Formulasi Rivastigmine
Di Indonesia, rivastigmine tersedia dalam bentuk patch transdermal saja, tetapi di negara lain juga ada sediaan oral. Penggunaan dilakukan dengan menempelkan patch pada area kulit yang intak. Penyimpanan dilakukan pada sachet untuk masing-masing patch dan disimpan dalam rentang suhu 15–30°C.[1-3]
Bentuk Sediaan
Di Indonesia, rivastigmine hanya tersedia dalam bentuk plester tempel atau transdermal patch. Patch dikemas dalam dus berisi sachet satuan, yang mana umumnya berisi sekitar 30 patch per kotak. Sediaan yang ada di Indonesia memiliki kekuatan 4,6 mg/24 jam dan 9,5 mg/24 jam. Indikasi penggunaan adalah untuk demensia, seperti pada penyakit Alzheimer.[2,6]
Cara Penggunaan
Cara penggunaan patch transdermal adalah dengan membuka lapisan pelindung perekat terlebih dahulu, kemudian menempelkan patch pada kulit yang kering, intak, tidak berbulu, dan tidak mengalami kemerahan, iritasi, atau luka.
Patch dianjurkan ditempelkan pada punggung untuk mengurangi kemungkinan dilepas oleh pasien, tetapi dapat pula digunakan pada lengan bagian atas atau dada. Hindari area yang mudah tergesek atau menyebabkan patch terlepas.
Patch digunakan secara terus-menerus selama 24 jam. Patch lama dilepas sebelum memasang patch baru. Untuk meminimalkan iritasi kulit, lokasi pemasangan diganti setiap kali, dengan jeda sedikitnya 14 hari sebelum lokasi yang sama digunakan kembali. Patch dapat tetap digunakan saat mandi maupun dalam cuaca panas, tetapi paparan lama terhadap sumber panas eksternal, seperti sinar matahari berlebihan atau sauna, perlu dihindari.[1]
Cara Penyimpanan
Sediaan patch transdermal perlu disimpan dalam wadah aslinya, yaitu sachet yang disediakan manufaktur. Penyimpanan dianjurkan dalam suhu 15–30°C.[1]