Kontraindikasi dan Peringatan Rivastigmine
Kontraindikasi rivastigmine adalah penggunaan pada pasien yang diketahui memiliki hipersensitivitas terhadap rivastigmine atau obat golongan karbamat lainnya. Peringatan penggunaan diperlukan terkait potensi efek samping, terutama efek gastrointestinal yang cukup sering dilaporkan pada pasien yang mendapat rivastigmine.[1,6]
Kontraindikasi
Rivastigmine dikontraindikasikan pada pasien yang memiliki hipersensitivitas terhadap rivastigmine atau obat lain yang merupakan turunan karbamat.
Selain itu, mengingat di Indonesia rivastigmine hanya tersedia dalam bentuk patch transdermal, perlu diketahui bahwa rivastigmine dikontraindikasikan pada pasien yang pernah mengalami reaksi pada tempat aplikasi rivastigmine patch dan mengarah ke dermatitis kontak alergi.[1,6]
Peringatan
Peringatan penggunaan rivastigmine utamanya berkaitan dengan efek samping obat.[1]
Efek Gastrointestinal
Rivastigmine dapat menyebabkan mual, muntah, diare, anoreksia, dan penurunan berat badan. Karena obat dapat meningkatkan aktivitas kolinergik dan kemungkinan meningkatkan sekresi asam lambung, pasien perlu dipantau terhadap tanda-tanda perdarahan saluran cerna, terutama pada pasien dengan riwayat penyakit ulkus atau yang menggunakan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
Perhatian khusus diperlukan ketika memulai kembali terapi setelah penghentian sementara selama beberapa hari. Terdapat laporan kasus muntah berat hingga ruptur esofagus spontan pada pasien yang kembali menggunakan rivastigmine dengan dosis oral 4,5 mg setelah terapi dihentikan selama 8 minggu.[1]
Efek Kardiovaskular
Pada sistem kardiovaskular, rivastigmine dapat menimbulkan bradikardia atau efek vagotonik lainnya pada jantung akibat peningkatan aktivitas kolinergik. Oleh sebab itu, rivastigmine perlu digunakan secara hati-hati pada pasien dengan sick sinus syndrome atau gangguan konduksi jantung.[1]
Efek Lainnya
Pada sistem genitourinaria dan saraf, aktivitas kolinergik rivastigmine berpotensi menyebabkan obstruksi saluran kemih, sehingga perlu diperhatikan pada pasien yang memiliki risiko gangguan berkemih.
Rivastigmine juga berpotensi meningkatkan risiko kejang, baik akibat aktivitas kolinergiknya maupun sebagai manifestasi yang berkaitan dengan penyakit Alzheimer itu sendiri, sehingga penggunaan pada pasien dengan riwayat atau risiko kejang perlu dipertimbangkan secara hati-hati.
Pada sistem pernapasan, rivastigmine harus digunakan dengan hati-hati pada pasien yang memiliki riwayat asma atau penyakit paru obstruktif, karena peningkatan aktivitas kolinergik berpotensi memengaruhi fungsi saluran napas.[1]