Masuk atau Daftar

Alo! Masuk dan jelajahi informasi kesehatan terkini dan terlengkap sesuai kebutuhanmu di sini!
atau dengan
Facebook
Masuk dengan Email
Masukkan Kode Verifikasi
Masukkan kode verifikasi yang telah dikirimkan melalui SMS ke nomor
Kami telah mengirim kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Kami telah mengirim ulang kode verifikasi. Masukkan kode tersebut untuk verifikasi
Terjadi kendala saat memproses permintaan Anda. Silakan coba kembali beberapa saat lagi.
Selanjutnya

Tidak mendapatkan kode? Kirim ulang atau Ubah Nomor Ponsel

Mohon Tunggu dalam Detik untuk kirim ulang

Apakah Anda memiliki STR?
Alo, sebelum melanjutkan proses registrasi, silakan identifikasi akun Anda.
Ya, Daftar Sebagai Dokter
Belum punya STR? Daftar Sebagai Mahasiswa

Nomor Ponsel Sudah Terdaftar

Nomor yang Anda masukkan sudah terdaftar. Silakan masuk menggunakan nomor [[phoneNumber]]

Masuk dengan Email

Silakan masukkan email Anda untuk akses Alomedika.
Lupa kata sandi ?

Masuk dengan Email

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk akses Alomedika.

Masuk dengan Facebook

Silakan masukkan nomor ponsel Anda untuk verifikasi akun Alomedika.

KHUSUS UNTUK DOKTER

Logout
Masuk
Download Aplikasi
  • CME
  • Webinar
  • E-Course
  • Diskusi Dokter
  • Penyakit & Obat
    Penyakit A-Z Obat A-Z Tindakan Medis A-Z
Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome irfan 2026-05-19T13:37:32+07:00 2026-05-19T13:37:32+07:00
Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome
  • Pendahuluan
  • Patofisiologi
  • Etiologi
  • Epidemiologi
  • Diagnosis
  • Penatalaksanaan
  • Prognosis
  • Edukasi dan Promosi Kesehatan

Pendahuluan Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome

Oleh :
dr.Bedry Qintha
Share To Social Media:

Polyendocrine metabolic ovarian syndrome atau PMOS dahulu disebut sebagai polycystic ovary syndrome/PCOS atau sindrom ovarium polikistik. Perubahan terminologi PCOS menjadi PMOS ini dilakukan karena istilah polycystic ovary syndrome dianggap tidak akurat dan menyesatkan. Kista ovarium sering dianggap sebagai karakteristik utama dari penyakit ini, padahal hal tersebut tidak benar.[1]

Karakteristik utama dari PMOS adalah adanya gangguan endokrin dan metabolik. Penyakit ini tidak hanya melibatkan ovarium melainkan juga multisistem, yang mencakup gangguan hormonal, metabolik, reproduktif, dermatologi, maupun psikologis. Lebih lanjut, wanita yang mengalami PMOS juga akan mengalami peningkatan risiko kardiovaskular, termasuk infark miokard dan stroke.[2,3]

Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome

Pada PMOS, resistensi insulin memegang peranan penting. Hiperinsulinemia yang terjadi pada PMOS akan merangsang ovarium untuk memproduksi androgen secara berlebihan. Peningkatan androgen menyebabkan gejala seperti jerawat, hirsutisme, gangguan ovulasi, dan menstruasi tidak teratur.

Selain itu, insulin juga menurunkan produksi sex hormone-binding globulin (SHBG) sehingga kadar androgen bebas semakin meningkat. Resistensi insulin juga mempermudah penumpukan lemak dan kenaikan berat badan yang pada akhirnya memperburuk gangguan metabolik dan hormonal pada PMOS.[4]

Manifestasi klinis PMOS dapat berupa siklus menstruasi tidak teratur, anovulasi, infertilitas, hirsutisme, jerawat, alopecia pola wanita, obesitas, serta resistensi insulin. Diagnosis dapat ditegakkan bila ditemukan minimal 2 dari 3 kriteria utama, yaitu:

  • Hiperandrogenisme klinis atau biokimia
  • Disfungsi ovulasi atau siklus menstruasi tidak teratur
  • Morfologi ovarium polikistik pada USG atau peningkatan hormon anti-Müllerian.[2]

Pendekatan penatalaksanaan PMOS bersifat multidisiplin dan berfokus pada perbaikan gaya hidup, pengendalian gejala, serta pencegahan komplikasi kardiometabolik dan reproduksi. Modifikasi gaya hidup perlu mencakup pola makan sehat, aktivitas fisik teratur, penurunan atau pengendalian berat badan, serta dukungan perilaku untuk memperbaiki resistensi insulin dan keseimbangan hormonal.

Lebih lanjut, terapi farmakologis seperti pil kontrasepsi kombinasi digunakan untuk mengatasi gangguan menstruasi dan hiperandrogenisme. Sementara itu, metformin diberikan terutama pada pasien dengan resistensi insulin atau risiko metabolik tinggi. Pada infertilitas dengan anovulasi, letrozole menjadi lini pertama untuk induksi ovulasi.

Inositol bisa diberikan sebagai terapi tambahan untuk membantu memperbaiki parameter metabolik. Selain itu, diperlukan pemantauan berkala pada pasien PMOS untuk mendeteksi dan menangani komplikasi, terutama komplikasi kardiovaskular dan metabolik.[2,5]

 

 

Penulisan pertama oleh: dr. Yelsi Khairani

Referensi

1. Teede HJ, Khomami MB, Morman R, et al; Global Name Change Consortium. Polyendocrine metabolic ovarian syndrome, the new name for polycystic ovary syndrome: a multistep global consensus process. Lancet. 2026 May 12:S0140-6736(26)00717-8. doi: 10.1016/S0140-6736(26)00717-8.
2. Teede HJ, Tay CT, Laven J, et al. International evidence-based guideline for the assessment and management of polycystic ovary syndrome 2023. Melbourne: Monash University; 2023. https://www.monash.edu/__data/assets/pdf_file/0003/3371133/PCOS-Guideline-Summary-2023.pdf
3. Geraci G, Riccio C, Oliva F, et al. Women with PCOS have a heightened risk of cardiometabolic and cardiovascular diseases: statement from the Experts Group on Inositol in Basic and Clinical Research and PCOS (EGOI-PCOS) and Italian Association of Hospital Cardiologists (ANMCO). Front Cardiovasc Med. 2025 Sep 2;12:1520490. doi: 10.3389/fcvm.2025.1520490.
4. Prosperi S, Chiarelli F. Insulin resistance, metabolic syndrome and polycystic ovaries: an intriguing conundrum. Front Endocrinol (Lausanne). 2025 Oct 1;16:1669716. doi: 10.3389/fendo.2025.1669716.
5. Dason ES, Koshkina O, Chan C, Sobel M. Diagnosis and management of polycystic ovarian syndrome. CMAJ. 2024 Jan 28;196(3):E85-E94. doi: 10.1503/cmaj.231251.

Patofisiologi Polyendocrine Meta...

Artikel Terkait

  • Rasionalisasi Pemberian Metformin pada Sindrom Ovarium Polikistik
    Rasionalisasi Pemberian Metformin pada Sindrom Ovarium Polikistik
  • Terapi Sindrom Ovarium Polikistik - Metformin vs Pil Kontrasepsi Oral
    Terapi Sindrom Ovarium Polikistik - Metformin vs Pil Kontrasepsi Oral
  • Manfaat Metformin dalam Program IVF pada Pasien Sindrom Ovarium Polikistik
    Manfaat Metformin dalam Program IVF pada Pasien Sindrom Ovarium Polikistik
  • Inositol sebagai Terapi Sindrom Ovarium Polikistik
    Inositol sebagai Terapi Sindrom Ovarium Polikistik
  • Pedoman Manajemen Sindrom Ovarium Polikistik – Ulasan Guideline Terkini
    Pedoman Manajemen Sindrom Ovarium Polikistik – Ulasan Guideline Terkini

Lebih Lanjut

Diskusi Terkait
dr.Elizabeth Anastasya
Dibalas 19 Mei 2026, 13:22
Perubahan dari PCOS ke PMOS, Bukan Sekadar Ganti Nama!
Oleh: dr.Elizabeth Anastasya
2 Balasan
ALO Dokter.Telah resmi pada 12 Mei 2026, Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS) berganti nama menjadi Sindrom Ovarium Metabolik Poliendokrin (PMOS). Perubahan ini...
Anonymous
Dibalas 27 Februari 2025, 09:51
Pemberian Supplement Myo-inositol untuk PCOS
Oleh: Anonymous
1 Balasan
Alo dokter, ada pasien saya bertanya mengenai penggunaan suplemen inositol pada PCOS, apakah boleh ? Dan apabila sedang hamil apakah Suplemen inositolnya...
dr. Hudiyati Agustini
Dibalas 11 Oktober 2024, 12:46
Penggunaan Pil Kontrasepsi Oral Kombinasi untuk Terapi PCOS!
Oleh: dr. Hudiyati Agustini
5 Balasan
ALO Dokter,Terapi PCOS harus menangani ketidakseimbangan hormon yang merupakan mekanisme utama terjadinya PCOS. Pemberian pil Kontrasepsi Oral Kombinasi...

Lebih Lanjut

Download Aplikasi Alomedika & Ikuti CME Online-nya!
Kumpulkan poin SKP sebanyak-banyaknya!

  • Tentang Kami
  • Advertise with us
  • Syarat dan Ketentuan
  • Privasi
  • Kontak Kami

© 2024 Alomedika.com All Rights Reserved.