Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

AI DAN SKP KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • Alomedika AI New
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Farmakologi Rivastigmine annisa-meidina 2026-10-16T14:58:50+07:00 2026-10-16T14:58:50+07:00
Rivastigmine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Farmakologi Rivastigmine

Oleh :
dr.Novita Mawar Hadini, Sp.FK
Share To Social Media:

Dari sisi farmakologi, rivastigmine bekerja dengan menghambat secara reversibel enzim kolinesterase, termasuk asetilkolinesterase dan butirilkolinesterase, sehingga mengurangi pemecahan asetilkolin dan meningkatkan konsentrasi asetilkolin pada sinaps kolinergik di otak. Mekanisme ini bermanfaat pada kasus dementia seperti penyakit Alzheimer.[1,3]

Farmakodinamik

Rivastigmine merupakan obat parasimpatisomimetik dan inhibitor kolinesterase yang bekerja secara reversibel, yang digunakan untuk meningkatkan fungsi kolinergik pada penyakit Alzheimer.

Secara farmakodinamik, rivastigmine meningkatkan konsentrasi asetilkolin (ACh) di sinaps kolinergik dengan menghambat aktivitas enzim kolinesterase, terutama asetilkolinesterase (AChE) dan butirilkolinesterase (BuChE), yang secara normal berperan dalam menghidrolisis ACh. Peningkatan kadar ACh tersebut diharapkan memperkuat transmisi kolinergik di otak sehingga dapat membantu mempertahankan fungsi kognitif dan memori.

Mekanisme tersebut relevan karena Alzheimer ditandai antara lain oleh penurunan ACh akibat kehilangan neuron kolinergik secara selektif di korteks serebri, nukleus basalis, dan hipokampus. Rivastigmine merupakan derivat karbamat yang secara reversibel berikatan dengan dan menginaktivasi kolinesterase, sehingga menghambat hidrolisis ACh dan meningkatkan ketersediaannya pada sinaps kolinergik.[3]

Farmakokinetik

Rivastigmine dapat terdistribusi cukup luas ke dalam jaringan tubuh. Ikatan rivastigmine dengan protein plasma sekitar 40%. Metabolit rivastigmine terutama dieliminasi melalui ginjal.[3]

Absorpsi

Pada pemberian per oral, rivastigmine diabsorpsi dengan baik di traktus gastrointestinal. Di Indonesia, obat ini tersedia dalam bentuk patch transdermal, yang mana konsentrasi puncak plasma umumnya dicapai dalam 8 jam.[1,3]

Distribusi

Rivastigmine memiliki volume distribusi sebesar 1,8–2,7 L/kg, yang menunjukkan bahwa obat dapat terdistribusi cukup luas ke dalam jaringan. Ikatan rivastigmine dengan protein plasma sekitar 40%, sehingga sebagian besar obat berada dalam bentuk tidak terikat dan secara teoritis tersedia untuk berdifusi ke jaringan. Volume distribusi yang relatif besar juga menunjukkan bahwa keberadaan rivastigmine tidak terbatas pada kompartemen plasma.[3]

Metabolisme

Rivastigmine mengalami metabolisme yang cepat, terutama melalui hidrolisis yang diperantarai oleh enzim kolinesterase, menghasilkan metabolit terdekarbamilasi NAP226-90.

Karakteristik ini penting karena rivastigmine tidak terutama bergantung pada metabolisme oleh sistem enzim hati seperti CYP450.

Proses metabolisme yang cepat tersebut berkontribusi terhadap waktu paruh biologis yang relatif singkat, yaitu sekitar 1,5 jam. Dengan demikian, konsentrasi rivastigmine dalam plasma menurun relatif cepat setelah obat diberikan, meskipun efek farmakologisnya terhadap kolinesterase dapat berlangsung lebih lama dibandingkan keberadaan obat induk dalam plasma.[3]

Eliminasi

Setelah mengalami metabolisme, metabolit rivastigmine terutama dieliminasi melalui ginjal, sehingga ekskresi renal merupakan jalur utama eliminasi obat. Renal clearance rivastigmine dilaporkan sekitar 2,1–2,8 L/jam, sedangkan kurang dari 1% dosis yang diberikan diekskresikan melalui feses.[3]

Referensi

1. ASHP. Rivastigmine (Monograph). 2025. https://www.drugs.com/monograph/rivastigmine.html
3. PubChem. Bethesda (MD): National Library of Medicine (US), National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 77991, Rivastigmine. 2026. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Rivastigmine

Pendahuluan Rivastigmine
Formulasi Rivastigmine

Artikel Terkait

  • Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
    Hubungan Agen Antikolinergik dengan Peningkatan Risiko Demensia
  • Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
    Hubungan Antara Olahraga dan Fungsi Kognitif Lansia
  • Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
    Peranan Pencitraan Kedokteran Nuklir pada Demensia Alzheimer
  • Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
    Lecanemab Memperlambat Penurunan Fungsi Kognitif pada Alzheimer Dini – Telaah Jurnal Alomedika
  • 5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023
    5 Obat Baru yang Paling Ditunggu di Tahun 2023

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Peter Fernando
Dibuat 01 September 2023, 18:15
Mnemonic #29 : Gejala Alzheimer
Oleh: dr.Peter Fernando
0 Balasan
M - Memori (daya ingat) MenurunE - Emosi Tidak StabilM - Mengulang-UlangO - Orientasi (waktu /tempat /orang) TergangguR - Reaksi yang Lambat I - Intelektual...
Anonymous
Dibalas 30 Mei 2022, 10:43
Diagnosis Alzheimer dengan nuklir - Kedokteran Nuklir Ask the Expert
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Selamat pagi, ALO dr. Ivana SpKN.. Apakah benar, Alzheimer dapat didiagnosis dini dengan pemeriksaan nuklir? Bagaimana dengan pengobatan Alzheimer?...
dr. Clarissa Elysia
Dibalas 21 September 2019, 21:18
Perbandingan keefektifan kerja obat antara donepezil dengan gingko biloba untuk mengatasi penyakit demensia
Oleh: dr. Clarissa Elysia
8 Balasan
Selamat siang dok, sbenarnya lebih efektif yg mana pnggunaan antara donepezil 1x 5 mg dan gingko biloba 120 mg terhadap progesivitas utk pnyakit...

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.