Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Pengawasan Klinis Venlafaxine annisa-meidina 2023-09-07T10:35:06+07:00 2023-09-07T10:35:06+07:00
Venlafaxine
  • Pendahuluan
  • Farmakologi
  • Formulasi
  • Indikasi dan Dosis
  • Efek Samping dan Interaksi Obat
  • Penggunaan pada Kehamilan dan Ibu Menyusui
  • Kontraindikasi dan Peringatan
  • Pengawasan Klinis

Pengawasan Klinis Venlafaxine

Oleh :
dr. Irwan Supriyanto PhD SpKJ
Share To Social Media:

Pengawasan klinis venlafaxine perlu mencakup adanya perubahan perilaku yang mungkin berkaitan dengan perburukan gangguan mood atau ideasi dan perilaku bunuh diri. Efek ini lebih berisiko terutama saat inisiasi terapi atau penyesuaian dosis.

Venlafaxine juga bisa meningkatkan tekanan intraokular sehingga pasien dengan glaukoma yang mendapatkan obat ini sebaiknya menjalani pemantauan tekanan intraokular secara rutin.[1]

Pada pasien dengan hipertensi, kendalikan tekanan darah sebelum memulai terapi dan monitor tekanan darah secara teratur selama terapi. Jika terjadi peningkatan tekanan darah yang berkelanjutan, pertimbangkan penyesuaian atau penghentian dosis venlafaxine.

Jangan hentikan venlafaxine secara mendadak. Lakukan tapering perlahan dan awasi tanda dan gejala withdrawal. Gejala withdrawal dapat berupa agitasi, anoreksia, kebingungan, gangguan koordinasi, diare,  suasana hati disforik, sakit kepala, hipomania, insomnia, mual, mimpi buruk, gangguan sensorik, somnolen, berkeringat , tremor, dan vertigo.

Venlafaxine juga dikaitkan dengan peningkatan kadar kolesterol yang signifikan secara klinis. Pantau kadar kolesterol secara berkala pada penggunaan jangka panjang.[7,10]

Referensi

1. Singh D, Saadabadi A. Venlafaxine. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK535363/
7. ASHP. Venlafaxine. 2022. https://www.drugs.com/monograph/venlafaxine.html
10. National Center for Biotechnology Information. PubChem Compound Summary for CID 5656, Venlafaxine. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Venlafaxine. Accessed July 20, 2023.

Kontraindikasi dan Peringatan Ve...

Artikel Terkait

  • Hubungan Depresi dan Jumlah Langkah
    Hubungan Depresi dan Jumlah Langkah
  • Penilaian Risiko Pasien Bunuh Diri
    Penilaian Risiko Pasien Bunuh Diri
  • Pendekatan Penanganan Pasien Bunuh Diri
    Pendekatan Penanganan Pasien Bunuh Diri
  • Waktu dan Cara yang Tepat untuk Menghentikan Antidepresan
    Waktu dan Cara yang Tepat untuk Menghentikan Antidepresan
  • Efektivitas Kuesioner PHQ-9 Sebagai Skrining Deteksi Dini Depresi
    Efektivitas Kuesioner PHQ-9 Sebagai Skrining Deteksi Dini Depresi

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
Anonymous
Dibalas 08 Mei 2025, 18:58
Bagaimana penatalaksanaan pasien dengan penyalahgunaan narkoba
Oleh: Anonymous
6 Balasan
Alo dokter, saya memiliki pasien usia 38 thn laki laki dengan penyalahgunaan narkoba ganja dan sabu beliau memiliki bpjs, pasien dengan keluhan sering sedih,...
Anonymous
Dibalas 11 Maret 2025, 00:36
Terapi depresi di Faskes Primer
Oleh: Anonymous
5 Balasan
Alo Dokter, izin bertanya dokter. Bagaimana memulai terapi depresi di Puskesmas dokter dengan kriteria sudah memenuhi kriteria depresi. Ditambah lagi sudh...
dr. Uditia Alham Sakti, Sp.KJ
Dibalas 17 September 2024, 08:35
Mengenal distimia (persistent depressive disorder)
Oleh: dr. Uditia Alham Sakti, Sp.KJ
3 Balasan
Distimia, juga dikenal sebagai gangguan depresi persisten (Persistent Depressive Disorder, PDD). Distimia merupakan gangguan mood kronis yang ditandai dengan...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.