Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Rivastigmine annisa-meidina 2026-10-16T15:04:02+07:00 2026-10-16T15:04:02+07:00
Rivastigmine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Rivastigmine

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Pada pasien yang mendapat rivastigmine, pengawasan klinis terutama dilakukan terhadap respons terapi dan tolerabilitas obat. Kondisi kognitif, fungsi sehari-hari, serta perubahan gejala demensia perlu dievaluasi secara berkala untuk menilai manfaat terapi.

Selain itu, pasien perlu dipantau terhadap efek gastrointestinal seperti mual, muntah, diare, anoreksia, dan penurunan berat badan, terutama selama awal terapi dan setiap kali dosis dinaikkan.

Kepatuhan terhadap jadwal titrasi juga penting, khususnya ketika terapi dimulai kembali setelah terhenti selama beberapa hari. Perlu diketahui bahwa telah terdapat laporan terjadinya muntah berat hingga ruptur esofagus pada pasien yang kembali menggunakan rivastigmine setelah penghentian selama 8 minggu

Pengawasan klinis juga perlu mencakup denyut jantung dan kondisi kardiovaskular, terutama pada pasien dengan gangguan konduksi jantung. Penggunaan rivastigmine bisa menyebabkan efek samping seperti pemanjangan interval QT dan bradikardia.

Pada penggunaan patch transdermal, kondisi kulit di lokasi pemasangan juga perlu diperiksa secara berkala. Ada beberapa kasus di mana terjadi reaksi kemerahan, iritasi, atau reaksi kulit lain. Untuk meminimalkan iritasi kulit, lokasi pemasangan diganti setiap kali penggunaan, dengan jeda sedikitnya 14 hari sebelum lokasi yang sama digunakan kembali.[1,6,9]

Referensi

1. ASHP. Rivastigmine (Monograph). 2025. https://www.drugs.com/monograph/rivastigmine.html
6. MIMS. Rivastigmine. 2026. https://www.mims.com/indonesia/drug/info/rivastigmine?mtype=generic
9. Khoury R, Rajamanickam J, Grossberg GT. An update on the safety of current therapies for Alzheimer's disease: focus on rivastigmine. Ther Adv Drug Saf. 2018;9(3):171-178. doi:10.1177/2042098617750555

Kontraindikasi dan Peringatan Ri...

Artikel Terkait

  • Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
    Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
  • Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
    Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
  • Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
    Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
  • Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
    Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
  • 5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023
    5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Peter Fernando
Dibuat 01 September 2023, 18:15
Mnemonic #29 : Gejala Alzheimer
Oleh: dr.Peter Fernando
0 Balasan
M - Memori (daya ingat) MenurunE - Emosi Tidak StabilM - Mengulang-UlangO - Orientasi (waktu /tempat /orang) TergangguR - Reaksi yang Lambat I - Intelektual...
Anonymous
Dibalas 30 Mei 2022, 10:43
Diagnosis Alzheimer dengan nuklir - Kedokteran Nuklir Ask the Expert
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Selamat pagi, ALO dr. Ivana SpKN.. Apakah benar, Alzheimer dapat didiagnosis dini dengan pemeriksaan nuklir? Bagaimana dengan pengobatan Alzheimer?...
dr. Clarissa Elysia
Dibalas 21 September 2019, 21:18
Perbandingan keefektifan kerja obat antara donepezil dengan gingko biloba untuk mengatasi penyakit demensia
Oleh: dr. Clarissa Elysia
8 Balasan
Selamat siang dok, sbenarnya lebih efektif yg mana pnggunaan antara donepezil 1x 5 mg dan gingko biloba 120 mg terhadap progesivitas utk pnyakit...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.