasus-saraf-di-era-ai-memecahkan-dilema-akut-hingga-kronis?type=singleLink...
dr. Lathifa Dinar
Dibalas 14 jam yang lalu
Pasien Mendadak Buta dan Visus Menurun Mendadak, Pasti Glaukoma?!
Oleh: dr. Lathifa Dinar
1 Balasan
Pasien berusia 45 tahun datang ke layanan primer dengan keluhan penglihatan mata kiri tiba-tiba menghilang sejak 30 menit yang lalu. Beberapa minggu terakhir...
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 10 jam yang lalu
Ikuti Webinar ber-SKP Kemenkes - Glaukoma 2026: New Approach pada Mata Merah - Rabu, 11 November 2026 Jam: 14.00-15.30 WIB
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
Kerusakan saraf optik akibat glaukoma bisa terjadi diam-diam! Pasien dapat datang tanpa keluhan, padahal kerusakan sudah berlangsung tanpa disadari. Karena...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.