Pendahuluan Rivastigmine
Rivastigmine adalah obat yang diindikasikan untuk mengatasi gejala demensia seperti mudah lupa, sulit konsentrasi, dan sulit berfikir, termasuk demensia karena penyakit Alzheimer. Di Indonesia, obat ini tersedia dalam bentuk patch transdermal dengan merek dagang Exelon®.[1,2]
Rivastigmine bekerja dengan menghambat kolinesterase, baik butirilkolinesterase maupun asetilkolinesterase. Hal ini berbeda dengan donepezil, yang secara selektif menghambat asetilkolinesterase.
Rivastigmine bekerja dengan cara menghambat enzim kolinesterase tersebut, yang jika tidak dihambat akan menguraikan asetilkolin, yaitu suatu neurotransmiter di otak. Asetilkolin berperan dalam proses berpikir atau mengingat, yang mana jumlahnya menurun pada penderita demensia, terutama penyakit Alzheimer. Rivastigmine menghambat penguraian asetilkolin, sehingga jumlahnya tidak semakin berkurang dan gejala demensia pun dapat membaik.[1,3,4]
Efek samping yang umum timbul pada penggunaan rivastigmine adalah efek gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, dan penurunan nafsu makan. Interaksi obat bisa terjadi dengan antikolinergik, karena terjadi efek antagonistik sehingga penggunaan bersamaan tidak dianjurkan.[1]
Adanya reaksi pada penggunaan patch transdermal perlu mempertimbangkan apakah reaksi ditimbulkan oleh dermatitis kontak atau reaksi alergi. Dermatitis kontak terjadi pada area tempat plester ditempelkan dan biasanya akan mereda. Reaksi alergi akan menunjukkan gejala yang meluas hingga ke luar batas area plester, serta munculnya vesikel atau edema.[1,5]
Tabel 1. Deskripsi Singkat Rivastigmine
| Perihal | Deskripsi |
| Kelas | Antidemensia.[3] |
| Subkelas | Antikolinestrase.[3] |
| Akses | Resep.[2] |
| Wanita hamil | Kategori FDA: Z.[6] Kategori dari TGA: B2.[7] |
| Wanita menyusui | Tidak diketahui apakah dikeluarkan ke ASI.[1] |
| Anak | Efikasi dan keamanan pada populasi pediatrik tidak diketahui.[1] |
| Infant | |
| FDA | Approved.[1] |