Diagnosis Polyendocrine Metabolic Ovarian Syndrome
Diagnosis polyendocrine metabolic ovarian syndrome atau PMOS, atau dulunya polycystic ovary syndrome/PCOS atau sindrom ovarium polikistik, bisa ditegakkan bila ditemukan dua dari tiga kriteria, yaitu: hiperandrogenisme klinis atau biokimia; disfungsi ovulasi; dan gambaran ovarium polikistik yang diidentifikasi melalui USG atau kadar hormon anti-Müllerian.
Keluhan pasien bisa berupa gangguan menstruasi, tanda hiperandrogenisme seperti hirsutisme atau jerawat, dan obesitas sentral. Dokter juga perlu mengetahui bahwa PMOS berfokus pada kelainan metabolik, sehingga skrining abnormalitas metabolik harus dilakukan saat diagnosis dan dipantau sebagai bagian dari manajemen (bukan dianggap masalah sekunder). Ini mencakup skrining resistensi insulin, gangguan toleransi glukosa, perubahan berat badan, dan risiko kardiovaskular.[1,2,5]
Anamnesis
Referensi
(Konten ini khusus untuk dokter. Registrasi untuk baca selengkapnya)