Indikasi dan Dosis Rivastigmine
Indikasi rivastigmine adalah untuk mengatasi gejala demensia, seperti mudah lupa, sulit konsentrasi, dan sulit berfikir, yang dialami oleh pasien dengan penyakit Alzheimer. Dosis awal pada penggunaan patch transdermal adalah 4,6 mg/24 jam, yang kemudian dapat dinaikkan menjadi 9,5 mg/24 jam sesuai kebutuhan.[1,6]
Penyakit Alzheimer
Rivastigmine digunakan untuk pasien Alzheimer derajat ringan, sedang, maupun berat. Rivastigmine termasuk inhibitor kolinesterase yang memberikan manfaat terutama dalam memperbaiki atau mempertahankan gejala kognitif, tetapi manfaatnya bersifat simptomatik dan relatif moderat. Obat ini juga tidak mengubah proses dasar neurodegeneratif penyakit.[1,8]
Dosis
Rivastigmine ada dalam bentuk oral dan patch transdermal. Meski begitu, sediaan yang ada di Indonesia hanya patch transdermal.[2]
Dosis Oral:
Dosis oral awal adalah 1,5 mg dua kali sehari untuk penyakit ringan hingga sedang. Jika ditoleransi dengan baik, dosis dapat ditingkatkan setelah sedikitnya 2 minggu menjadi 3 mg dua kali sehari, kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi 4,5 mg dua kali sehari dan akhirnya 6 mg dua kali sehari, dengan mempertahankan setiap tingkat dosis setidaknya 2 minggu sebelum peningkatan berikutnya. Dosis maksimum oral adalah 6 mg dua kali sehari.[1]
Dosis Patch Transdermal:
Dosis awal patch transdermal adalah 4,6 mg/24 jam sekali sehari. Kemudian, bila ditoleransi dengan baik dapat ditingkatkan setelah sedikitnya 4 minggu menjadi 9,5 mg/24 jam sekali sehari.
Jika manfaat terapeutik perlu ditingkatkan, dosis dapat dinaikkan hingga 13,3 mg/24 jam sekali sehari, yang merupakan dosis maksimum. Dosis di atas 13,3 mg/24 jam tidak memberikan manfaat tambahan yang bermakna dan meningkatkan kejadian efek samping.[1]
Dementia Terkait Penyakit Parkinson
Pada demensia yang terkait penyakit Parkinson, rivastigmine digunakan untuk derajat ringan hingga sedang.[1,4]
Dosis
Rivastigmine ada dalam bentuk oral dan patch transdermal. Meski begitu, sediaan yang ada di Indonesia hanya patch transdermal.[2]
Dosis Oral:
Dosis oral awal adalah 1,5 mg dua kali sehari. Bila ditoleransi, dosis dapat dinaikkan setelah sedikitnya 4 minggu menjadi 3 mg dua kali sehari, kemudian menjadi 4,5 mg dua kali sehari dan 6 mg dua kali sehari dengan interval minimal 4 minggu pada masing-masing tingkat dosis. Dosis maksimum adalah 6 mg dua kali sehari.[1]
Dosis Patch Transdermal:
Untuk sediaan transdermal, terapi dimulai dengan 4,6 mg/24 jam sekali sehari. Kemudian setelah ≥4 minggu, jika ditoleransi dosis dapat ditingkatkan menjadi 9,5 mg/24 jam sekali sehari. Bila diperlukan dapat ditingkatkan mencapai 13,3 mg/24 jam sekali sehari.
Perhatian Khusus dalam Penggunaan Rivastigmine
Jika terapi oral maupun transdermal terputus lebih dari 3 hari, terapi harus dimulai kembali dari dosis terendah dan dititrasi ulang. Saat beralih dari sediaan oral ke patch, pasien yang sebelumnya menerima <6 mg/hari dapat dimulai dengan patch 4,6 mg/24 jam, sedangkan pasien yang menerima 6–12 mg/hari dapat dimulai dengan patch 9,5 mg/24 jam. Patch pertama digunakan pada hari setelah dosis oral terakhir.[1]
Penyesuaian Dosis pada Pasien Gangguan Hati dan Ginjal
Pada pasien dengan gangguan fungsi hati ringan-sedang (skor Child-Pugh 5-9) patch 4,6 mg/24 jam digunakan pada dosis awal dan maintenance. Belum ada studi pada pasien dengan gangguan fungsi hati berat.Pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal ringan-sedang biasanya hanya bisa toleransi dosis rendah. Belum ada studi penggunaan rivastigmine pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat.[1,6]